
Setelah berpamitan dengan keluarga semua, rombongan mengendarai mobil menuju bandara termasuk juga dengan Alira, saat sudah sampai di bandara semua langsung menuju pesawat jet pribadi miik Oma Maria yang sudah menunggu mereka di landasan.
Tak ada sepatah kata pun yang terucap di mulut mereka saat perjalanan hingga sampai ke dalam pesawat, saat di pesawat Alira memilih duduk bersebelahan dengan Oma.
''nona apa anda tidak sebaiknya duduk di sini saja dekat tuan Arya?'' tanya Indra sengaja memecahkan kecanggungan yang ada.
''Tidak usah om, Lira di sini saja dekat Oma'' jawab Lira
''biarkan saja dia mau duduk di mana, jangan banyak bertanya pada nya'' ucap Arya tiba-tiba.
''Lira... oma sangat senang akhirnya kamu menjadi cucu menantu oma, kamu yang sabar ya jadi istrinya Arya'' ucap Oma menggenggam tangan Alira
Alira tak menjawab hanya tersenyum, tapi lain hal nya saat menoleh ke arah Arya seakan mata nya ingin lompat keluar seperti melihat musuh bubuyutan nya saja.
''bos, apa mata nya juling ya..?'' tanya Indra saat melihat Alira kembali membelikkan mata ke arah Arya.
''juling gimana maksud mu ?'' tanya Arya penasaran
''aku perhatikan mata nya selalu membesar saat melihat mu, kasian sekali kalau cantik-cantik tapi juling kan bos''
''his diam lah, jangan bicara yang bukan-bukan.'' Arya tak mau ambil pusing dengan pertanyaan Indra, lau menut mata dan tidur sebentar.
Sesampai nya mereka di jakarta Arya dan Indra langsung ke kantor karna ada pekerjaan yang mendesak. Sedangkan Alira dan Oma langsung pulang ke mension untuk beristirahat.
Saat memasuki mension Alira merasa sedih karna buka kehidupan seperti ini yang ia inginkan, dia ingin hidup bebas bersama sahabat-sahabat nya dan berkuliah tanpa ada beban. Tak terasa Alira menitikan air mata nya mengingat diri nya akan terkurung di sini entah sampai kapan.
''bik Mun antar kan Alira ke kamar Arya biarkan dia beristirahat'' ucap oma pada kepala Art di sini.
''baik nyonya besar'' jawab bik Mun seraya menyeret koperl Alira menuju lift karna kamar Arya berada di lantai tiga.
Saat sudah berada di kamar tuan Arya bik Mun langsung membuka pintu dan mempersilahkan nona nya masuk, Alira melihat takjub pemandangan kamar Arya berjalan kesana kemari, kamar yang begitu luas satu lantai hanya kamaar Arya saja dan ada kolam renang juga rooftop nya.
''berasa kayak di bali bik'' ucap Alira kagum
''iya nona, kamar tuan muda tidak boleh ada yang masuk kecuali Oma dan saya yang akan membersihkan nya'' jawab bik Mun
''apa tuan Arya akan pulang ke sini tiap malam bik ?''
__ADS_1
''iya nona, tuann muda tidak tinggal di tempat lain.''
''ooo... oke deh bik, di mana lemari pakaian saya saya mau mengatur nya'' tanya Alira lagi.
''sebelah sini nona'' tunjuk bik Mun
Alira sangat terkagum kagum saat memasuki ruangan tersebut sudah seperti memasuki butik saja, lemari pakaian yang berjejer rapi tempat jam tangan yang isi nya sudah seperti di toko, tempat sepatu,tempat dasi dan tali pinggang semua nya penuh...
''apa dia pangeran dubai bik.??' koleksi nya sebanyak ini.''
bik Mun tak menjawab hanya tersenyum saja seraya terus menyeret koper Alira ke depan lemari yang kosong.
''bik biar Lira saja yang beresin, ''
''tidak apa apa nona biar saya bantu'' jawab bik mun.
