
Wahyu yang masih berada tepat di depanku kembali membuat perlakuan manis yang membuat perasaanku merasa aneh saat melihatnya iya membukakan pintu untukku dan mempersilahkan aku untuk masuk terlebih dahulu.
" ayo cepat masuk"
Perintah wahyu sambil menahan pintu yang ia dorong
" iya iya ini aku masuk"
Dengan tetap menyetel wajah yang terlihat cuek aku masuk kedalam alfamart dan mulai mencari beberapa camilan dan juga sembako tapii...
" astaghfiruallah aku lupa membawa keranjangnya tadi, jadi kerepotan dong"
" nih masukin aja kesini"
Ucap wahyu menyodorkan keranjang merah yang ia bawa
" makasih ya.., sini aku bawa"
" gausa biar aku aja"
" ternyata wahyu ngejaga banget ya..."
Aku ingin tersenyum gembira tapi aku tetap gengsi menunjukkannya
Setelah semua barang yang ingin aku berikan kepada anak kecil itu akhirnya kami menuju ke arah kasir sebenarnya aku punya atm yang diberikan ayah tadi tapi aku tidak tahu pin dari atm ini
" yu aku beneran mau pinjam uang kamu dulu ya?"
" gak usah bawel minggir sana biar aku yang mengantri untuk membayar"
Wahyu menggantikan posisiku yang tadinya berada didepan kasir
Aku menunggu wahyu yang masih mengantri dengan memegangi dua buah keranjang merah yang berisi belanjaan kami
Hingga beberapa menit berlalu dan wahyu mulai menghampiriku lagi
" ini win, belanjaan kamu. Butuh uang ga? Sekalian aku mau sedekah uang aja, kasian adeknya dia masih kecil tapi sudah menggendong adik laki lakinya sambil memulung botol air.
" makasih ya yu nanti aku gantiin ya tapi kamunya ingetin kalau aku punya hutang sama kamu soalnya aku suka lupa"
" udah gausa diingetin lagi lebih baik kita segera memberikannya pada mereka kalau tidak kita akan pulang agak malam. Dan ayah pasti khawatir"
benar juga apa yang di dikatakan wahyu aku harus bergegas untuk mempercepat waktu
kami mendekati anak kecil yang memang kami tuju dan menyerahkan apa yang sudah kami beli tadi
" adek ini buat adek yaaa"
Aku menyerahkan dua bungkus plastik yang berada dalam genggamanku
" makasih ya kak "
Anak perempuan itu memberiku senyuman manisnya, dan adik laki laki yang ia gendong mengingatkanku pada ilham yang mungkin seumuran dengan dia
"Kalau kakak boleh tahu ada kamu umurnya berapa?"
" baru aja menginjak usia tiga belas bulan kak"
" oh mama kamu mana?"
" dia lagi mulung disebelah sana kak"
__ADS_1
" kalo ayah kamu?"
" aku belum pernah melihat wajah ayahku kak sampai saat ini"
" maafin kakak ya dek, kakak jadi buat hati kamu sedih"
" eh gapapa kok kak"
Aku duduk tepat disebelah anak perempuan itu duduk dengan menggendong adiknya.
" emangnya kamu gasekolah?"
" sekolah kok kak, cuman pas pulang sekolah aku langsung pergi mencari botol untuk dijual serta menjaga adikku karna ibuku pasti sudah capek sebab sudah menggendongnya dari pagi hari.
" mmm kamu yang rajin yaa sekolahnya, supaya nanti kalo udah gede bisa ngangkat derajat keluarga kamu "
" siap kak"
Jawab anak kecil itu dengan tersenyum sementara adiknya meminum susu kotak yang kuberikan tadi
" kakak pergi dulu yaaa, kapan kapan kakak mampir lagi deh kesini"
" iya kak makasih ya kak"
Aku bangun dari duduk dan mengajak wahyu yang masih berdiri memandang wajah anak kecil yang cantik itu
" ayo yu kita pergi dari sini"
Belum sempat aku melangkah aku melihat wahyu memberikan sesuatu ke tangan mungil anak kecil itu
" kamu ngasi uang lagi? Bukannya tadi di dalam tas itu udah kamu taroin uang?"
