Jangan Cintai Aku Lagi

Jangan Cintai Aku Lagi
sinta


__ADS_3

" gapapa win malah aku suka bisa cerita sama kamu, aku gapernah mau cerita tentang ini kesiapapun. Tapi saat begini bersamamu aku jadi ingin menceritakan semuanya padamu karna kamutuh emang satu satunya tempat cerita yang paling nyaman buat aku dan pasti gapernah bocor dari dulu"


" alah kamu bisa aja! Yauda ayo cerita aja keluarin semua unek unek kamu disini!"


" jadi sebenarnya dulu mantan suamiku sangat mencintaiku tapi beberapa bulan terahir aku merasakan ada yang aneh pada dirinya.."


" aneh gimana sin?"


Tanyaku penasaran pada sinta


" iya pasti ada anehnya lah kalo lelaki udah mulai bosen sama kita atau bahkan udah ada tanda tanda kalau mereka selingkuh"


" iya maksud aku anehnya tuh gimana?"


" pasti ada yang beda win dari sikap mereka yang dulu, pulang gatepat waktu misal kalo sekali dua kali mungkin iya mungkin main sama temen kalo udah tiap hari gimana? Terus alasan yang mereka kasih mulai gamasuk akal"


Aku termenung sekejap, mengingat ingat tentang mas irfan yang belakangan ini mulai sering pulang lebih lambat dari biasanya, tapi aku tidak pernah mencurigainya melakukan perselingkuhan karna pasti jika ia selingkuh dikantor ayah pasti melihatnya. Tapi kalau di luar kantor gimana ya? Ah gamungkin gamungkin ini cuma overthingking aja yang udah nguasain fikiran aku karna udah dengerin cerita sinta. Itukan dia bukan aku, semua lelaki gasamakan.


" heii win! Malah ngelamun, aku lanjutin cerita aku ganih?"


" iya lanjut dong sin"


Pintaku pada sinta meskipun itu dapat merakit faktor overthingking ku pada kelakuan mas irfan


" jadi pas aku telusuri semua kecurigaanku emang bener, mantan suami aku main gelap di belakang aku. Dia selingkuh dengan teman kantornya win, aku sedih banget kalo inget kejadian yang kelam itu"


Mana sinta terlihat mulai mengemang beberapa tetes air mata yang sengaja ia tahan agar tidak jatuh


Aku berusaha menenangkan sinta dengan menepuk nepuk bahunya sembari mengucapkan beberapa kali untuk ia berusaha kuat dan sabar menerima kejadian yang membuatnya terluka


" udah ya sin jangan sedih, aku tau kamu pasti kuat kok! Sabar yaa esok hari pasti kamu bakalan dapet pasangan yang lebib baik dari dia yang pernah membuatmu terluka sebelumnya. Untuk sekarang mending kamu fokus aja nitih karir kamu"


" makasih ya win udah nguatin aku berkali kali. Aku pasti fokus sama karir aku dulu win aku gamau lagi nanti terlalu bergantung sama laki laki"


Sinta mulai mengusap kedua kelopak matanya yang ikut basah sebab tangisan kecilnya tadi


" hei sin ayo balik! Jam istirahat udah hampir habis! Ayo cepetan"

__ADS_1


Pekik seorang lelaki yang melambaikan tangannya pada sinta sembari meneriakinya untuk segera kembali ke kantornya


" iya iya bentar kooo..."


Sahut suara sinta pada temannya


" duh maaf banget ya win, kayanya waktu kita gabanyak buat bincang bincang kaya gini. Gimana kalo kita atur jadwal lain waktu aja? Nanti aku kabari kalo udah dapet cuti biar obrolan kita lebih puas "


" aaa iya deh sin gapapa kok, udah sana nanti lambat loh"


" iya iya win, ini kartu nama aku! Jangan lupa hubungin aku loh"


Sinta menyodorkan kartu nama kepadaku dan kemudian berlari kecil menghampiri teman teman yang menunggunya


Sinta yang sudah hilang di balik pintu membuat diriku teringat untuk segera pulang karna waktu sudah memasuki hampir sore hari


" baiklah aku akan menyimpan nomer ini nanti saja aku akan segera memesan ojek online dan pulang dengan jajanan pasar yang kubeli tadi"


Dengan menunggu beberapa menit saja di pinggir jalanan yang ramai sekali kendaraan berlalu lalang, akhirnya yang kutunggu telah tiba


" maaf buk ini dengan ibu windi bukan?"


