
Suasana yang sangat tidak nyaman kini menyelimuti keheningan di antara vegas dan sarah, Vegas tidak tahu mau bicara apa karena ia mengira sarah marah pada nya tentang kematian lia.
Hingga sampai lah mereka di rumah sakit, Vegas sigap membuka kan pintu untuk sarah yang menggendong shaka.
"Kenapa antrian begini?!" Kaget vegas.
" Ya kan bayi lain juga mau vaksin gas." Jawab sarah.
"Duduk sini sar."
Vegas menyuruh sarah duduk agar tidak pegal berdiri terus, Sarah pun duduk sambil menatap sekeliling yang ramai dengan ibu ibu lain nya.
"Suami nya tampan sekali mbak." Puji wanita yang di samping sarah.
"Eum iya." Bingung untuk mengakui vegas sebagai suami nya.
"Boleh dong kenal kan sama saya." Pinta wanita itu sembari mengibas kan rambut nya yang di smothing.
"Silah kan saja." Ujar sarah.
Wanita itu langsung berdiri di depan vegas yang bermain ponsel, Sebelah tangan menggendong bayi mungil nya.
"Siang mas ganteng, Boleh dong kenalan." Ujar wanita itu.
Vegas mendongak sambil menatap bingung dan juga malas, Ia melirik sarah yang tampak tersenyum mengejek.
"Saya aulia."
__ADS_1
"Vegas."
Di luar dugaan sarah, Vegas malah menyambut uluran tangan wanit itu. Semula sarah mengira kalau vegas akan menolak nya.
"Saya janda mas, Suami saya pergi saat saya mengandung." Aulia duduk di sebelah vegas.
"Aduh kasihan sekali." Vegas mengelus tangan aulia.
Mendelik sarah melihat kelakuan vegas, Ia langsung berdiri menarik vegas pergi menjauh.
"Apa sih sar?!" Vegas melepas kan tangan nya dari cengkeraman sarah.
"Kamu kenapa sih gas?!" Sentak sarah berapi api.
"Aku kenapa? Kan aku cuma kenalan saja sama dia." Ujar vegas.
"Yah terus kenapa kalau dia naksir, Aku kan juga duda." Jawab vegas santai.
"Meski pun duda kan sebentar lagi kita akan menikah!" Kesal sarah.
Vegas menatap sarah sambil tersenyum mengejek, Awal nya tadi vegas memang ingin memancing reaksi sarah. Di luar dugaan sarah malah mengatakan hal di luar dugaan.
"Oh ya?! Kapan kita akan menikah." Tanya vegas.
"Lupakan."
Sarah sangat malu saat ini hingga wajah nya merah padam, Ia langsung bergegas duduk kembali.
__ADS_1
"Duduk sini mas." Panggil aulia.
"Heh gatal sekali kau jadi perempuan!" Sentak sarah emosi.
"Jaga ucapan kamu ya! Saya tidak gatal." Aulia balas membentak.
"Yah kamu tidak gatal tapi ganjen." Balas sarah.
"Mas dia kenapa sih?" Aulia malah merengek pada vegas.
"Marah lah pasti istriku! Sejak tadi kau terus mendekati aku." Jawab vegas.
"Maka nya mbak jangan langsung gatal kalau lihat laki orang yang bening." Ejek yang lain nya.
Aulia langsung pergi meninggal kan rumah sakit, Ia malu karena dan juga marah pada sarah.
"Apa lihat lihat?!" Sentak sarah.
"Apa? Aku lihat shaka kok." Elak vegas.
"Ya allah nak semoga kelak kamu tidak seperti papa mu." Doa sarah membuat vegas melirik sinis.
"Lama sekali antrian ini." Keluh vegas.
Wajar saja vegas merasa jenuh dan bosan, Selain karena memang tidak pernah. Vegas juga merasa risih dengan tatapan tajam sarah.
"Jangan hanya di depan pintu sarah, Jika ingin masuk segera lakukan lah. Jika memang tidak berniat untuk masuk, Maka jangan halangi orang yang akan masuk." Bisik vegas.
__ADS_1
Sarah tahu bahwa ini bukan pintu sungguhan yang vegas maksud, Vegas ingin segera kepastian dari sarah.