
Usai sholat dan mengaji, Sarah turun kebawah untuk menyiap kan makanan untuk vegas. Suasana mansion sepi karena mereka semua pergi kemansion utama.
"Beneran cuma kita berdua yang tinggal malam ini." Vegas sedikit tidak percaya.
"Mama hana mau nya gitu, Ya nurut lah semua nya." Jawab sarah mengambil piring untuk vegas.
"Mereka ingin kita menghabis kan malam berdua saja." Cetus vegas.
"Mama berlebihan, Walau pun mereka di sini kan kita di dalam kamar." Ucap sarah.
"Ngapain kita di dalam kamar?" Pancing vegas.
Sarah sedikit melirik vegas yang memancing nya, Vegas menduga jika sarah pasti akan tersenyum malu. Namun ternyata sarah malah bangkit mendekati dan mengelus pundak nya.
"Kita buat adik untuk shaka." Jawab sarah membuat vegas merinding.
"Ka kau tidak malu?!" Kaget vegas gelagapan.
"Malu kenapa? Kan kamu sekarang suami aku, Kalau sama orang lain ya malu lah." Jawab sarah santai.
"Ayo gas lah." Ajak vegas menarik tangan istri nya.
"Gas, Gas! Makan dulu." Sarah menduduk kan vegas kembali.
Mungkin dalam hidup vegas baru pertama kali ini ia merasa sangat bahagia, Mendapat kan wanita yang sangat ia cintai sejak lama. Di tambah meski sarah tidak bisa punya anak, Kini sudah ada shaka.
__ADS_1
"Jalan tuhan sangat lah berliku liku untuk kita bersama." Ujar vegas.
"Jodoh itu tidak kemana." Jawab sarah.
"Kau dulu menolak ku karena tidak punya rasa, Apa sekarang rasa itu sudah ada?" Tanya vegas.
Sedikit kaget sarah dengan pertanyaan vegas, Ia bingung untuk menjawab apa. Meski sarah senang bersama vegas, Namun ini masih belum bisa di katakan rasa cinta untuk suami.
"Perlahan rasa itu akan ada, Tolong bersabar lah dulu." Pinta sarah.
"Tidak masalah walau pun aku harus menunggu bertahun tahun, Kau ada di samping ku saja sudah cukup membuat ku bahagia! Jangan memaksa kan hati mu untuk mencintai ku, Biar aku saja yang mencintai mu." Vegas berkata dengan tulus untuk sarah.
"Tidak adil jika hanya sebelah pihak yang mencintai vegas, Aku yakin suatu saat nanti cinta ini akan tumbuh." Janji sarah.
"Di kamar tadi aku manggil apa?" Bingung sarah dengan perubahan vegas.
"Masa sih sar gitu saja lupa!" Kesal vegas.
Tersenyum geli sarah melihat vegas yang merajuk begini, Sejujur nya ia ingat dengan panggilan itu.
"Iya papa shaka." Ucap sarah.
"Tidak dengar!"
"Papa shaka."
__ADS_1
"Duh kuping ku kok tiba tiba budek." Keluh vegas.
"Iya papa shakaaaa!!"
Jeritan kencang di telinga nya membuat vegas kaget, Namun tangan nya masih sempat menarik pinggang sarah dan menduduk kan di pangkuan nya.
"Aku bahagia." Bisik vegas.
Sarah memeluk vegas dan mengelus kepala nya dengan perlahan, Jika seperti ini vegas mirip dengan anak kecil yang sedang bermanja kepada ibu nya.
"Kepala yang bawah juga dong sayang." Bisik vegas.
"Heh vegas!"
Sarah ingin berdiri ketika di bokong nya ia merasakan sesuatu yang mengeras, Tapi vegas masih memegang nya erat.
"Kata nya mau buat adik untuk shaka." Rayu vegas memasukan tangan nya dalam kaos sarah.
"Makan dulu, Tuh masih banyak makanan nya." Sarah menahan tangan vegas.
"Aku mau nya makan kamu." Vegas berhasil menyentuh benda kenyal itu.
"Vegas..
Sarah terbuai dengan tangan vegas yang bermain dengan lincah, Bibir mereka pun bertemu satu sama lain nya.
__ADS_1