
Beberapa bulan berlalu.
Kini keluarga besar dari kedua belah pihak sedang berkumpul di rumah sakit, Entah apa yang terjadi. Mereka tidak tahu karena lia tiba tiba saja pendarahan hebat.
"Dokter! Menantu saya belum waktu nya melahir kan, Kenapa ia sudah pendarahan hebat seperti ini?!" Panik hana.
Dokter tampak gelisah karena terlihat menyembunyikan sesuatu, Pak dion mendekati dokter yang akan mengoprasi putri nya.
"Apa pun yang terjadi, Tolong selamat kan anak dan cucu ku dok." Pinta pak dion bercucuran air mata.
"Sebelum nya saya ingin meminta maaf pada kalian semua, Karena saya telah menutup mulut atas kondisi kehamilan dari nona lia. Namun saya terpaksa menutupi hal itu karena permintaan nona lia! Lagi pula selama ini tidak ada yang pernah menemani nya kesini untuk cek kandungan." Ujar dokter ria.
"Apa yang terjadi pada istri saya dokter?!" Tanya vegas.
Meski vegas tidak mencintai lia, Namun beberapa bulan ini ia mulai merasa nyaman menemani dan juga menjaga lia yang selalu muntah.
"Anda suami nya? Kenapa anda sama sekali tidak pernah menamni nona lia cek kandungan tuan?!" Sengit dokter ria merasa kesal.
"Jadi kau tidak pernah menemani nya vegas?! Kenapa kau selalu mengabai kan putriku!" Sentak pak dion.
"Sudah pa tenang dulu, Kita harus mendoa kan lia." Hibur sarah pada papa nya.
"Jadi apa yang terjadi pada lia dokter? Anak itu selalu memberi alasan saat aku akan mengantar nya." Ujar hana sangat cemas.
"Nona lia mengidap kanker rahim stadium akhir, Sejak awal saya sudah mengatakan pada nya! Namun nona lia tetap mempertahan kan kandungan nya meski ia sangat menderita!" Jelas dokter ria.
Pak dion oyong seketika mendengar kondisi putri nya, Sudah tidak bisa berkata kata lagi ia karena hati pria tua ini sangat kacau.
"Apa kakak ku bisa selamat dokter?!" Sarah memegang tangan dokter.
"Maaf nona, Kita hanya bisa menyelamat kan salah satu nya." Jawab dokter ria.
"Apa maksud mu salah satu nya?! Kau harus bisa menyelamat kan anak dan istriku!" Sentak vegas tak kuasa lagi menahan air mata.
"Tidak bisa tuan! Dari awal saya sudah mengatakan itu kepada nona lia, Dan dia mengatakan bahwa dia ingin anak nya yang di selamat kan." Ujar dokter ria.
"Tidak! Aku tidak ingin kehilangan anak ku." Jerit pak dion.
"Maka kita akan mengorban kan bayi nya, Namun meski saat ini nona lia selamat! Belum tentu kanker nya bisa hilang." Tegas dokter lia.
Terdiam seketika mereka mendengar ucapan dokter ria, Vegas bagai kan terhempas dari kedalam jurang yang sangat dalam.
__ADS_1
Rasa penyesalan kian mendalam di hati vegas, Terlintas di hati nya ketika ia sering membentak istri nya dan kadang juga mengacuh kan lia.
"Bisakah aku bicara padanya?" Pinta vegas.
"Silah kan, Nona lia juga dalam keadaan sadar saat ini." Ujar dokter ria.
Vegas masuk kedalam ruangan lia akan di operasi, Melihat lia yang terbujur dengan wajah pucat dan juga perut membuncit. Hati vegas kian tertimbun rasa bersalah.
"Lia."
Secilia menoleh pelan kearah suami nya, Senyum manis tetap terpancar meski wajah wanita ini sangat lah pucat.
"Vegas."
"Kenapa kau tidak mengatakan nya sejak awal?" Vegas tertunduk dalam tangis.
"Jika aku mengatakan nya seja awal, Apa kau akan tetap peduli seperti ini?! Aku senang karena kau sekarang terlihat khawatir padaku cemas padaku." Ujar lia.
