Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar

Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar
Awal pertemuan


__ADS_3

Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, tetapi Rania sudah terlihat rapi menggunakan setelan celana jeans dan juga sweater rajut, tak lupa dengan make up tipis yang membuat wajahnya semakin berseri-seri.


Hari ini adalah hari dimana Rania akan berangkat menuju universitas impiannya. London College Of Fashion. Hanya dari nama kampusnya saja mungkin kalian sudah tahu kan jurusan apa yang akan ia ambil dalam perkuliahannya.


Yap. Benar sekali. Fashion design.


Sejak dulu Rania memang sudah tertarik dengan hal-hal mengenai fashion. Bahkan, dia juga memiliki sketchbook khusus berisi kumpulan sketsa busana yang selama ini ia gambar sendiri. Meskipun belum sempurna, namun beberapa orang yang pernah melihat desainnya selalu mengatakan kalau gambar yang ia buat sangat bagus.


Termasuk… Bayu.


Huh…


Rania tampak menghembuskan nafasnya dengan keras saat lagi-lagi otaknya memikirkan laki-laki itu. Padahal ia sudah berusaha sekeras mungkin untuk melupakan laki-laki itu dari hati dan pikiran nya. Namun ternyata tak semudah itu. Karena semakin Rania berusaha untuk melupakan Bayu, ia malah semakin teringat pada laki-laki itu.


Rania menatap botol air mineral kosong yang ada di atas meja. Botol ini sudah ia simpan selama bertahun-tahun lamanya di dalam kamar, bahkan gadis itu membuat tempat khusus untuk meletakkan botol tersebut.

__ADS_1


Mungkin terdengar aneh, tapi itulah kenyataannya. Dimata orang lain mungkin botol itu hanyalah sampah yang seharusnya dibuang. Namun, bagi Salma botol itu adalah barang yang sangat berharga. Karena botol itu adalah barang pertama yang Bayu berikan kepadanya.


Rania masih sangat ingat sekali bagaimana awal pertemuan pertama mereka.


Saat itu hari berjalan dengan damai seperti biasanya, hingga pada saat akan pulang sekolah tiba-tiba saja Rania dilabrak oleh salah satu kakak kelasnya di SMP dengan alasan kalau pacar kakak kelasnya itu memfollow akun media sosial nya. Rania yang tidak tahu apa-apa pun hanya bisa diam saat kakak kelas dan para antek-antek nya itu mencaci maki nya dengan berbagai umpatan dan kata-kata kebun binatang.


Semua orang yang ada disana hanya melihat saja ketika Rania dihina dan direndahkan di depan gerbang sekolah. Karena mereka juga takut akan menjadi korban selanjutnya kalau ikut campur.


Di saat suasana sudah mulai memanas, Rania hampir saja mendapatkan tamparan dari kakak kelasnya itu. Namun untung saja, ada seseorang yang mencekal tangan gadis itu hingga tidak sampai terkena wajah Rania.


Rania masih mengingat dengan jelas apa yang laki-laki itu katakan pada kakak kelasnya.


"Jangan ganggu Rania. Atau lo berhadapan sama gue," kata-kata itu selalu terngiang-ngiang di kepala Rania. Bahkan sampai sekarang.


Setelah kakak kelas dan teman-temannya itu lari ketakutan karena ancaman dari Bayu. Laki-laki itu lalu mengajak Rania untuk duduk di warung yang berada di depan sekolah. Dan disanalah Bayu membelikannya air mineral yang botolnya masih ia simpan sampai sekarang.

__ADS_1


Rania benar-benar tidak pernah melupakan saat-saat itu, karena dari sanalah kisah cinta pertamanya dimulai.


Tok. Tok. Tok.


"Dek, kamu udah siap belum? Ayah udah nunggu di depan,"


Rania yang masih termenung menatap botol air mineral di tangannya pun langsung tersadar saat mendengar seruan sang ibu dari depan kamarnya.


"Ah, iya bun, aku udah siap kok, sebentar lagi aku turun,"


"Yaudah, bunda tunggu di depan ya,"


"Iya,"


Setelah suara langkah kaki sang ibu menghilang, Rania pun kembali menatap botol plastik di tangannya. Sepertinya saat ini barang itu sudah tak berguna lagi. Dia hanya akan terus-terusan mengingat laki-laki itu saat melihatnya.

__ADS_1


Jadi… apakah sekarang adalah waktunya untuk membuang sampah ini?


__ADS_2