
"Pinter banget kamu milihnya"
" dih darimana kamu tau jika kamu saja tidak memakai kosmetik"
" dengan melihat wajahmu yang tampak nge-glazed seperti ini aku sudah tau bahwa itu akan membantumu lebih cantik luar maupun dari dalam hatimu yang sudah cantik dari dulu"
Yass aku kembali berfikir sejak kapan dia bisa menggombal
" eh yu sejak kapan kamu bisa memujiku? Biasanya kamu selalu saja mengejekku tanpa henti"
" itu karna sikap kamu yang aneh windi, kalo masalah ini aku serius. Kamu cantik bahkan lebih cantik dari lukisan bidadari yang pernah kulihat di musium"
" aghhhhh wahyu mulai ngegombal bagaimana ini hatiku tak aman...!"
" woi win! Kenapa kamu bengong gitu?" suara wahyu menyadarkanku tentang khayalan yang baru saja terlintas didalam fikiranku
" ah ternyata semua itu hanya khayalanku semata, astaga kenapa aku bisa berfikir hingga segitunya"
Aku berucap istighfar sebanyak banyaknya untuk menghilangkan fikiranku tentang khayalan tadi
" win ayok pulang, ucap wahyu padaku"
" eh iya yu ayok"
Wahyu menyodorkan sebuah tas belanjaan yang berisi kosmetik yang baru saja kubeli
" makasih ya yu udah bayarin belanjaan aku sebanyak ini"
" sttt udah win gausa dibahas lagi itu cuma masalah uang, urusan uang bisa dicari kapan aja"
Jawaban dari wahyu halus sekali tak nampak menyakiti hatiku karna menghabiskan uang yang tidak wajar sehingga aku kembali teringat dengan perlakuan mas irfan yang setiap aku meminta uang akan selalu ia perhitungkan
Kami sudah berada di tempat parkir dan akan memasuki mobil tapi wahyu menyuruhku untuk jangan dulu masuk ke dalam mobil
" ada apa yu? Ada yang ketinggalan?"
" ini.."
Wahyu menyodorkan satu boneka beruang berwarna pink cerah dan juga sebuah mainan robot yang sempat ingin kubeli untuk adik laki lakinya itu
" yu kamu pengertian banget sih"
Kali ini aku tak enggan memuji sifat baik yang selalu terlihat sejak tadi pagi
" ah udahlah win lebih baik kamu berikan kepada anak perempuan itu sebelum anak perempuan itu pulang kalau sekarang hari sudah mau petang"
" tapi yu kenapa aku tidak melihat anak kecil tadi di sana apakah dia memang sudah pulang?"
__ADS_1
" benarkah win?"
Wahyu juga ikut melihat ke seberang jalan untuk memastikan keberadaan anak kecil yang kami temui tadi tapi sepertinya wahyu tidak temukan kedua anak kecil tadi karena wajahnya mulai mengerut seperti mencari-cari sesuatu tapi tidak ketemu
" oh iya ya win, mungkin mereka sudah pulang. Yaudah lain kali aja kita kesini lagi buat temuin adek adek tadi, kan kamu juga udah janji buat nemuin mereka lain kali tadi, ingetkan?"
Aku kembali mengingat kejadian tadi dan benar aku sempat berucap untuk kembali ke tempat ini
" eh iya ya yu tadi aku udah sempet bilang gitu, yaudah deh lain kali kita kesini lagi"
" iya ayo kita pulang sekarang pasti ayah sudah menunggu kita"
" iya yu ayok"
Saat mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang, mataku kembali mengalami rasa kantuk, entah kenapa setiap berada di dalam mobil aku langsung merasa mengantuk dan bahkan aku tidak bisa menahannya
" yu aku ngantuk lagi.."
" yaudah tidur aja dulu nanti aku bangunin"
Wahyu memberiku izin untuk tidur tanpa harus mengejekku terlebih dahulu seperti kejadian tadi
" okey aku tidur ya"
Setelah mengucapkan kalimat terahir untuk mengakhiri percakapan kali ini.
" dimana aku ini? Dan dimana wahyu? Kenapa aku tinggal sendiri di mobil ini?"
