Jangan Cintai Aku Lagi

Jangan Cintai Aku Lagi
suami?


__ADS_3

" ya udah kalau memang kamu tidak mau mengantarkan aku dan juga anakku yang sedang sakit ini, aku akan minta tolong pada ayah saja. aku tidak butuh bantuanmu mas karena kamu memang tidak bisa diandalkan kapanpun dibutuhkan! kamu hanya bisa memarahi aku dan juga menghabiskan uang ku bahkan kamu juga merenggut hidupku yang dulunya kamu janjikan hidupku akan jauh lebih indah dari dulu. nyatanya tidak mas kamu menjadikan hidupku sengsara seperti hidup dalam neraka yang kamu sengaja buat untuk kebahagiaanmu semata-mata!"


Kali ini aku memberanikan diri untuk menjawab dengan suara lantang karena hatiku sudah lelah mengalah, ini adalah waktuku melawan dengan sikap mas irfan yang sudah sangat semena mena tak mempedulikan diriku atau ilham darah dagingnya sendiri.


" oh jadi kamu udah berani ngelawan aku ya win!"


Dengan mata yang terbuka lebih lebae ia memelototiku dengan sangat tajam


" udah berani ngelawan aku? Hah jawab!"


" dasar anjing gapunya malu kamu! Kamu kira siapa yang memberimu uang untuk makan hah? Aku win aku! Kamu bisa apa sekalipun ayahmu kaya, uang yang diberikan ayahmu tak kubiarkan tepat berada dalam genggamanmu. Kamu tau kenapa? Karna aku sudah membelanjakannya untuk mengobati nafsuku pada wanita wanita malam diluar sana yang jauh lebih sempurna dari segala aspek yang kamu miliki, termasuk tubuhmu yang dulunya seksi sayang"


Mas irfan melanjutkan kalimat itu dengan beruntun dan kemudian tertawa lepas yang aku tau bahwa dia sedang mengejekku dengan melampaui batas yang sudah teramat


" tega kamu ya mas! Selama ini aku udah berusaha percaya sama kamu! Tapi kenapa mas kamu lakuin ini sama aku! Kamu tega banget. Kamu kira siapa kamu yang bisa mendiskriminasi tubuhku! Dasar lelaki bangsat!"


Aku tak kuasa menahan mulut yang sudah terlanjur berkata kasar sebenarnya aku tak mau mengucapkannya, tapi kali ini sudah benar-benar diluar batas kesabaran ku dan mungkin kali ini memang harus terucap meskipun aku akan mendapatkan sebuah tamparan atau makian yang menyakitkan


" kalau benar kamu akan meminta bantuan dari ayahmu, maka silahkan saja tapi jangan pernah kembali lagi menginjakkan kaki di rumah ini ingatlah itu"


" apa mas kamu berani mengatakan hal itu padaku? Asal kamu tau mas ayahku bisa saja mengusirmu dari perusahaan! Jika kamu berani menelantarkanku bahkan untuk menceraikan diriku"


Mas irfan tertawa sekencang-kencangnya aku heran melihatnya mengapa iya tidak takut dengan ucapanku padahal dia hanya bergantung pada pekerjaan di perusahaan ayah.


" apa yang sedang kamu katakan? oh iya aku lupa bahwa perusahaan yang ayahmu miliki sudah beralih ke tanganku beberapa bulan lalu, tapi dengan bodohnya ayahmu malah menuruti kemauan ku untuk tidak memberitahumu dan kamu juga bodoh karena telah mempercayai ku bahkan juga mencintaiku dengan setulus hatimu"


Jawaban mas irfan membuatku tercengang mengapa hal sebesar ini tidak kuketahui


" apa yang kau katakan mas! Kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar ini dariku"


" ya ya anggap saja aku salah, oh ya masih ada satu lagi yang harus kamu ketahui. ayahmu yang mempercayai ku dengan segenap hatinya itu mungkin tak akan hidup lama lagi kan dia sudah mengidap penyakit stroke"


" astaghfiruallah kamu bohong kan mas, kamu hanya menakut nakutiku saja kan? Iyakan mas?"

__ADS_1


" terserah! terserah! kamu mau percaya atau tidak yang penting aku sudah berkata sejujurnya padamu dan mungkin saja jika ia tahu kalau kamu tidak bahagia dia akan cepat menemui ajal nya"


" tapi baguslah jika semua itu terjadi aku akan kehilangan seseorang yang sangat menyebalkan bagi diriku, ya secara aku harus selalu berpura pura mengiyakan semua permintaan dirinya dan juga harus pura pura mencintaimu selama dua tahun ini, syukurlah kamu meledakkan semua kekesalanmu! Jadi kita bisa lebih cepat berpisah"


Jawaban dari mas irfan di luar dugaan aku aku kira dia hanya berpura-pura tapi sepertinya dia memang benar-benar berita ta sejujurnya tentang kejahatan ayah, tapi bagaimana ayah bisa berhasil akan hal sebesar ini dariku aku tidak mau ayah pergi dariku karena hanya dia yang bisa mencintaiku setulus hatinya dan mulai saat ini aku tidak akan pernah percaya lagi terhadap cinta seorang lelaki yang ujung-ujungnya hanya menyakiti hati.


