Jangan Cintai Aku Lagi

Jangan Cintai Aku Lagi
gengsi


__ADS_3

" oke oke terserahlah, kamu ingin mengatakan apapun karena kedua telingaku akan ikut beristirahat bersama tubuhku yang sudah merasa lelah karena kelamaan menunggumu"


" loh Win kok malah kamu nyalahin aku lagi sih? aku itu cuman mandi dan ganti baju udah itu aja kok"


" terserah yu pokoknya terserah aku sekarang ingin tidur oke, Jangan bicara lagi apalagi menggangguku Awas aja kalau sampai kamu menggangguku!"


Aku mengancam Wahyu Meskipun aku tidak tahu aku harus melakukan apa jika ia Sampai berani menggangguku.


" Memangnya kamu akan melakukan apa kepadaku Memangnya kamu berani?"


" aaaa udahlah yu, jangan diperpanjang Aku ingin tidur aku mohon aku sangat lelah..."


Begitulah pintaku pada wahyu


*wahyu*


Win ternyata kamu masih seperti seperti yang dulu persis seperti windi yang tumbuh dewasa bersamaku, yang masih tetap cantik meskipun tanpa memakai apapun di wajahmu dulu aku sangat mencintaimu tapi perasaan ini harus aku kubur dalam dalam ketika aku mengetahui bahwa teman kelas kita berhasil mencuri hatimu lebih dahulu dariku aku menyesal win karena tidak berani mengungkapkan perasaanku indah dirinya aku kalah cepat daripada irfan.


" rasaku masih sama win seperti dulu tapi kali ini aku memiliki tugas lain yaitu tugas dari ayahmu tugas untuk menjagamu dan mengeringkan luka yang masih basah di hatimu, andai kamu tahu kalau ayahmu juga ikut merestui aku menjadi pasanganmu tapi karena keegoisanmu waktu itu aku memilih menjauh dan mengalah saja tapi baiklah mulai hari ini aku tidak akan mengedepankan perasaanku, aku akan lebih fokus pada permintaan dari ayahmu karena ayahmu sempat menitipkan dirimu kepadaku tepat saat dia menghubungi ku untuk yang terakhir kalinya sebelum nafas terakhirnya berhembus.


" tidurlah win aku akan memelankan laju mobil ini agar tidurmu tidak akan terganggu "


*windi*


Sayup-sayup aku mendengar suara dari wahyu yang membangunkan ku


" win bangun win kita udah nyampe" setelah mataku terbuka dengan sempurna, sebuah gedung dengan banyak singkat berada di depan mataku tempat dimana dulu sering aku datangi bersama ayah aku untuk membelikan ku mainan ataupun baju baru setiap setengah bulan sekali.


Lagi-lagi aku mengingat kenangan itu tapi tak apa kalau hanya sekedar mengingat itu tidak masalah asalkan aku tidak boleh lagi berlarut-larut seperti tadi ini semua demi diriku sendiri maupun ini ketenangan ayah maupun ilham di surga.


" ayo kita turun "


" ayo"


Jawabku singkat saat hendak keluar ternyata sabuk pengaman yang aku pakai tidak bisa melepaskan mungkin karena terlalu erat bagiku dan tenagaku tidak mencukupi nya karena baru saja bangun dari tidur.


" kenapa win? Kenapa kamu masih belum keluar? Ada masalah? "


" sebenarnya aku tidak bisa melepaskan sabuk pengaman ini"


Wahyu menutup mulutnya dengan telapak tangannya untuk menutupi mulutnya yang sedang tersenyum karena mengejek diriku yang tidak bisa membuka sabuk pengaman ini sendiri


" ih sumpah ya kamu nyebelin banget, udah deh nggak usah bantuin aku aja" wahyu yang mendengar ucapanku akhirnya segera membantuku untuk melepaskan sabuk pengaman yang masih erat menempel ditubuhku.


" udah gausah aku bisa sendiri"

__ADS_1


Aku masih berusaha untuk membuka sendiri sabuk pengaman ini, tapi sayang masih saja sulit dilepaskan hingga terpaksa aku harus meminta bantuan dari wahyu yang memang masih menunggu diriku


" yuu gabisa tolongin dong.."


Pintaku pada wahyu dengan menahan rasa malu karna sudah mengabaikan bantuannya tadi


" udah gengsi dan marahnya?


" ih apa sih yu, jangan mancing emosi lagi deh"


" iya iya sini aku bantuin"


Wahyu mulai melepaskan sabuk pengaman hingga akhirnya terbuka.


