Jangan Cintai Aku Lagi

Jangan Cintai Aku Lagi
Si mati rasa


__ADS_3

Matahari sudah mulai tinggi menunjukan kalau hari semakin siang, Namun sarah dan vegas masih terlelap dalam tidur nya.


"Mereka tidur sekamar?" Tanya kaisar pada hana yang menggendong shaka.


"Tidak! Sarah tidur di kamar shaka." Jawab hana.


"Tapi bisa saja vegas masuk lagi kekamar shaka dan mereka melakukan hal yang tidak baik." Kaisar sedikit khawatir.


"Vegas memang masuk kedalam kamar shaka, Tapi dia hanya menenang kan anak nya yang terus rewel semalaman! Mana sempat mereka mau mencari keringat pa." Sentak hana emosi.


"Jangan emosi dong sayang." Kaisar menggerutu.


Tak lama vegas turun dari kamar nya di lantai tiga, Wajah nya pun belum segar karena begadang sambil momong bayi sangat lah melelah kan.


"Baru bangun nih papa muda." Sapa kaisar.


"Papa ngapain kayak orang takut gitu?" Tanya vegas.


"Papa kamu memang lagi takut! Takut kalau kamu main gila sama sarah tadi malam." Cetus hana.


"Sayang tidak begitu." Ralat kaisar.

__ADS_1


"Papa kok bisa sih mikir gitu?! Padahal vegas sama sarah tadi malam tidak bisa tidur karena shaka rewel loh." Kesal vegas.


"Ya maka nya kamu nikah saja sama sarah biar papa tidak cemas." Jawab kaisar.


"Apa papa pikir gampang saja mau nikah sama si mati rasa itu?!" Sengit vegas.


"Siapa si mati rasa?!"


Mereka langsung menoleh kaget karena sarah sudah berada di dekat mereka, Dan pasti sarah dengar jika vegas menyebut nya mati rasa.


"Papa mau sarapan lagi tidak?" Hana mengalih kan topik.


"Enggak ma, Papa masih kenyang." Tolak kaisar.


Wusshh.


Vegas langsung lari meninggal kan mereka yang masih bengong, Sarah hanya melirik nya tidak senang.


"Bisa kita bicara sarah?" Pinta kaisar.


Sarah duduk di sofa tepat di hadapan kaisar, Hana juga ikut duduk sambil menepuk nepuk lembut pantat nya baby shaka.

__ADS_1


"Kini lia sudah tidak ada, Bahkan dia meninggal kan putra yang lucu untuk kita rawat! Sebelum meninggal dia pun berpesan agar kau menikah dengan vegas, Apa kau ingin menikah dengan nya nak?" Tanya kaisar ingin kepastian.


"Sarah harus minta persetujuan papa dulu om." Ujar sarah.


"Yah kamu memang harus membicarakan pada papa mu bagai mana baik nya, Akan lebih baik jika dion setuju kamu menikah dengan vegas." Sambung kaisar.


"Nanti sarah akan bicara pada papa." Sahut sarah.


"Sebelum bicara pada papa mu sarah, Tante ingin tahu dulu perasaan mu untuk vegas bagai mana?" Tanya hana.


"Saat ini perasaan adalah nomer belakang tante, Bukan kah vegas dan lia menikah tanpa melibat kan perasaan?!" Jawab sarah.


Deg.


Hati vegas bagai kan di ketuk dengan pukul besi mendengar jawaban telak sarah, Mungkin nasip vegas akan sama seperti lia jika menikah dengan sarah.


"Jadi kamu tidak mencintai vegas?" Tanya kaisar.


"Sejak perceraian saya, Saya tidak ingin lagi terlibat dengan urusan cinta om! Namun kini saya mempertimbang kan nya untuk shaka." Tegas sarah.


"Coba lah buka hati mau nak, Kasihan vegas jika kamu tidak mencintai nya." Pinta hana.

__ADS_1


"Bukan kah dulu lia juga tidak di cintai oleh vegas tante! Semua yang kita tanam maka itu lah yang akan kita tua." Tegas sarah lagi.


Kedua orang tua vegas terdiam karena sarah ternyata bisa bermulut pedas, Walau pun mereka mengakui kalau ucapan sarah benar semua.


__ADS_2