Sembari berjalan kembali menuju mall, ia tak menjawab pertanyaanku dan langsung memegangi pergelangan tanganku lagi untuk menyebrangi jalan
" gabisa win aku gamau mengambil resiko jadi untuk kali ini kamu harus menurutiku"
" Kenapa kamu belum menjawab pertanyaanku tadi?"
" pertanyaan apa win?"
" iya kenapa kamu memberi uang lagi pada anak kecil itu? Bukannya kamu sudah menaruh uang ke dalam tas plastik tadi?"
" gapapa dia lebih membutuhkan dari pada aku, aku bisa mendapat uang kapanpun sementara mereka harus mengumpulkan sampah untuk mereka jual yang pastinya uang yang didapatkannya tidak banyak"
Aku kembali merasa wahyu adalah pria yang sangat baik dan mempunyai rasa empati yang tinggi
" oh jadi gitu"
Tidak ada lagi percakapan yang terucap antara kami berdua. Tubuh kami yang sudah menginjak kawasan mall mulai mencari cari toko yang ingin kami datangi
" kamu mau beli apa dulu? "
" baju? Tas? Sepatu? Atau make up?"
Tanyanya secara berurutan menanyakan apa yang akan aku beli
" aku ingin pergi ke sana yu, boleh ga?"
" ke toko mainan?"
" iya yu"
__ADS_1
" oke baiklah ayo kita pergi kesana"
Aku heran mengapa wahyu tidak menanyakan untuk apa aku kesini karna sejatinya aku ingin membelikan mainan untuk anak perempuan tadi.
Saat memasuki daerah toko tersebut mataku tertuju pada sebuah boneka beruang dengan ukuran -+40cm
" aku ingin beli ini untuk adik tadi ya?"
" ada lagi yang ingin kamu beli?"
" mmm kayanya ini aja deh yu"
" yakin?"
Seakan wahyu bisa membaca fikiranku tentang ada mainan yang juga ingin kuberikan pada adik laki lakinya itu
" memangnya mengapa kamu bertanya seperti itu"
" iya tidak ada aku hanya ingin memastikan bahwa tidak ada yang terlewatkan dibeli jika kamu mau"
" beneran kamu mau mentraktir ku sepuasnya?"
" okey ayok siapa takut"
" yaudah kalau emang kamu mau mentraktirku, aku ingin memborong semua boneka ini dan juga mainan robot yang ada di rak itu"
" okey"
Wahyu pergi menjauhiku dan menghampiri orang pelayan toko mainan ini
" mbak ini yang mau dibeli bolehkah beruang yang panjangnya -+40cmkan? Sama robot robotan yang ada di rak inikan?"
" eeee iya mbak benar"
Aku merasa keheranan karena aku hanya berniat bercanda kepada wahyu mana mungkin aku membeli semua mainan ini, akan ku kemanakan semua mainan ini?
Aku merasa bingung dengan tingkah wahyu honda akhirnya aku menghampiri wahyu yang masih berada di depan kasir
" yu aku mau ngomong"
" bentar dulu Win aku masih membayar semua barang kita"
terpaksa aku harus menunggu Wahyu yang masih mengurus pembayaran tapi tak lama kemudian ia mulai menghampiri diriku yang masih berdiri didekatnya
" apa yang ingin kamu katakan win?"
" ih kamu kenapa bodoh si yu? Aku tuh cuman bercanda! Gausa kamu kabulin gitu sekarang mainan ini buat apa?"
" gapapa kapan kapan kita bagiin ke anak anak dipanti asuhan aja"
Jawab wahyu yang membuatku terenyuh
" berapa total yang harus kamu bayar yu?"
" udah gausa fikirin itu sekarang kita pergi ke toko baju biarkan mainan ini supir dan ARTku yang membawanya. Aku sudah menyuruhnya kesini tadi"
Aku bingung akan memberi jawaban apa karna aku merasa canggung untuk kembali memakai uang wahyu yang tadi sudah kuhamburkan meskipun ia mengatakan akan membagikannya tapi, aku merasa bodoh
" eee aku gajadi beli baju deh yu, kan baju aku udah penuh dilemari gamuat juga, mau aku belikan lemari baru? Ntar aku buatin kamar khusus baju, tas, sepatu dan semua make up kamu?"
" eh gagitu juga yuu, bukan gitu maksud aku"
__ADS_1
Haduh ini gimana sih wahyu aku ingin menghemat uang yang wahyu punya malah jadi makin besar pengeluarannya