
"Mau beli apa lagi sayang?" Tanya vegas saat sudah selesai belanja.
"Aku mau beli dalaman dulu lah di sana." Tunjuk sarah pada toko pakaian dalam.
"Ayo."
Vegas berjalan lebih dulu sambil menggendong shaka, Belajaan mereka sudah di bawa sopir masuk mobil.
"Ini bagus sar." Vegas memberikan yang berwarna merah.
"Iih kok kayak gitu! Mana muat untuk menutupi." Seru sarah.
"Kan jadi sexy kalau tidak tertutup semua." Goda vegas.
"Enggak ah, Mesum kamu." Sarah menolak pilihan vegas.
Tapi sarah tidak sadar ketika vegas memasukan kedalam keranjang belanja nya, Sang pelaku tersenyum senang.
"Ayo aku sudah selesai." Ajak sarah ingin membayar.
"Cepet banget, Pilih dulu dong yang lain." Vegas sedikit kaget karena sarah tak banyak memilih.
"Aku udah ambil dua lusin ini." Sarah menunjuk keranjang.
"Enggak mau ambil itu sar untuk menyenang kan suami." Vegas menunjuk lengerie yang ada di manekin.
"Aduh vegas, Baju kayak gitu mahal tahu." Jawab sarah.
"Ambil lah satu saja." Bujuk vegas sedikit memaksa sarah.
Meski mengelai nafas panjang, Namun sarah tetap meminta penjaga toko mengambil nya dan sekarang di bawa kemeja kasir.
"Nih kartu nya, Keburu di baikin aja." Rutuk vegas memberikan kartu hitam yang sangat berharga.
"Enggak, Aku pakai punya ku saja." Tolak sarah mengambil uang dari dompet nya.
"Apaan sih sar?!" Kesal vegas membanting kartu nya.
Kasir kaget dan juga kasihan melihat kartu yang tidak terbatas itu malah di banting seenak nya, Melihat vegas yang naik darah. Sarah segera mengambil dan membayar dengan kartu vegas.
"Kok masih manyun saja papa shaka?" Tanya sarah menggandeng tangan suami nya.
"Enggak!"
__ADS_1
"Maaf kalau aku salah, Aku cuman tidak enak saja kalau sering pakai uang kamu." Ujar sarah.
"Ya kan kamu istri aku sar!" Sengit vegas.
"Ohh iya maaf kan istri mu ini tuan vegas, Ayo kita pulang." Sarah semakin erat memegang tangan vegas dan menarik nya pulang.
Sudah banyak orang yang menatap mereka karena suara vegas yang meninggi tadi, Apa lagi suasana mall memang sedang ramai.
"Awas saja kalau kamu begitu lagi." Ancam vegas.
"Iya sayang."
"Sekali lagi." Pinta vegas.
Namun sarah menggeleng, Karena pertengkaran kecil itu. Sarah sampai lupa untuk mengungkit masalah dalaman yang hanya tali itu.
Bruuk.
Pundak vegas di tabrak oleh seorang gadis yang berjalan, Vegas langsung panik karena takut shaka kenapa napa.
"Maaf kan saya tuan vegas." Ternyata riska yang menabrak nya.
Pandangan riska bersiborok dengan sarah, Rasa benci gadis ini belum juga hilang pada sarah.
"Apaan sih sar?! Sok peduli banget kamu sama anak tiri juga! Mau cari muka ya?" Riska langsung sinis.
"Kamu yang apaan riska! Bukan nya minta maaf malah menuduh orang." Ketus sarah.
"Halah belagu banget kamu jadi orang, Ingat sar dulu kamu numpang makan di rumah aku!" Ucap riska menunjuk wajah sarah.
"Kau tidak berhak mengungkit masalah itu lagi, Ibu nina juga sudah menerima uang ganti rugi dari papa!" Sentak sarah.
"Oohoho sekarang punya papa ya?! Oh malah kamu menikahi suami kakak sendiri." Ejek riska.
"Lalu kenapa jika sarah menikahi aku? Apa kau iri?!" Vegas membuka suara.
Riska langsung melotot tajam karena vegas terlihat membela sarah, Dan yang membuat riska panas. Vegas merangkul sarah dengan erat.
"Kau kalau secilia tidak mati pasti lah tidak jadi istri nya tuan vegas sar! Atau jangan jangan kau senang ya kakak mu mati?!" Tuduh riska tanpa perasaan.
Plaak, Plaak.
Dua kali sarah menampar wajah riska, Bahkan sudut bibir riska tampak terluka dan mengeluar kan darah.
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak makan sampah riska, Mulut nanti mengeluar kan omongan yang sangat busuk!" Kecam sarah.
Vegas tidak ingin istri nya semakin emosi, Ia langsung menarik pergi menuju halaman parkir.
...****************...
Ingin sekali rasa nya vegas mendatangi riska malam ini untuk mencabik cabik mulut nya, Karena kini sarah terus saja menangis usai pulang dari mall.
"Sayang udah dong nangis nya." Buju vegas duduk di sofa.
"Aku bahkan tidak tahu menangis karena apa." Ujar sarah.
Vegas memeluk sarah dengan erat, Karena ia tahu bahwa sarah menangis karena ingat dengan lia. Bagai mana pun sarah merasa bersalah, Karena dia lah vegas tidak pernah mencintai secilia.
"Ini bukan salah mu, Semua sudah di atur oleh allah." Ujar vegas membelai kepala sarah.
"Pasti lia juga ingin mendapat perlakuan seperti ini darimu." Lirih sarah.
"Mau bagai mana lagi, Saat itu aku tidak bisa bersikap manis kepada dia karena tidak ada rasa cinta." Ujar vegas.
"Apa untuk ku ada cinta?" Tanya sarah mendongak.
"Perlu kah kau bertanya, Bahkan aku lebih mencintai mu dari pada nyawa ku sendiri." Jawab vegas.
"Terima kasih sudah mencintai diriku yang tidak sempurna ini." Ucap sarah mencium bibir suami nya sekilas.
"Apa kau mencintaiku?" Tanya vegas.
Sarah menatap mata vegas yang terlihat kelam, Wajah yang tampan. Dan juga sikap yang lembut, Wanita mana yang tidak jatuh cinta pada vegas.
"Apa ada alasan aku tidak mencintai mu?" Sarah bertanya balik.
"Ada! Bukti nya dulu kau selalu menolak ku, Bahkan sekarang kita menikah hanya karena kau ingin mengasuh shaka." Jawab vegas tersenyum getir.
"Tidak! Saat kita sudah resmi menjadi suami istri, Saat itu pula lah aku sudah mencintai mu. Karena itu kewajiban ku sebagai seorang istri, Di tambah kamu sangat baik kepadaku." Jawab sarah.
"Sungguh?!"
"Aku mencintai mu papa shaka." Bisik sarah lembut.
Air mata vegas tiba tiba saja meluncur karena sangking bahagia nya, Akhir nya kini vegas berhasil mendapat kan hati dan juga jiwa sarah.
Meski vegas harus melewati rintangan yang tidak sedikit, Namun semua sekarang terbalas kan. Dalam hati ia berjanji akan mencintai istri nya hingga tua dan maut lah yang memisah kan mereka.
__ADS_1
End.