Setelah selesai membereskan pakaian nya Alira bik Mun permisi keluar dari kamar, sedangkan Alira lanjut menjelajahi kamar mandi dan memanjakan diri di sana dengan busa aroma mawar untuk merilex kan tubuh nya yanh sedikit lelah.
Setelah urusan di kantor selesai Arya segera pulang karena hari minggu jadi ingin beristirahat saja.
saat sampai di rumah Arya melihat Alira sedang terlelap di atas tempat tidur nya yang luas dan empuk.
saat sore menjelang sinar merah nya matahari yang akan terbenam menembus kaca kamar Arya, Alira mengerjapkan mata nya dan menggeliat lalu melihat Arya yang terlelap di samping nya, tidak ingin mengganggu yang punya kamar saat tidur Alira berjalan menuju kolam renang mini yang ada di rooftop kamar tersebut bersantai di sana sampai mangrib menyapa, Alira asik baerbalas pesan dengan sahabat sahabat nya di grub chat nya, mengabari mereka bahwa dia sudah berada di jakarta.
''masuk lah, tidak baik di luar malam-malam'' ucar Arya tiba-tiba.
Alira tak menggubris tetap saja duduk di sana dengan bermuram durja.
sesaat Arya sudah masuk barulah Alira masuk ke dalam dan langsung saja turun ke bawah ingin makan malam.
Saat di meja makan pun Alira dan Arya tidak terlibat parcakapan Alira hanya menjawab beberapa pertanyaan oma saja.
saat setelah makan malam Alira dan Arya langsung naik ke atas kembali ke kamar mereka, Arya langsung saja ke meja kerja nya yang ada di sudut kamar tersebut, sedangkan Alira sibuk dengan ponselnya sambil guling-guling di atas tpat tidur.
''om...'' panggil Alira.
''oomm'' panggil nya lagi karna tidak ada jawaban.
__ADS_1
''apa mulut mu sudah sembuh'' tanya Arya tiba-tiba
''sembuh...!! memang mulut ku kenapa ?'' bingung Alira.
''ku pikir mulut munsakit maka nya seharian tak bicara''
''malas ahh ngomong dengan mu, pasti menimbulkan perdebatan''
''kan kamu yang mulai''
''om aja yang nyebelin bukan Lira yang mulai''
Arya melanjutkan pekerjaan nya tidak menjawab lagi, sampai akhir nya Lira manggil lagi.
''om......''
''hhmm'' jawab Arya
''om.. besok lira mau keluar sama Mita dan Amel boleh ya om''
Arya menoleh melihat Alira. '' siapa mereka?''
''sahabat Lira om''
''baru sehari kamu di sini kenapa cepat sekali punya sahabat ?'' tanya Arya bingung.
''mereka sahabat Lira waktu sekolah om, kami sama-sama mau kuliah di sini'' Alira menjelaskan.
''ohh karna mereka kamu bersikeras ingin kuliah di sini walaupun orang tua mu melarang''
''iiiiihhh bukan urusan mu'' kesal Alira, langsung berbaring membalut suluruh badan nya dengan selimut.
''dasar manja'' ejek Arya lagi sengaja membuat Alira jadi tambah kesal.
Alira tak peduli lagi dengan ejekan Arya karna sudah mersa kesal lalu menyibak selimut nya berjalan keluar menuju rooftop ingin menghirup udara segar agar sedikit merasa tenang.
''dasar orang tua tak pengertian apa dia hanya ingin mengurung ku di rumah ini saja, aku kan ingin berjalan-jalan keluar menikmati kota jakarta, malah mengatai ku manja apa nya yang manja ? aku sangat mandiri, buktinya sekarang saja aku hidup terpisah dari orang tua ku'' umpatan Alira kesal terhadap suami nya.
__ADS_1
Tanpa di ketahui nya Arya mendengar semua umpatan nya dari balik pintu kaca, hanya tersenyum smirk menerima sepah serapannya Alira.
tbc......