
Suasana hati Arya masih sedang tidak baik-baik saja karena Istri nya kemarin, malah hari ini mendapat kabar kalau Monica sudah menjelek-jelek kan nya di public. Jadi bertambah merusak mood diri nya saja.
***
Setelah jam pelajaran selesai, Alira bergegas keluar dari kampus dan menemui pak Beny yang menunggu nya di parkiran kampus.
''Mari Non.'' Pak Beny membuka pintu dengan sopan.
Alira bergegas masuk dengan agak terburu-buru ke dalam mobil tersebut.
Sedangkan di sudut parkiran sana, ada sepasang mata yang terus memperhatikan Alira. Siapa lagi kalau bukan Rudy, lelaki yang pernah di tolak cinta nya oleh Alira.
''Siapa sebenar nya dia, sepertinya dia bukan orang sembarangan, pasti dari kalangan atas.'' Gumam Rudy seorang diri seraya masuk ke dalam mobil sport milik nya. Semakin hari Rudy semakin penarasaran dengan sosok Alira, apalagi Alira berani menolak cinta nya di depan umum, tak ada satupun perempuan yang lolos dari jeratan nya selama ini.
Sepulang dari kampus, Alira tidak berniat langsung pulang ke rumah, melain kan diri nya memintak pak Beny untuk mengantar nya ke kantor Arya. Sebelum sampai di kantor, Alira tak lupa untuk membeli bekal makan siang untuk suami nya yang sedang merajuk.
''Bapak pulang aja duluan ya, jangan di tungguin. Lira pulang sama mas Arya nanti.'' Ucap Alira pada pak Beny. Pak Beny hanya mengangguk patuh. Toh Nona nya pasti akan aman jika bersama tuan Arya, jadi diri nya tidak perlu kuatir. Pak Beny langsung saja tancap gas dan kembali ke mension.
Di luar kantor terlihat banyak sekali para wartawan yang menunggu sang pemilik perusahaan untuk keluar, mereka semua ingin mencari berita yang sedang hangat di perbincangkan di dunia maya.
''Rame banget wartawan di sini, mas Arya udah kayak artis papan atas aja deh.'' Batin Alira seraya terus saja berjalan melewati para wartawan yang sedang menunggu kedatangan Arya.
Para wartawan yang menunggu di sana tidak mengenali siapa Alira, jadi Alira bisa melewati mereka dengan santai saja tanpa harus menjawab banyak nya pertanyaan yang pasti nya akan menyudut kan diri nya nanti.
Alira hanya tersenyum ramah saat melewati resepsionis yang sedang bertugas di sana dan langsung memasuki lift untuk naik ke tempat di mana ruang suami nya berada.
Tok....Tok.... Suara ketukan pintu terdengar dari dalam ruangan sang Ceo.
''Masuk.'' Ucap Arya
Alira masuk dengan pelan, melihat suami nya masih terus fokus dengan pekerjaan nya tanpa beralih perhatian sedikit pun. Alira langsung saja duduk ke atas sofa tanpa berucap sepatah kata pun, Alira merasa canggung karena sikap suami nya yang terus acuh terhadap nya dari kemarin.
Karena merasa ada yang mengetuk pintu tapi seperti tidak ada yang masuk, akhir nya Arya menoleh dan melihat ke arah pintu lalu mengalih kan pandangan nya ke samping dan si sana sudah ada istri kecil nya dengan senyum pepsodent ala Alira.
''Ada apa dengan gadis kecil itu, untuk apa dia kemari dan senyum nya aneh banget.'' Arya membatin.
Hampir tiga puluh menit Alira hanya duduk bermain ponsel di dalam ruangan tersebut tanpa di perdulikan oleh Arya, Alira mulai merasa dongkol dan berniat ingin pulang saja daripada seperti kambing kering di sana. Alira bergegas menyimpan ponsel nya kembali ke dalam tas dan menyambar paper bag yang di bawakan tadi hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Melihat pergerakan Alira ingin pergi dari ruangan itu, Arya segera menyambar remot yang ada di dalam laci meja nya dan menekan tombol kunci, agar pintu terkunci otomatis.
Klek...Klek... Alira memutar handle pintu dan tidak bisa terbuka.
__ADS_1
''Loh...Loh...kok gak bisa buka, prasaan tadi oke-oke aja pas masuk.'' Alira membatin.
