Jangan Cintai Aku Lagi

Jangan Cintai Aku Lagi
cafe


__ADS_3

" ini rumahku, aku tau segalanya termasuk apa yang sudah kamu lakukan pagi tadi dengan suster itu. Jadi sekarang lebih baik kamu minggir sekarang "


" tapi tuan wahyu tidak mengizinkannya nyonya"


" jadi kamu ingin uang ini dan mencari pekerjaan lain atau berurusan dengan polisi? Semua ini ada ditangan kamu! Kamu yang memutuskan"


Terlihat seorang lelaki dengan kisaran umur di kepala empat itu tampak kebingungan menghadapi pertanyaanku


" baiklah aku akan berikan uang ini sekaligus pekerjaan baru yang tentunya gaji perbulannya tidak akan lebih kecil daripada bekerja dirumah ini"


" tapi nyaaa saya akan mengundurkan diri dengan alasan apa?"


" terserah aku tidak mau tau tentang itu! Yang kamu harus tau ialah mau tidak mau kamu harus menuruti perkataan diriku sebelum kamu menyesal berada di dalam jeruji besi"


Ia nampak ketakutan, wajahnya nampak pucat pasi mendengar ancaman dariku.


" baiklah nyaa, saya menerima tawaran nyonya"


" baik, mana rekaman cctv itu"


Lelaki itu memberikan salinan rekaman cctv yang telah ia potong sebelumnya. Tapi aku sadar kalau ada yang janggal dari semua itu jadi mari kita bermain sekarang


* keesokan hari setelah semuanya resmi menjadi milik windi seutuhnya*


" win kamu udah siap?"


" tentu saja yu! Aku sudah sangat siap"


Wahyu mengelus kepalaku menjadikanku bak ratu dihatinya.


*lantai empat kantor*


" jadi perkenalkan, dia adalah pewaris tunggal perusahaan himawan *windi septiani*"


Banyak sorakan selamat dan tepuk tangan terdengar menggelitiki pendengaranku, lama sekali rasanya tak mendengar hal seperti ini, semenjak dari kelulusan sekolah menengah atas.


Hari demi hari terlewati dengan begitu sulit, ada banyak yang belum bisa kucerna dengan baik. Sulit rasanya menangani semuanya meskipun sudah ada wahyu menemaniku tanpa rasa lelah.


* suara ketukan pintu ruanganku*


" win boleh masuk ga?"


" siapa?"


" wahyu"


" oh masuk aja sayang"


Ya kali ini kami sudah resmi jadian tak lagi menjadi dua orang kakak beradik yang saling menjaga tapi sekarang sudah saling mencinta


" win aku ingin membicarakan sesuatu padamu, ini penting "


" ada apa yu?"


" PT kirana yang menjadi investor terbesar kita ingin menghentikan kerjasama kita dan akan menarik semua dana yang sudah diserahkan pada kita "


" maksud kamu apa yu? aku gapaham"


" kalau sampai hal ini terjadi kita akan rugi besar win, dan bahkan kita beresiko kehilangan perusahaan ini"


Aku begitu terkejut mendengar pernyataan pacar baruku ini, begitu sulit jalan yang harus kutempuhi. Baru saja aku bisa bergerak bebas di dunia luar dan dipercaya ayah untuk mengembangkan bisnis ini tapi apalah dayaku, aku tidak bisa apa apa dalam hal ini malah aku menghancurkan apa yang masih sedikit tersisa


" ke- kenapa bisa terjadi seperti ini yu?"


" proyek yang kita kerjakan mangkrak win, semenjak kematian ayahku. Dan bahkan uang yang masuk ke perusahaan ini saja sepertinya sudah terkena dampak korupsi"


" apa? Kenapa kamu baru mengatakannya yu, aku harus apa sekarang aku sangat bingung aku tidak bisa menyelesaikan masalah ini. Dan darimana kita harus mendapatkan banyak uang dengan waktu yang singkat sayang?"


Aku merengek tak karuan kepada wahyu yang sudah terlihat begitu pusing memikirkan kejadian ini

__ADS_1


Aku ingin menepis jauh jauh masalah yang kembali menerpa hidupku.


" sayang bolehkah aku memelukmu?"


" kamu serius win? Ini dikantor loh gimana kalo ada yang liat?"


" kalo ada yang liat memangnya kenapa sayang? Kamu malu punya pacar kaya aku?"


Tanyaku pada wahyu yang terlihat gelagapan


" gapapa ko win, aku cuma merasa kamu semakin berani saja"


Tanpa memikirkan apa yang ia katakan aku memeluk erat tubuhnya, hingga suatu ketukan pintu kembali menggema di ruangan


" ckkk"


Desisku karna ada seseorang yang berani menggangguku.


