Jangan Cintai Aku Lagi

Jangan Cintai Aku Lagi
meninggal?


__ADS_3

Perkataan darinya membuatku bingung saja apa iya wahyu belum sepenuhnya tau untuk menjalankan perusahaan, tapi aku tidak akan suudzon dulu aku akan membuktikannya dengan tetap memberinya posisi yang sama


Setelah semuanya selesai aku langsung menuju ke kamar ayah, tapi kali ini aku benar-benar dibuat terkejut kenapa wahyu menangis?


" yu ayah kenapa?"


" ayah udah gaada win"


Apa? Kudapati tubuh ayah yang memang sudah lemas dan wajah yang pucat pasi


" apaan si yu tadi ayah masih baik baik aja, gamungkin ayah dalam waktu kurang dari sejam bisa ninggalin aku"


" aghhhhh"


Aku berteriak sekeras kerasnya bagaimana bisa semua ini terjadi? Ayah, kenapa aku harus kehilangan dia lagi


" dimana suster? Dimana yu?"


Aku bertanya kepada semua orang yang berada di kamar ayah, tapi sayang mereka hanya tertunduk dan terlihat menyeka air mata


" kenapa kamu gapanggil aku dulu yu kalau ayah kritis tadi"


" gimana aku bisa bilang win! Jika kamu mengurus hal yang sangat penting "


" tapi ayah lebih penting yu dari pada apapun!"


Tegasku pada wahyu


"Sekarang jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada ayah! Kenapa bisa jadi seperti ini"


" aku juga tidak tau win mendadak nafas ayah terlihat tersengal, tapi saat selang oksigen akan aku pasangkan, aku baru sadar tidak ada oksigen di dalam tabung ini"


" dimana suster? Kenapa kamu tidak memanggil dirinya tadi!"


" aku udah manggil manggil dari tadi tapi gada yang datang"

__ADS_1


Tiba tiba seseorang yang biasa dipanggil suster mendadak muncul ketika semua sudah berada diluar genggamannya


" dari mana saja kamu bak! Kamu gabisa jagain ayah? Hah? Kenapa kamu sangat ceroboh! Apa masih kurang uang yang kami berikan untuk merawat ayah"


Suster itu mematung meski sudah kuluapkan semua emosiku, tapi ada hal aneh pada wanita yang memakai masker kesehatan ini, dan benar saja akhirnya tubuh yang berdiri di samping tubuhku tergeletak ke lantai


" a- apa yang terjadi pada dia yu? Kenapa semuanya kacau begini? Awww kepalaku juga mulai pusing"


Pandanganku menggelap kepala ini rasanya sangat berat dan kaki ini tak lagi mampu menumpu berat tubuh hingga tubuh ini terhuyung ke lantai dan hilang pandangan ataupun ingatan


Sayup sayup bunyi suara tangisan dari beberapa pita suara mulai terdengar semakin jelas, tubuh yang rasanya seperti tak memiliki secuil tenaga pun mulai tersadar bahwa tubuh ini berada diatas ranjang.


Ayah? Itu yang pertama kali kuingat, baru beberapa bulan lalu aku harus kehilangan ayahku, ayah kandungku tapi sekarang ayah yang bisa mengganti sosok ayahpun pergi meninggalkan aku sendirian lagi.


"Win, udah ngerasa enakan? Apakah kamu bisa mengantar ayah untuk beristirahat selama lamanya"


" wahyu...kenapa ayah pergi?"


" sttttt,,, diamlah win. Kamu harus tenangkan diri kamu lebih dahulu kita harus mengantarkan ayah sekarang "


Aku bergegas bangun dari tidurku, meskipun masih ada sedikit rasa pusing yang menempel di kepala ini.


Iringan segerombolan orang memenuhi jalan menuju area pemakaman, tempat yang sama dengan posisi pemakaman ayah kandungku.


Berat sekali rasanya dalam kurun waktu yang singkat aku harus melihat area liang lahat yang akan menenggelamkan orang orang yang kucintai.


" selamat tinggal ayah hadi, tunggu windi disana untuk kembali bersama semua yang windi cinta"


Air mata ini terus mengucur walaupun satu persatu manusia mulai beranjak meninggalkan area pemakaman


Kusimpuhkan seluruh tubuh ini didekat gundukan tanah yang masih basah, mengelus elus batu nisan bertuliskan nama orang yang sudah berjasa padaku.


" win ayo kita pulang"


Ajakan wahyu membuyarkan lamunanku pada batu nisan yang masih kuusap perlahan

__ADS_1


" kenapa kita harus pulang yu? Kalau rumahku berada disini? Bahkan semua rumahku sudah hancur! Aku harus pulang kemana?"


Aku merasa hancur lagi kenapa tidak? Jika semua orang yang harusnya bisa memberi sandaran bagai rumah kini telah meninggalkan diri ini.


" win aku tau, bahkan ini adalah ayahku tapi aku tidak mau terlalu larut dalam kesedihan kamu tau bukan? Itu tidak baik"


" iya aku tau tapi akan lebih buruk jika aku tau siapa yang sudah sengaja membunuh ayah"


" a- apa maksud kamu win?"


" iya begitu maksudnya yu, masa kamu gapaham"


" kamu beranggapan ayah dibunuh? Ga win itu murni karna ketidaksengajaan dan lagipun ajal sudah ditentukan kan win? Jadi aku mohon lupakan kejadian tadi dan mari kita mulai lagi dari awal. Berdua bersamaku, karna ayah sudah menitipkanmu padaku"


Aku tak terlalu mengabaikan perkataannya karna aku masih ingin melepaskan semua rasa sedih yang masih memeluk erat tubuh ini


Akhirnya aku memutuskan untuk pulang kerumah, rumah yang katanya adalah milikku.


Buru buru aku pergi kedalam kamar dan langsung membersihkan diri dengan mengguyurinya air bersih.


aku yang masih heran dengan kejadian tadi tak henti hentinya berfikir bagaimana bisa semua kejadian itu terjadi.


Kulangkahkan tubuh ini menuju ruangan, dimana semua kamera cctv bisa diperlihatkan. Tapi sayang seorang penjaga dirumah ini menghalangi tubuh ini untuk masuk kedalam


" maaf nya, anda tidak diperkenankan masuk kedalam ruangan ini jika tidak terlalu penting"


" jadi saya juga tidak diperkenankan untuk menjaga rahasia anda dong?"


Tanyaku pada seseorang yang berani menghalangiku


" ini rumahku, aku tau segalanya termasuk apa yang sudah kamu lakukan pagi tadi dengan suster itu. Jadi sekarang lebih baik kamu minggir sekarang "


" tapi tuan wahyu tidak mengizinkannya nyonya"


" jadi kamu ingin uang ini dan mencari pekerjaan lain atau berurusan dengan polisi? Semua ini ada ditangan kamu! Kamu yang memutuskan"

__ADS_1


__ADS_2