Jangan Cintai Aku Lagi

Jangan Cintai Aku Lagi
Shaka


__ADS_3

Dalam hidup vegas baru kali pertama ini ia merasa sangat takut, Takut yang bercampur aduk dengan perasaan bersalah dan juga penyesalan.


Tangan nya tidak lepas menggenggam jemari lia, Proses operasi di saksikan langsung di depan mata vegas.


Sayatan pisau di perut buncit lia, Membuat bulu kuduk vegas meremang tak karuan. Lia pun masih sadar walau pun hanya tinggal empat puluh persen saja.


"Kau harus kuat ya mama shaka, Setelah kamu sehat. Aku akan mengajak mu jalan jalan." Janji vegas.


Lia hanya tersenyum tanpa jawaban, Meski ia ingin mengucap kan banyak hal pada orang yang sangat di cintai nya ini. Namun suara itu tidak bisa ia keluar kan.


Kini bayi mereka sudah berhasil di keluar kan dari rahim lia, Seketika bayi menangis setelah dokter mengeluar kan nya.


"Lihat lah lia, Anak kita sudah keluar." Ujar vegas usai melongok melihat putra nya.


Namun kini lia sudah terpejam dan membisu, Bahkan bibir lia terlihat sangat pucat kebiruan. Vegas menggerung mengetahui lia telah pergi untuk selama nya.


"Lia! Tidak kah kau ingin melihat putra kita?!" Jerit vegas menubruk istri nya.


Lia pergi karena ia ingin putra nya yang hidup, Karena lia yakin shaka akan tetap terurus meski ia telah tiada.


Hanya rasa sesal yang setia menemani vegas, Menyesal karena menyia nyia kan wanita yang mencintai nya dengan tulus.


*****


Kini jasad lia sudah di makam kan oleh keluarga dari kedua belah pihak, Banyak anggota keluarga dan juga rekan bisnis pak dion yang ikut berduka.


"Yang sabar ya dion, Aku juga tidak tahu kondisi nya lia." Ujar kaisar usai pemakaman.


"Aku tidak tahu harus bersikap bagai mana dengan vegas!" Lirih pak dion.


"Maksud mu?!"


"Di satu sisi aku ingin marah pada nya karena tidak pernah bisa mencintai lia bahkan sampai dia juga tidak tahu kalau istri nya mengidap kanker rahim! Namun di satu sisi hati ku berkata kalau tanpa vegas pun anak ku bakal tiada karena aku juga tidak tahu penyakit lia." Pak dion tertunduk pilu.


"Aku juga tidak tahu dion." Keluh kaisar bingung.


Saat semua orang sedang sibuk dengan pikiran masing masing, Sarah kini tengah menimang putra kakak nya sambil berurai air mata.


Shaka adalah nama yang lia pesan kan untuk putra nya, Bahkan wajah shaka sangat mirip dengan lia.


"Kakak ku telah tiada karena memperjuang kan mu nak." Ujar sarah mengusap pipi merah shaka.

__ADS_1


Eaakk, Eaaak.


Baby shaka menangis seolah tahu ucapan aunty nya, Sarah sedikit panik karena ia tidak punya pengalaman tentang bayi.


"Jangan menangis sayang, Ibu tidak memarahi mu." Bujuk sarah menepuk nepuk pelan.


Susu formula lah pengganti asi baby shaka, Seolah sangat haus. Shaka mengedot dengan bibir monyong yang membuat nya terlihat sangat lucu.


Usai minum susu nya, Shaka tertidur pulas. Sarah menaruh nya dalam box bayi yang sudah lia siap kan jauh sebelum lahiran.


Lantunan surah yasin terdengar dari kamar vegas, Karena kamar baby shaka dan kamar vegas memang terhubung hanya terpisah tembok dan ada pintu nya.


"Semoga kau tenang lia, Aku berjanji akan merawat shaka sampai ia tumbuh besar." Janji sarah dalam hati nya.


Karena shaka juga tertidur, Sarah mengambil air wudhu dan memakai mukena untuk membaca surah yasin untuk almarhum kakak nya.