"Lia, Aku ingin kau saja yang hidup! Kita bisa memulai hidup baru ya." Pinta vegas.
Lia menggeleng pelan mendengar permintaan vegas, Tampak jika keputusan yang telah di buat sejak lama memang tidak bisa di gugat.
"Tunggu sebentar." Ujar vegas bangkit keluar dari ruangan.
Tampak semua sedang menunggu sambil menguat kan satu sama lain, Sarah masih memeluk pak dion yang menangis.
"Sarah! Lia ingin bicara padamu." Ucap vegas pelan.
"Padaku?"
Vegas mengangguk kan kepala, Sarah pun masuk kedalam dengan perasaan ketar ketir karena tidak tega pada kakak nya.
"Sarah."
Sarah terdiam menatap lia yang terlihat kesakitan, Air mata nya tidak bisa di tahan lagi.
"Aku di sini, Kakak harus kuat ya." Ujar sarah menciumi tangan lia.
"Aku memang kuat sarah, Jika tidak kuat. Mana mungkin aku bisa bertahan sejauh ini." Ujar lia tersenyum dalam sakit.
Vegas tidak kuat melihat pemandangan ini, Ia menatap tembok sambil berurai air mata yang tak kunjung habis.
__ADS_1
"Aku berdoa pada allah agar kalian berdua bisa selamat." Sarah berkata penuh kasih sayang yang tulus.
"Mau kah kau berjanji padaku sarah?" Tanya lia gemetar.
"Tergantung tentang janji apa." Sarah mencium gelagat yang tidak bagus.
"Jika nanti aku telah tiada, Tolong besar kan anak ku seperti anak mu sendiri. Didik lah dia menjadi anak yang kuat seperti mu." Lia juga menangis.
"Aku tidak mau! Jadi kau harus hidup dan membesar kan anak mu sendiri." Tolak sarah.
"Aku tidak bisa sarah, Tuhan tidak ingin aku yang membesar kan anak ini. Dia menitip kan nya dalam kandungan ku, Namun kau lah yang membesar kan nya." Lia berkata sambil menggenggam erat tangan sarah.
Tidak bisa lagi sarah berkata kata, Isak tangis nya memenuhi ruangan ini. Lia di peluk nya dengan erat, Sedang kan vegas yang menghadap tembok juga menangis sampai dada nya terasa sesak.
"Tolong berjanji padaku sarah! Aku tidak ingin anak ku di asuh oleh orang lain." Paksa lia pada adik nya.
"Hmm, Aku berjanji padamu." Sarah menjawab pelan.
"Beri lah dia nama shaka." Ujar lia.
Sarah hanya bisa mengangguk pelan karena suara nya hilang untuk menjawab ucapan lia, Apa lagi waktu operasi lia semakin dekat.
"Vegas, Bisa kah kau menemani ku operasi nanti." Pinta lia.
"Iya lia, Aku akan menemani mu." Vegas berbalik cepat.
"Aku ingin melihat mu tersenyum untuk ku ya nanti." Pinta lia lagi.
Tidak kuat vegas mendengar segala ucapan lia, Karena lia dulu adalah teman nya juga. Namun pertemanan mereka renggang karena vegas mengetahui bahwa lia memiliki rasa untuk nya.
"Aku minta maaf padamu dengan tulus, Maaf kan aku yang tidak bisa menjadi suami yang baik untuk mu! Maaf kan aku yang tidak bisa membahagia kan mu lia." Sesal vegas.
"Jangan salah kan dia sarah! Katakan pada semua nya, Jangan pernah menyalah kan vegas." Pinta lia.
"Dalam keadaan seperti ini pun kau masih melindungi nya." Ujar sarah geram sendiri.
"Karena dia ayah anak ku sarah! Setelah aku tiada nanti, Kau harus menikah dengan vegas." Ujar lia membuat sarah dan vegas kaget.
"Janga menolak permintaan ku!" Tegas secilia kembali meringis kesakitan.
Vegas langsung memanggil dokter ria untuk menangani lia, Sarah pucat pasi melihat darah yang lia keluar kan semakin banyak.
__ADS_1