Dengan mengiyakan bahwa aku yang memesan jasa tukang ojek tadi, kamipun melaju kembali kerumah dengan perasaan yang sudah sulit ditebak karna semua perasaan yang kini terterka perasaan yang tak tak tentu ntah karna aku merasa bahagia karna bertemu temanku atau merasa sedih atas beberapa aungan dari mulut jahat manusia tadi


Percakapan percakapan kecil terjadi di atas motor meskipun sebenarnya pasti ada obrolan yang kurang nyambung karna suara angin yang riuh menghalangi proses pendengaran yang jelas


Setelah kurang lebih lima belas menit berada di atas motor akhirnya aku dan ilham sampai didepan rumahku, tapi mengapa mobil mas irfan sudah berada di rumah bukannya ia masih akan pulang esok pagi?


Lekas lekas aku memasuki pagar rumah yang sudah terbuka untuk mengecek keberadaan mas irfan


Dan benar saja mas irfan sudah berada di teras rumah, ia duduk melonjorkan kakinya dan mendekapkan kedua tangannya sembari menatap kedatanganku dengan sangat sinis


" duh ya allah pasti mas irfan akan memarahiku lagi karna aku membuat ia mmenunggu"


Dengan perasaan yang mencuat rasa takut dan hati yang sudah bergemuruh bak suara seram cambukan langit dengan desiran angin kencang aku berusaha tetap tenang dan memberanikan diri mendekati mas irfan yang sedang dalam posisi selonjoran berada tepat dipintu


" mas ko uda pulang? Bukannya masi nanti malem ya?"

__ADS_1


Tidak ada jawaban apapun yang terucap dari bibir mas irfan yang masih tetap terkatup, hanya saja mata yang awalnya menatap lurus kearah pagar kini mulai mencuat melukis pandangan tajam pada tubuh yang selalu saja salah ini


" mas ko ga..?"3


" bruukkkk brukk Brukkk"


Suara kepalan tangan yang dibenturkan kepintu memberi jawaban lain atas pertanyaanku. Mas irfan dikuasai kemarahan yang membara hingga mulutnya yang tak mau berkata melampiaskan pada benda mati


Buru buru aku membuka pintu yang masih dalam keadaan terkunci itu, saat mas irfan melihat pintu yang sudah terbuka langsung saja ia masuk dengan penuh amarah tentu saja dengan karakternya memukul mukul barang yang ia lihat


Aku yang masih menahan beban tubuh ilham langsung berjalan ke kamar ilham untuk meninggalkannya sebentar dan bermain sendirian, sebab aku takut ia akan terkena dampak kemarahan mas irfan yang masih membuncah.


" nak kamu disini dulu ya nak..."


Sembari melepaskan ikatan simpul di bagian belakang tubuhku


Melihat ilham yang masih tenang dan sepertinya tak akan menangis ketika kutinggalkan langsung saja aku kembali pada tempat dimana mas irfan berada


* ruang tamu*


" mas mau aku buatin kopi?"


" ya ya tentu saja, cepat siapkan kopi dan juga pesankan nasi geprek yang biasa aku pesen ituloh di aplikasi!"


" baik mas"


Dengan perasaan yang masih amburadul dengan rasa takut, aku terus melakukan semua perintah yang ia suruh


Setelah menyelesaikan tugas pertama yaitu membuat kopi kini tinggal kusuguhkan saja secangkir kopi ini pada mas irfan dan menunggu kedatangan jasa antar makanan


" mas ini kopinya"


Mas irfan hanya sekilas menatap tubuhku yang ingin meletakkan tubuh ini di atas sofa. Namun,,


" eh eh tunggu tunggu, kamu mau ngapain? Duduk gitu?"


" iya mas, memangnya mas butuh apalagi?"

__ADS_1


Tanyaku pada mas irfan


" kamu mau santai santai santai aja gitu? Bukannya tadi kamu udah banyak waktu santainya diluar rumah? Sampe sampe rumah ini uda kaya kandang sapi yang gakeurus banget!"


__ADS_2