
Usai mendatangi rumah bu nina dan juga memberi kan uang sebagai tanda terima kasih karena sudah membesar kan anak nya, Pak dion kini berada di rumah sarah.
"Kamu tinggal sendirian di sini clara?" Tanya pak dion menatap sarah.
"Emm iya pa." Jawab sarah sedikit kaku memanggil papa nya.
Clara adalah nama kecil sarah, Bu nina lah yang memberi nya nama sarah anaya. Nama kecil nya adalah clara arganta.
"Boleh kah jika papa memanggil ku sarah saja?" Pinta sarah.
"Clara adalah nama kecil mu nak, Lagi pula papa terbiasa mengenang mu dengan nama clara." Ujar pak dion.
"Apa papa tidak ingin melakukan tes DNA padaku?" Tanya sarah lagi.
Pak dion menggeleng karena hati nya sudah yakin bahwa sarah memang putri nya yang hilang dua puluh tahun lalu, Bagi nya ikatan batin lebih kuat dari apa pun.
"Clara!"
"Apa?"
"Aku sebenar nya pengen makan masakan kamu." Ujar lia.
"Masakan apa?" Tanya sarah membuka kulkas.
"Apa saja lah, Kan ada papa juga nih." Ucap lia.
"Iya nak, Papa ingin merasakan masakan putri papa yang cantik ini." Ujar pak dion.
Sarah tersipu mendengar ucapan pak dion, Jujur saja ia sangat bahagia karena bisa bertemu dengan ayah kandung nya yang selama ini sangat ia rindukan.
"Papa harus buat acara untuk meraya kan kepulangan nya clara." Ujar secilia ingin adik nya di kenal teman bisnis papa nya.
"Benar! Papa akan meminta regi untuk menyiap kan pesta." Pak dion berkata penuh semangat.
"Tapi pasti banyak orang yang ragu pa jika tidak ada bukti yang akurat, Bisa saja mereka menganggap ku penipu." Ujar sarah.
"Tidak ada yang bisa menyangkal nya! Foto ini adalah sebuah bukti, Lagi pula kamu sangat mirip sama mama mu." Kekeh pak dion.
"Iya ikh, Masa clara yang mirip mama!" Rutuk lia.
"Kan kamu mirip papa." Jawab pak dion.
"Aku mirip mama ya?" Tanya sarah mulai memasak.
"Iya sayang, Kamu persis seperti almarhum mama." Jawab pak dion.
Pak dion kembali memeluk sarah dengan erat, Sudut mata nya basah oleh air mata. Lia menatap dua orang yang sedang berpelukan ini, Kini ia menjadi tenang jika nanti sampai sesuatu terjadi saat ia melahir kan.
"Aduuhh!"
__ADS_1
Lia meringis kesakitan karena tiba tiba saja perut nya terasa ngilu, Namun lia segera masuk kamar mandi agar tidak ketahuan papa nya dan sarah.
"Semoga kamu selalu bahagia nak." Doa pak dion.
"Papa juga ya, Semoga papa selalu sehat." Balas sarah.
Setelah selesai masak, Sarah dan keluarga baru nya kini menikmati hidangan yang tersedia. Pak dion tampak lahap menyantap masakan putri nya.
"Masakan kamu enak sekali clara." Puji pak dion.
"Terima kasih pa." Jawab sarah.
"Kamu harus belajar masak sama adik kamu lia." Saran pak dion.
"Malas akh, Lia takut kena minyak panas." Tolak lia.
"Ya kan hati hati, Memang nya minyak panas bakalan ngejar kamu." Ujar sarah menuangkan air minum untuk papa nya.
"Dia memang aneh." Ejek pak dion.
"Papa apaan sih!" Rajuk lia merengut masam karena di ejek.
Pak dion dan sarah tertawa melihat bumil yang merajuk ini, Mereka menikmati waktu yang tuhan berikan. Apa lagi sarah yang memang tidak pernah merasakan kebahagian seperti ini.
...***************...
Kaisar dan hana sedang bersiap pergi kepesta undangan besan nya, Mereka tidak tahu pak dion ada acara apa. Karena besan mereka hanya bilang acara syukuran.
