Jangan Cintai Aku Lagi

Jangan Cintai Aku Lagi
datang bulan


__ADS_3

Dasar ya cowo emang egois!"


Aku merasa sangat kesal karna kejadian kecil ini, tapi bagiku ini adalah masalah besar. Bagaimana ia bisa tega tidak membelikanku es itu dan bahkan melupakan minuman kesukaanku, huh dasar wahyu payah banget!


" ayo pulang wei kenapa malah jadi patung di situ, mau ngamen?"


" iya iya aku naik"


Aku masuk kedalam mobil dan kemudian menutup pintu mobil dengan sangat kasar, begitulah aku ketika dilanda kemarahan+ kegalauan+ mood turun intinya amburadul tak karuan


" pelan-pelan dong win nutup pintunya, masa ukhti ukhti kasar"


Ya penyakit ejekannya mulai lagi kumat


Tapi ada benar nya juga kenapa aku harus marah perkara es itu yaampun, emang bener bener kaya bocil aja ini aku.


" iya iya maaf yu aku tadi sedikit emosi"


" karna ini?"


Wahyu menyodorkan minuman es jeruk peras yang ia beli tadi


" kamu marah karena aku hanya memberi satu saja sebenarnya aku hanya memberi satu itu karena hanya kamu yang akan meminumnya kamu lupa kalau aku tidak suka jeruk karena rasanya sangat kecut?"


Iya juga ya Kenapa aku lupa dan malah membanting pintu karena marah


" maafin aku ya yu"


aku tidak ingin memperpanjang masalah ini lebih baik aku meminta maaf aja karena ini adalah kesalahanku karena kesalahpahaman ku dan sifat kekanak-kanakan aku yang masih tumbuh diusia yaitu kepala dua


" gapapa kok win udah santai aja" wahyu selalu saja menyepelekan kesalahanku, aku yang selalu membuat salah dan hanya punya modal minta maaf malah makin ngelunjak


" mm yu boleh nanya sesuatu ga?"


" apa win"


Wahyu selalu bersedia menjawab pertanyaanku


" dari mana kamu dapetin baju aku yang tengah berada di rumah mas irfan yu?"


" sebenarnya aku tidak mau membawa baju yang kamu tinggalkan di rumah irfan, maksud aku baju itu sudah ada di rumah ayah kamu win bahkan semua barang yang kamu miliki hampir irfan buang karena rumah itu sudah menjadi hak miliknya, jadi aku membawa seluruh barangmu atau barang ayahmu"


" mm ada baju anak kecil juga ga yu?"


" gaada deh win"


* wahyu*

__ADS_1


" maaf win aku harus berbohong untuk menjaga hatimu yang masih terluka"


Sebenarnya saat aku sampai rumah ayah kamu semua baju ilham sudah terbakar aku sendiri yang menyaksikan nya dengan mata kepalaku sendiri irfan sendiri yang membakar nya dengan menyiramkan bensin dan menyalakan korek api


Sebenarnya ada banyak lagi yang belum kamu ketahui win tapi aku tidak akan memberi taunya ketika hatimu masih terluka apalagi kamu masih suka mengingat ingat kedua orang yang kamu sayangi meskipun aku tau itu adalah hal wajar tapi kamu harus bangkit dan menyelesaikan permintaan ayahmu


Sebelum ayahmu meninggal dia sempat menelepon ku dia dia bercwerita tentang irfan sudah menyakiti dirimu, dan benar saja saat sampai dirumahmu aku menemukan ponsel ayah yang di dalamnya berisi chat dengan suamimu yang tidak berperikemanusiaan


isi dari percakapan itu mungkin akan membuat masih banyak terluka karena itu yang membuat ayahmu terkena stroke yang irfan berkata sejujurnya dan mengatakan bawah dia hanya berpura-pura mencintaimu win


* isi percakapan


-ayah : fan kok kamu masih belum pulang juga? Ilham sudah akan disolatkan


-irfan : udah mati? siapa peduli tentang anak kecil yang bukan kuanggap anakkku, bagiku dia hanya suatu musibah karena membuat uangku habis


-ayah : astaghfiruallah fan apa yang kamu katakan dia adalah darah daging kamu loh


-irfan : yaudah aku jujur aja ya pak tua sebenarnya selama ini aku hanya berpura pura mencintai putrimu dan tujuanku hanya untuk mendapat warisan dari kakek tua yang bodoh seperti dirimu!