Alira membalikkan badan nya dan menghadap tempat Arya duduk.
''Buka pintu.'' Ucap Alira
Bukan nya membuka, Arya malah seperti orang tuli saja tanpa memperdulikan ucapan sang istri.
''Buka pintu nya Om.''
Masih tak ada respon.
''BUKA PINTU NYA.'' Kemarahan Alira sudah sampai ke ubun-ubun, Alira merasa Arya tidak memperdulikan kedatangan nya dan sekarang seolah-olah mempermain kan nya pula.
Arya tersentak mendengar ucapan sang istri yang begitu lantang sontak saja dirinya langsung menoleh.
''Untuk apa kemari ?'' Tanya Arya dingin.
''Aku tersesat.'' Jawab Lira tak kalah dingin.
''Bohong mu gak bermutu nona, masak tersesat sampai ke kantor ku.'' Batin Arya sambil tersenyum dalam hati nya.
''Bukan apa-apa.'' Acuh Lira.
''Apa yang kamu bawa.?'' Tanya Arya lagi, lalu bangun dari kursi kebesaran nya dan mendekat ke arah Alira.
''Bukan apa-apa, cepat buka pintu nya aku mau pulang.'' Tegas Alira.
Arya mengambil paper bag di tangan Alira dan melihat isinya adalah box makanan, Arya membawa paper bag tersebut dan meletakkan atas meja dan bergegas duduk di atas sofa.
''Cepat duduk.'' Perintah Arya.
Alira masih tak bergeming di tempat nya, tak memperdulikan perintah sang suami.
Karena tak ada respon dari sang istri, Arya langsung saja membuka box makan siang tersebut dan melahap nya sendiri, karena mengingat diri nya masih dalam mode kesal terhadap Alira jadi enggan memaksa nya untuk duduk dan makan bersama.
''Dasar orang tua gak peka, aku kemari kan mau minta maaf, malah di cuekin. Liat aja kalau pintu nya udah terbuka aku langsung pulang.'' Batin Alira.
Alira jadi kepikiran untuk mengambil remot pintu dari dalam laci meja Arya, berhubung yang punya ruangan sedang makan. Alira berhalan pelan-pelan menuju tempat yang di tujukan, namun tingkah nya itu tak luput dari pandangan mata elang nya sang Suami.
''Mau ngapain.?'' Tanya Arya tiba-tiba sudah berada tepat di belakang Alira, sontak saja membuat Lira terkejut dan terduduk tepat di atas kursi kebesaran milik suami nya.
__ADS_1
''Ih ngagetin aja deh.'' Kesal Alira.
''Mau cari apa di sini.?'' Tanya Arya lagi.
''Mau cari remote buat buka pintu.''Jujur Alira.
Arya hanya diam, begitu juga dengan Alira, merek saling diam-diaman dalam beberapa saat, sampai akhir nya Alira kembali membuka suara.
''Kenapa dari kamrin gak bicara sama aku.?'' Tanya Alira akhir nya tepat di akar permasalahan nya.
''Siapa pria itu.?'' Arya malah balik bertanya terhadap sang Istri.
''Pria..?? pria siapa'' Alira menautkan Alis nya karena belum tau lelaki mana yang di maksud oleh sang suami.
''Apa dia pacar baru mu ?'' Tanya Arya lagi.
''Jangan asal nuduh ya om. Aku tidak punya pacar.'' Kesal Alira
''Lalu siapa lelaki yang selalu bersama mu, di kampus dan juga di kafe kemarin .?''
Alira jadi teringat jika dirinya kemarin sedang bersama Juna saat Arya menemui nya.
''Ohhh Juna ??? Itu Juna teman sekelas dengan ku,''
''Apa karna dia mengendarai motor sport sehingga kamu pulang dengan nya dan tidak menunggu pak Beny untuk menjemput.''
''Gak gitu, aku gak pulang sama dia, kemarin aku pulang sama Mita, dan kami singgah di cafe itu ke etulan aja jumpa sama Juna, karna dia nyanyi di sana.'' Jelas Alira.
Tbc....
Terimakasih udah singgah.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya
Dengan cara like, koment dan subscribe
Dukungan kalian sangat berarti buat ku
Salam sayang dari author Jhuwee dealove
Terimakasih
__ADS_1