" tuh lihat udah terbuka makannya kalau menarik itu sambil ditekan jangan main asal tarik aja"


" aku udah loh nekannya, cuman sabuk pengamannya saja yang pilih kasih, maunya ke kamu doang"


" ya ya ya terserah ayo kita turun"


Ajak wahyu padaku


" kalau boleh tahu kita ke sini mau beli apa?"


" tentu saja semua yang kamu perlukan"


" iya aku tahu memang mungkin kamu tidak memerlukan sesuatu tapi ayahku menyuruhku untuk membawamu berbelanja ya seperti membeli baju baru dan juga perlengkapan merias wajah bukankah kamu dulu suka berdandan bahkan sampai sampai kamu dimarahi oleh ibu guru bk kan pas waktu kelas 11 ya nggak sih"


" ih kenapa kamu harus ngingetin apa harus kamu lupain sih aku kan jadi malu"


Ujarku sambil menunduk karna malu mengingat masa masa itu


" kenapa harus malu bukannya waktu itu kamu sempat melawan dan bahkan keesokan harinya kamu tetap memakai riasan wajah"


" bagaimana kamu tahu kalau aku masih memakai riasan wajah"


Wahyu tampak terdiam sejenak


" eeee eeeee ya karna aku sempat melihat wajah kamu dan waktu itu wajah kamu tampak bersinar dan yang lumayan cantik sih kan kalau kamu udah make make up kelihatan banget jeleknya"


Aku diam mematung menghentikan langkahku ketika wahyu mengucapkan kalimat itu


" win kamu marah? Maaf ya aku cuma bercanda kok! Sumpah"


" di siapa yang marah sih yu aku itu cuma lagi fokus ngeliat anak perempuan di ujung jalan sana"

__ADS_1


" yu boleh pinjam uang dulu gak aku ingin memberinya makanan bolehkan?"


" tentu saja boleh win kamu ingin membelikannya apa?"3


" ayo kita pergi ke alfamart disebrang sana kita belikan beberapa bungkus jajan ringan dan juga beberapa sembako bolehkan yu?"


" udah jangan bertanya lagi! Ayo kita pergi"


Saat hendak menyebrang tiba tiba tangan wahyu kembali melingkar di pergelangan tanganku


" gausa yu gausa pegang aku bisa berjalan sendiri kok"


Tapi kali ini wahyu tetap saja memegang erat pergelangan tanganku padahal tadi dia mau melepaskan pergelangan tanganku ketika aku menyuruhnya.


" maaf ya win untuk kali ini aku tidak bisa melepaskan genggaman ini karena kita akan menyebrang dan aku sudah diberi tugas untuk menjagamu dan aku tidak mau melakukan kesalahan dalam melakukan tugas dari ayah"


Ketika wahyu mengucapkan kata maaf dan juga alasan yang diberikan aku merasa cukup heran mengapa iya sampai seperti itu untuk menjaga aku padahal menurutku kalau hanya untuk menyeberang jalan aku pasti bisa dan aku juga berada di samping tubuhnya mana mungkin aku kenapa-napa tapi aku tidak tahu bagaimana sudut pandang daripada wahyu lebih baik aku menuruti kemauannya saja, karena ini juga kemauan dari ayah ku ayah hadi.


Langkah demi langkah mulai terlewati di jalan yang penuh dengan keramaian kendaraan berlalu lalang


" kamu mau ikut masuk ga yu?"


" boleh saja"


Wahyu yang masih berada tepat di depanku kembali membuat perlakuan manis yang membuat perasaanku merasa aneh saat melihatnya iya membukakan pintu untukku dan mempersilahkan aku untuk masuk terlebih dahulu.


" ayo cepat masuk"


Perintah wahyu sambil menahan pintu yang ia dorong


" iya iya ini aku masuk"


Dengan tetap menyetel wajah yang terlihat cuek aku masuk kedalam alfamart dan mulai mencari beberapa camilan dan juga sembako tapii...


" astaghfiruallah aku lupa membawa keranjangnya tadi, jadi kerepotan dong"


" nih masukin aja kesini"


Ucap wahyu menyodorkan keranjang merah yang ia bawa


" makasih ya.., sini aku bawa"


" gausa biar aku aja"


" ternyata wahyu ngejaga banget ya..."

__ADS_1


Aku ingin tersenyum gembira tapi aku tetap gengsi menunjukkannya


__ADS_2