...****************...


Satu bulan kemudian.


Meski pak dion bersikeras akan mengasuh cucu nya atas bantuan sarah, Namun vegas lebih berhak untuk mengasuh shaka. Dengan telaten ia mengurus bayi nya.


"Anak papa hari ini mau di imunisasi ya sayang." Vegas mengajak shaka bicara.


"Asslamualaikum sayang." Sapa sarah yang baru datang.


"Walaikum salam." Vegas yang menjawab meski salam itu bukan untuk nya.


"Aduhh duh anak ibu sudah ganteng nih." Goda sarah mengambil shaka dari kasur.


"Kamu mau ngantar shaka?" Tanya vegas sedikit canggung.


"Iya! Kamu tidak mungkin bisa sendirian." Jawab sarah.


"Kenapa tidak bisa?! Shaka nangis malam saja aku bisa mendiam kan." Jawab vegas bangga.


"Bagus lah."


Usai berkata demikian sarah langsung keluar kamar karena rasa nya tidak pantas berlama lama dalam kamar bersama mantan kakak ipar nya, Karena sarah tahu jika vegas masih mencintai nya.


"Loh sarah datang ya." Hana datang menghampiri.

__ADS_1


"Iya tante, Tadi sarah mencari tante tapi tidak ketemu." Sarah menyalami hana.


"Ini tante baru pulang mengunjungi pete, Kamu sudah lama sarah?" Tanya hana menarik sarah duduk.


Zl,"Baru saja tante, Karena sarah ingat hari ini shaka mau vaksin." Ucap sarah.


"Alhamdulilah kamu ingat meski sekarang kamu sedang sibuk." Hana bersyukur senang.


"Tentu saja ingat tante, Karena sarah audah berjanji akan mengurus dan membesar kan shaka." Sarah menatap shaka penuh cinta.


Hana bisa melihat jika sarah memang tulus mencintai keponakan nya, Meski sekarang sarah sedang kuliah dan juga membuka restoran nya. Namun sarah masih saja ingat pada shaka.


"Bagai mana dengan permintaan lia waktu itu sarah?" Tanya hana.


"Tentang apa tante?!" Sarah tidak ingat.


"Bukan lah lia ingin kau menikah dengan vegas dan membesar kan shaka bersama sama! Karena lia tidak ingin jika putra nya hidup tanpa ibu." Ujar hana.


Sarah terdiam mendengar ucapan hana, Ia tidak yakin jika harus menikah dengan vegas. Meski itu semua demi shaka dan juga pesan lia.


"Apa lagi yang kau takut kan nak?! Kita semua sudah tahu tentang kondisi mu, Lagi pula kan sudah ada shaka." Desak hana.


Bukan tanpa sebab hana ingin sarah segera menikah dengan vegas, Ia kasihan melihat vegas yang tidak pernah tidur jika malam karea shaka terus saja rewel. Karena bayi itu mencari sarah, Pernah tengah malam sarah datang. Baru lah baby shaka diam dan mau tidur.


"Sarah masih ragu tante, Dan juga nanti apa kata orang orang." Ujar sarah.


"Jangan pikir kan tentang orang sarah, Pikir kan saja tentang shaka." Ucap hana.


"Nanti sarah akan memikir kan nya." Janji sarah.


Hana terlihat lega meski sarah belum seratus persen setuju dengan pernikahan ini, Namun setidak nya ada harapan.


Vegas yang sudah siap sejak tadi diam mematung karena mendengar kan obrolan sarah dan mama nya, Rasa di hati nya bercampur aduk menjadi satu.


"Ayo kita berangkat." Ajak vegas memakai baju santai.


"Ayo." Angguk sarah berdiri dan menyalami hana lagi.


"Hati hati di jalan ya nak." Ujar hana.


"Iya ma." Jawab vegas.

__ADS_1


Bagai kan sepasang suami istri, Sarah berjalan di samping vegas sambil menggendong bayi mungil dan tampan ini.


__ADS_2