" siapa sih yang berani ganggu kita"


" udahlah win lebih baik kamu buka saja pintu itu"


" aku?"


" oke oke baiklah aku yang akan bukakan pintunya buk bos"


Begitu sahut wahyu padaku


Aku hanya tersenyum menyeringai dibelakang tubuhnya untuk peran yang sedang kujalani saat ini


" silahkan masuk"


" maaf bu, ada berkas yang harus ibu tandatangani sekarang"


Saat hendak mengambil berkas itu nampak sebuah wajah yang tak asing bagiku *sinta


" loh sin kamu kerja disini?"


" paan si sin, gausa sok formal gitu dong"


Sambil menepuk bahu kirinya yang masih terlihat seperti belum berteman lama denganku saja


" ada lagi yang harus kutanda tangani?"


" tidak ada win"


Aku kembali mendekati tubuh wahyu yang masih berdiri didepan meja kerjaku


" sayang ayo kita makan siang"


Aku menarik kerah kemeja dengan dasi biru belang putih yang melingkar di kerah leher wahyu


" win?"


" iya ada apa sin? Mau ikut juga? Kayanya jangan deh sin aku saranin cari pasangan dulu. Baru kita bisa double date bukan jadi nyamuk"


Tegasku pada sinta


" mmm ngga win aku cuma mau kembali ke ruanganku saja"


" oh baiklah sana"


Sinta berlalu pergi meninggalkan ruangan sehingga aku dan wahyu kembali menjadi sebuah pasangan di dalam ruangan.


Aku kembali mengecek salinan berkas yang sinta tinggalkan tadi


" kerja dia bagus juga ya sayang"


" i iya win katanya dia memang sudah berpengalaman dan bahkan menguasai di bidang itu"

__ADS_1


" kalau begitu gimana kalau kita naikin jabatan dia?"


" maksud kamu apa win? Diakan masih agak baru disini lagipun dia akan diangkat menjadi apa?"


Tanya wahyu yang sudah kuduga respon yang akan ia berikan


" sekertaris pribadimu sayangku, jadi kamu tidak perlu terlalu lelah menghadapi pekerjaan yang menumpuk"


" tapi win kenapa secepat ini? Kamu sadarkan apa yang kamu lakukan?"


" tentu saja sayang, lagipun sinta adalah teman baikku pasti dia akan bekerja keras untuk kembali membuat normal keadaan keuangan kita"


" baiklah jika itu maumu, aku akan menuruti maumu"


" bukan mauku sayang tapi maumu!"


Bisikku pelan agar tak tampak terdengar di saluran pendengaran wahyu


" kamu mengatakan sesuatu win?"


" stt lebih baik kita makan siang dulu lalu kamu bisa mengurus sinta, okey!"


Wahyu mengangguk dan membalas memegangi tangan yang kulingkarkan di bahu kirinya.


Kami menuju lantai bawah dengan eskalator untuk makan siang


" sayang kita ke cafe di dekat alun alun kota ya sayang"


Pintaku pada wahyu yang berada disamping tubuh ini


" aa eeee kenapa kesana win? Kan jarak tempuh yang harus kita lalui begitu lama. Nanti kita bisa terlambat dan bahkan kita ada rapat dengan perusahaan pak roy, investor teratas kita"


Wahyu nampak tak setuju dengan ajakanku karna hal yang sangat penting


" aku akan pergi sendiri saja, jika kamu tidak ingin mengantarkanku"


Beberapa langkah ku jauhi tubuh wahyu yang masih mematung didepan pintu masuk kantor


" tunggu win aku akan mengantarkanmu"


Seru wahyu dengan suara sepatunya yang berlari kecil mendekati diriku.


" bagus berhasil"


Gerutuku dalam diam


* sesampainya dicafe*


" cafe ini favorit aku banget tau yu, mulai dari SMA bahkan aku pernah kesini dengan ilham, tau ga waktu itu banyak banget mata yang tertuju sama aku dan ilham cuma gara gara kaki ilham ngejuntai mecahin gelas"


Aku tertawa dengan lepas untuk meredam tangisku yang hampir pecah


" lucukan yu?"


Aku kembali melanjutkan perbincangan


" hihi iya win lucu kok"


Wahyu menjawab singkat pertanyaan bodohku


" aku ingin bertemu manajer cafe ini"


" buat apa win? Makanannya ada yang gaenak? "


Tanya wahyu sambil melirik satu persatu makanan yang sudah tersaji didepan mataku


" oh tidak sayang, tidak begitu kok! Aku hanya ingin menemuinya saja, karna aku punya urusan dengannya"


" urusan apa win?"

__ADS_1


" cafe ini milikku sekarang..."


__ADS_2