"Loh kamu belum pergi juga nak?" Tanya hana ketika melihat vegas yang baru mau berangkat.
"Iya ma, Kan acara nya malam ini." Jawab vegas.
"Mama kira kamu ikut lia menginap di rumah nya pak dion." Seru hana.
"Malas menginap di rumah orang." Jawab vegas.
"Dion itu bukan orang vegas! Dia mertua kamu." Sentak kaisar.
"Jadi papa dion hewan kalau bukan orang?!" Vegas malah memancing emosi papa nya.
"Sudah lah! Kenapa kalian malah bertengkar." Hana berteriak.
Mendengar teriakan maut, Mereka berdua tutup mulut. Hanya tatapan tajam kaisar pada vegas yang mematikan, Vegas membuang muka untuk menghilang kan ketakutan nya.
"Sudah ramai ternyata." Ujar hana ketika sampai di rumah pak dion.
"Dion ada acara apa sih sebenar nya?!" Kaisar penasaran.
"Mungkin mau menikah lagi." Cetus vegas tanpa dosa.
__ADS_1
"Mana ada dia nikah lagi, Wong cinta nya pada ratna sudah melekat." Sangkal kaisar yang berteman dengan dion sejak kecil.
"Nama nya juga cinta! Dapat berubah sewaktu waktu, Apa lagi istri nya sudah lama mati." Ujar vegas.
"Bisakah kalian diam! Dari tadi bertengkar terus." Sentak hana.
"Papa yang mulai." Tunjuk vegas.
"Heh jagan kurang ajar ya kau!" Kaisar mendekati putra nya.
"Jika kalian tidak bisa diam, Maka pulang saja kerumah!" Ancam hana.
"Ooh boleh, Vegas malah senang ma." Sahut vegas.
"Jangan konyol kau vegas! Ini acara yang ayah mertua mu adakan, Kenapa kau sangat malas menemui nya." Kaisar mengubah nada bicara nya.
Melihat papa nya sudah mode serius, Vegas pun melangkah masuk sambil menyapa bebera rekan bisnis nya.
Setelah semua tamu undangan hadir, Pak dion muncul dengan senyum bahagia nya yang tidak pernah pudar saat sudah bertemu sarah.
"Selamat malam semua tamu undangan yang telah berkenan hadir di acara saya." Sapa pak dion.
"Selamat malam." Balas tamu undagan.
"Terima kasih atas kehadiran nya, Saya mengadakan acara ini untuk mengenal kan seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya." Ujar pak dion.
"Kan bener pa, Pasti dia mau nikah lagi." Bisik vegas pada kaisar.
"Masa iya dia mau nikah lagi." Bingung kaisar.
"Orang ini sangat berarti bagi saya dan juga almarhum istri saya, Selama dua puluh tahu dia menghilang. Baru sekarang saya bisa bertemu dengan nya lagi, Bahkan saya mengira dia telah meninggal." Lanjut pak dion.
"Siapa dia?" Bisik para tamu.
"Perkenal kan semua yang hadir di sini, Ini adalah clara arganta putri saya yang hilang selama dua puluh tahu." Seru pak dion.
Sarah keluar bersama lia yang menggandeng nya, Semua menatap takjub dengan kecantikan putri bungsu arganta ini Barang mewah dan mahal melekat di tubuh sarah, Bahkan selama ini sarah sama sekali tidak pernah memakai emas.
"Sarah! Dia anak nya papa dion?!" Kaget vegas.
"Dia sarah kan vegas?!" Hana menoleh keputra nya.
"Iya ma! Bagai mana mungkin dia anak papa dion." Vegas tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Kamu kenal gadis itu sayang?" Tanya kaisar pada istri nya.
"Dia janda yang di gilai anak mu!" Bisik hana kepada kaisar.
Kaisar menatap sarah sekali lagi, Memang wanita itu terlihat sangat cantik. Bahkan jika yang tidak tahu, Mereka pasti mengira kalau dia masih gadis.
__ADS_1