" mmmm apa wahyu sedang membeli sesuatu ya di sana? Tapi kenapa dia tak membangunkan diriku, apa aku turun saja dari mobil dan mencari wahyu di warung warung itu"
Aku menurunkan kakiku satu persatu untuk keluar dari mobil ini kususuri jalan yang dikelilingi banyak warung-warung berdiri tapi tetap saja takut temui tubuh wahyu berada di salah satu warung itu
" apa wahyu berada di dalam warung ya bagaimana aku bisa mencarinya sampai ke dalam warung"
Saat aku hendak memikirkan bagaimana caranya aku bisa ke warung aku malah tergoda dengan aroma sate yang membuatku merasa sangat lapar
" baunya enak sekali aku ingin sekali membelinya tapi di mana wahyu ya perutku tiba-tiba merasa lapar karena godaan dari bau sate itu"
Mataku celingak celinguk mencari wahyu tak kunjung ketemu tapi akhirnya aku menemukanmu wahyudi salah satu warung yang menjual makanan yang ingin saat ini aku makan sate itu dia.
Aku yang akan menyebrang dihentikan oleh suara teriakan wahyu
" eh eh eh tunggu win jangan menyebrang sendirian "
" aghh kenapa wahyu tetap saja memperlakukanku seperti seorang anak yang tidak tau menyebrang. Apa itu karena beberapa tahun lalu aku hampir tertabrak oleh sebuah mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi sementara aku yang ceroboh tidak memperhatikan kanan dan kiri dan langsung main seenaknya saja menyeberang?"
Wahyu kini berlari ke arahku membawakan ku beberapa tusuk sate dan juga beberapa makanan yang lain
__ADS_1
" ih wahyu kenapa kamu tidak membangunkan ku padahal aku dengan sekali makan sekarang perutku selalu berbunyi kriuk kriuk karena kelaparan"
Aku merengek pada wahyu, menjadikan sikap manjaku yang dulu pernah kutampakkan kepada mas irfan sewaktu pacaran dan mas irfan tentu menuruti apa saja yang aku inginkan, termasuk untuk mencintaiku meskipun hanya omong kosong belaka
" ada lagi yang mau kamu beli win?"
Wahyu menyadarkanku berkali kali ketika fikiranku mulai berlari kesana kemari
" tidak ada wahyu aku hanya menyenangkan sate ayam saja "
" gamau yang lain? Mumpung ada disini, mau minuman ga?"
" gamau uda itu aja"
" yaudah tunggu disini sebentar saja aku ingin membeli es jeruk peras didepan sana"
Es jeruk peras? Itu kesukaanku aku ingin membelinya tapi aku malu karna tadi sudah menolak tawaran dari wahyu
" aaaa wahyu..."
Aku memanggil wahyu dengan suara ragu ragu
" apa win?"
Tanya wahyu padaku karna aku memanggil namanya
" eee hati hati yaa..."
Wahyu hanya tersenyum saja padaku, padahal aku tak bermaksud untuk mengatakan hal itu aku ingin mengatakan bahwa pesankan aku es jeruk peras juga aku ingin sekali meminumnya
Aku yang masih menenteng beberapa kantong plastik akhirnya penantian ku telah selesai karena wahyu sudah kembali dengan segelas es jeruk peras
" huh dasar cowo gapeka bisa bisanya dia cuma beli satu gelas saja? Kenapa dia tidak ingat bahwa dulu aku suka sekali meminum es jeruk peras yang ia beli hingga tersisa setengah bagian. Dasar ya cowo emang egois!"
Aku merasa sangat kesal karna kejadian kecil ini, tapi bagiku ini adalah masalah besar. Bagaimana ia bisa tega tidak membelikanku es itu dan bahkan melupakan minuman kesukaanku, huh dasar wahyu payah banget!
" ayo pulang wei kenapa malah jadi patung di situ, mau ngamen?"
" iya iya aku naik"
Aku masuk kedalam mobil dan kemudian menutup pintu mobil dengan sangat kasar, begitulah aku ketika dilanda kemarahan+ kegalauan+ mood turun intinya amburadul tak karuan
" pelan-pelan dong win nutup pintunya, masa ukhti ukhti kasar"
Ya penyakit ejekannya mulai lagi kumat
Tapi ada benar nya juga kenapa aku harus marah perkara es itu yaampun, emang bener bener kaya bocil aja ini aku.
__ADS_1
" iya iya maaf yu aku tadi sedikit emosi"
" karna ini?"