- ayah : dasar kamu kurang ajar ya fan kamu tega main main sama anak saya!


percakapan yang ada di dalam ponsel itu hanya sampai disitu dan selebihnya ada panggilan keluar yang dilakukan oleh ayahmu untuk menghubungi irfan


* windi*


" dasar penyakit anehnya kambuh lagi kalau emang ngantuk ya tidur masa iya orang mau tidur aja capek gila emang kamu ya win"


Aku menjulurkan lidah kepada wahyu dan mengucapkan selamat tinggal padanya untuk memasuki rumah ya aku tahu bukan rumahku tapi rumahnya


Aku yang masih penasaran dengan kondisi ayah langsung menuju lantai 3 dan membuka pintu kamar ayah tapi sayangnya ayah sedang tertidur dan aku tidak mau mengganggu nya saat itu tubuhku berbalik alangkah terkejutnya aku melihat tubuh wahyu sedih berada di depan aku dengan tangan yang mengunci ku dengan posisi kedua tangan menempel pada tembok


" astaghfiruallah kamu ini ngagetin aja si yu"


" kamu mau lihat ayah?"


" udah tadi tapi ayah tidur lebih baik aku pergi ke kamar sekarang"


" ya baiklah tapi berapa nomor ponselmu"


" dih mau ngapain kamu aku nggak sudi ya kalau sampai menyimpan nomer kamu diponselku, ntar ponselku malah ngedrop"


" udah siniin ponselnya"


Iya merebut ponsel yang berada dalam genggaman tangan ku yang baru saja aku ambil dari saku celana aku


" memangnya kamu mau ngapain sih yu"

__ADS_1


" karena kamu akan menjadi sekertaris pribadiku maka aku akan membutuhkan nomor ponsel untuk menghubungimu"


" oh jadi karna itu, jangan lupa untuk menchat aku ya"


" oh siap boss"


Ucapku pada wahyu


Aku kembali lagi ke lantai doa untuk pergi ke kamarku saat aku ingin membuka pintu itu beberapa pelayan keluar dari kamarku dan membawa semua bajuku aku sontak merasa bingung mau dibawa ke mana semua bajuku dan semua baju peninggalan ayah


" maaf mbak semua baju saya ini akan dibawa ke mana ya gaakan dibuang kan?"


Tanyaku pada seorang pelayan yang memakai seragam pelayan yang bekerja di rumah ini dengan baju berwarna hitam dan rok selutut yang juga berwarna hitam dengan celemek kecil berwarna putih serta bandana putih untuk pelatihan wanita


Pelayan itu nama tersenyum mendengar pertanyaan aku kenapa setiap aku bertanya apakah aku terlihat sangat bodoh?


" maaf nyonya sebenarnya semua baju nyonya akan dipindahkan ke kamar sebelah karena tuan meminta kami untuk mempersiapkan ruangan khusus nyonya berdandan di sana sudah ada lemari kaca dan meja rias serta lemari sepatu dan juwita secukupnya jadi menyatakan lebih mudah mencari barang-barangnya nyonya"


" oh gitu ya hehe maaf aku gatau"


Begitu kampungannya aku, bisa bisanya malah berfikiran seperti itukan malu


Aku merebahkan tubuh yang penuh rasa pegal di atas kasur empuk, kupandangi isi kamar dengan memandangi seluruh benda yang dipenuhi warna biru langit yang cerah


saat mata ini hendak tertidur dengan maksud tujuan untuk menghilangan rasa sakit karena datang bulan mendadak suara notif dari ponselku berbunyi


" cting..ctingg...ctinggg"


" aghh siapa lagi yang akan menggangguku dalam keadaan sakit karena datang bulan ini"


Aku menggerutu sendirian di dalam kamar, sambil memegangi perut dengan kedua lutut juga ikut menekannya


" aghhh sakit sekaliii perutku, ini juga punggung kenapa satu satu aja sakitnya datengnya gantian"


" aaaaaa sakit"


Aku mengomel ngomel sendirian di dalam kamar karna rasa sakit yang menjalar 40


Aku yang masih belum mengecek notif siapa yang berada di beranda ponselku karna sakit yang menggerutu malah diganggu oleh gangguan kedua


" win buka pintu win"


" aghhh anak ini kenapa tidak membiarkanku untuk beristirahat, perutku sakit...."


" apa yuu udah nanti malem aja sekarang aku sibuk"


" gausa sok sibuk ayo keluar cepat "

__ADS_1


Dengan perasaan terpaksa aku harus membuka pintu


__ADS_2