Tangisan ilham kembali pecah aku yang baru teringat bahwa aku harus membawa ilham ke rumah sakit langsung terburu-buru memesan ojek online.


Langit masih tampak gelap, tapi suasana di perkotaan ini sudah terlihat ramai dalam mengerjakan aktivitas masing-masing


" makasih ya mas, biayanya udah saya bayar pakai aplikasi"


" iya mbak sama sama"


Percakapan itu berakhir dengan sangat singkat aku yang sudah berada di depan rumah sakit terburu-buru memasuki rumah sakit dan langsung


Memamggil-manggil petugas rumah sakit yang takut temui sama sekali di lorong rumah sakit


" dok dokter tolong dok tolongin anak saya"


Seorang suster langsung mengarahkanku ke ruang UGD, aku yang masih merasa sangat khawatir dan ingin tetap berada di sisi ilham tidak diperkenankan berada di dalam ruangan


" bu, ibu bisa tunggu diluar saja ya"


" tapi sus saya ingin berada di dekat anak saya"


Pintaku memelas pada suster


" maaf bu, kami tidak bisa mengabulkan permintaan ibu. Tapi kami janji akan berusaha sekuat tenaga"


Nafas ilham terlihat terengah engah, dokter yang baru saja memasuki ruang UGD segera memasangkan alat oksigenasi


" sus saya mohon sus izinin saya.."

__ADS_1


Aku kembali memohon kepada suster yang berada di dekatku, tapi lagi lagi suster itu menolak permintaan ku


" mari bu, mari keluar saya dan semua petugas medis yang berada di ruangan ini berjanji akan melakukan yang sebaik-baiknya pada anak ibu"


Ucapan dari suster itu seakan sedikit menenangkan ku agar aku tidak terlalu panik dan khawatir dengan kondisi ilham yang semakin memburuk.


" baik sus tapi saya mohon tolong selamatkan anak saya"2


akhirnya dengan berat hati aku terpaksa meninggalkan ilham dalam di ruang UGD dengan beberapa orang yang ilham tak pernah lihat sebelumnya.


Aku yang masih teringat dengan ucapan mas irfan semakin tambah kebingungan, bagaimana jika benar mas irfan tidak mau lagi menerimaku tapi bagaimanapun aku harus menolong anakku yang memang butuh diriku bukan butuh sosok seorang istri.


45 menit berlalu aku masih tetap menunggu di depan kamar tempat ilham dirawat untuk mendapatkan kabar terbaru dari kesehatan ilham


Tapi sepertinya aku sudah tak kuat menanggung derita ini sendirian.


Aku memutuskan untuk menghubungi ayah karena hanya dia satu-satunya yang dapat menenangkan ku dan menolongku dalam masalah yang membabi buta ini


* panggilan keluar*


" halo assalamualaikum ayah, ayah bisa tolongin windi ga? Windi sangat butuh bantuan ayah sekarang"


" halo waalaikumsalam win, kamu kenapa? mengapa suaramu tampak seperti gemetar sepertinya kamu berada dalam suatu masalah besar ada apa win mengapa kamu juga terdengar sedang menangis?"


" ayah tolongin windi, windi sekarang benar-benar merasa bingung dan butuh seseorang untuk menguatkan windi. sekarang hanya ayah yang windi bisa andalkan. Windi mohon ayah datanglah kesini, windi butuh ayah.."


Aku kembali merengek seperti anak kecil yang meminta untuk dibelikan sebuah balon


" tenang win, coba tenangin diri kamu dulu coba jelaskan secara perlahan pada ayah jika kamu terburu-buru dalam memberi tahu ayah masalah kamu ayah tidak bisa mengerti perkataanmu jadi tolonglah untuk tenang aja suaramu jelas sampai ke telinga ayah"


Aku mendengarkan perkataan ayah dan langsung menuruti perintahnya


" ayah ilham masuk rumah sakit dia sekarang berada di ruang UGD ayah. windi sangat takut dan cemas karena keadaan ilham semakin menurun saja windi takut dan ilham kenapa-napa ayah"

__ADS_1


" oke tenang dulu sekarang kamu bersama suami kamukan?"


__ADS_2