
"win kamu yang sabar ya.."
Suara itu mengingatkanku pada seseorang yang pernah dekat dimasa lalu.
" wahyu? Ini kamu? Wahyu aku..."
Wahyu langsung menutup mulutku yang masih ingin berbicara
" sudah win kita bicara nanti, sekarang kita harus melakukan doa untuk mengakhiri acara pemakaman ayah dan juga putra semata wayangmu"
Wahyu adalah anak dari sekertaris ayah yang dulunya bekerja pada ayah tapi semenjak mas irfan menggantikan posisinya aku sudah tidak pernah bertemu dengannya atau hanya sekedar mendapat kabarnya
" iya yuu..."
Aku kembali memalingkan wajahku untuk menatap kedua gundukan tanah yang masih basah ini, kusimpuhkan kedua lututku di antara dua gundukan itu dan mengangkat tangan untuk mendoakan mereka berdua. Beberapa orang yang hadir dalam acara pemakaman sudah mulai berpamitan padaku, hanya wahyu seseorang yang masih setia bersamaku saat ini.
" wahyuu..."
Aku yang masih fokus pada kedua gundukan tanah yang berada tepat di samping tubuhku mulai kembali menaburi bunga- bunga di atas tanah tersebut dan juga menyiram is botol air agar menyejukkan mereka di bawah sana.
" ilham.. ayah.. mengapa kalian pergi meninggalkanku secara bersamaan padahal aku masih sangat membutuhkan kalian untuk melangsungkan kehidupan sehari- hariku"
" sekarang tidak akan ada lagi tangis di malam hari yang akan membangunkan ku dan juga tidak ada seseorang yang akan menyemangati ku di kala aku jatuh, serta tidak akan ada lagi usapan tangan diatas kepalaku"
" ilham ibu rindu, ibu sudah dingin menggendong mu lagi dan ayah aku ingin merasakan di elus lagi olehmu"
Aku kembali menangis meneteskan air mata yang jatuh pada kedua gundukan tanah yang masih basah itu isak tangisku semakin saja nyaring, tapi kembali lagi suara wahyu menyadarkan ku untuk kembali berserah diri dan juga menerima keadaan ini.
" win sudah cukup kamu tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan ini karena itu tidak diperbolehkan, kamu mengerti kan maksudku apa?"
" iya yu aku paham maksud kamu, tapi diri ini sudah tak kuasa menahan sakit yang sangat teramat. hatiku sudah hancur yu sepertinya aku ingin ikut mereka pergi, tapi karena permintaan ayahku aku harus bangkit dan memulai hidup baru untuk memperbaiki kehidupan lamaku yang hancur berkeping-keping tak tersisa apapun"
Aku yang sudah tak tahan malah mencurahkan isi hatiku pada wahyu
__ADS_1
" ya jika memang kamu masih merasa sesak maka teruskanlah, aku tak mau melarang mu karena aku tahu bagaimana menahan rasa sakit tanpa tangis itu sangat menyakitkan hati ku dan bahkan membuat dadaku sesak seperti kekurangan oksigen"
" tidak yu aku tidak mau, aku tidak akan menangis lagi cukup kali ini saja aku menumpahkan air mata yang menderai dengan berlebihan"
Begitu jawabku pada wahyu yang sebenarnya aku tak mau ia berusaha menenangkan diriku karna ia tak benar benar tau apa yang sedang kurasakan.
" baiklah jika memang kamu sudah selesai mari kita pulang"
" tidak yu aku tidak mau pulang sekarang, jika kamu memang ingin pulang, pulanglah terlebih dahulu aku nanti akan segera menyusul mu"
" jika memang kamu tidak ingin pulang maka aku tidak akan pulang aku akan menunggumu disini sampai kamu juga ikut pulang bersamaku"
" kenapa kamu keras kepala yu! Aku masih ingin berada disini sendirian"
" baik aku akan meninggalkanmu di sini sendirian sesuai dengan permintaan mu tapi aku akan menunggumu di mobilku, aku tidak mau tahu kamu harus ikut denganku biarkan mobilmu dijemput oleh dijemput oleh supir almarhum ayahmu"
Aku menarik nafas panjang karena tadi aku sudah mengeluarkan emosi yang berlebihan saat menjawab ajakan dari wahyu yang sejatinya dia ingin menemaniku dalam kesedihanku yang masih baru
" kalau bisa kamu jangan lama-lama ya win di sini karena langit sudah tampak menghitam yang sepertinya akan turun hujan deras di kota"
" iya iya bawel banget sih!"
Aku kembali menjawab permintaan wahyu dengan ketus karena wahyu sangat teramat menyebalkan dan juga cerewet seperti ibu ibu yang menemukan gosip hangat di pagi hari
Wahyu yang sudah mendengar perintah ku akhirnya pergi melangkahkan kakinya untuk menjauhiku demi kenyamanan ku untuk memiliki waktu sendiri
Aku kembali meratapi kedua gundukan deni kembali menangis sejadi jadinya namun aku akan berjanji setelah tangisan kali ini aku tidak akan lagi menangis karena aku harus menjadi wanita yang kuat seperti yang di impikan ayah bahkan aku percaya bahwa ilham juga menginginkan hal yang sama yaitu untuk menghancurkan apa yang telah menghancurkan diriku
Selang sekitaran 10 menit berlalu nampaknya beberapa tetesan tangis dari langit mulai membasahi bumi. aku yang masih merindukan dan masih ingin bersama dengan kedua orang yang sangat kucintai ini mengabaikan air hujan tapi saat kepalaku menatap kearah langit payung hitam muncul di atas kepalaku ia tak membiarkan diriku basah kuyup seperti area pemakaman yang sudah mulai basah sepenuhnya
" ayo kita pulang sekarang win ini sudah hujan lo nanti kamu sakit dan kalau kamu sakit pasti ayah dan juga dua hati kamu akan merasa sedih melihat dirimu yang sedang terbaring lemah dan tak berdaya.
Kata kata wahyu benar juga, aku harus menjaga kesehatanku kalau tidak satu satunya keinginan ayah tidak akan terkabul
__ADS_1
" sini..."
Tangan wahyu menjulur di depan wajahku, ia ingin membantuku untuk bangun dari posisi bersimpuh dengan keadaan gamis hitamku sudah sebagian terkena lumpur karna hujan yang turun secara tiba tiba
" tidak usah aku bisa sendiri"
Aku menolak tangan wahyu yang sudah berada tepat di depan wajahku tapi sepertinya sial sekali sandal yang kupakai ternyata sempat sedikit tenggelam di tanah yang basah dan saat ku angkat jepitan sandal itu terlepas
" kamu gimana sih win gabisa hati-hati sedikit apa? Selalu aja terburu buru"
" ih kok jadi salah aku sih bukannya kamu yang meminta aku untuk segera pergi dari tempat ini"
" iya iya baiklah terserah kamu dari kecil kamu memang selalu benar dan pastinya tidak pernah salah, sekalipun kamu salah pasti itu karena aku"
" apaan sih gak jelas lebih baik kita harus menuju mobil sekarang"
" tunggu tunggu bagaimana dengan kakimu nanti kakimu kotor dong"
" oh memangnya kenapa kalau kakiku kotor apakah kamu tidak sudi jika mobilmu menjadi kotor karena kakiku ini?"
" nah kan malah jadi aku yang salah lagi maksud aku itu nanti kaki kamu kotor loh lebih baik kamu memakai sandal punyaku saja"
Aneh sekali pikirku bagaimana ia bisa berniat memberiku sandal yang ia pakai hanya untuk menjaga kakiku tetap bersih sementara kakinya akan menjadi kotor karena aku
" gak usah wahyu aku akan berjalan tanpa alas kaki saja nanti sebelum sebelah kakiku yang kotor ini masuk ke dalam mobil kamu, aku akan membersihkannya dulu dengan air hujan yang mengucur di sisi mobil kamu"
" kamu emang suka yang ribet ya dari dulu tetap aja kayak windi yang aku kenal sebagai wanita aneh"
" ah kamu emang tetap jadi cowo yang paling nyebelin di dunia ini!"
" terserah kamu mau apa yang penting aku harus segera membawamu pergi dari sini"
Dengan menyelesaikan perkataannya wahyu memapah tubuhku untuk dia gendong dan rasanya.....
__ADS_1