
Suasana canggung dan hening tampak menyelimuti mobil yang saat ini tengah ditumpangi oleh Rania. Mobil mewah berwarna putih ini merupakan mobil baru yang dibelikan oleh Bayu untuk sang istri. Itu yang tadi Rania dengar dari obrolan sang kakak dengan dengan laki-laki itu.
Kalian pasti penasaran kan kenapa tiba-tiba Rania bisa ada disini? Semua ini terjadi karena ulah menyebalkan dari kakak satu-satunya itu.
Semuanya berawal dari sang ibu yang tiba-tiba mengajak Bayu serta Adel untuk ikut dalam acara makan malam ini. Katanya sekalian, mumpung mereka berdua sedang ada disana. Walaupun dalam hati Rania merasa keberatan, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa kan? Karena akan sangat aneh kalau dia menolak ide tersebut tanpa alasan yang jelas. Jadi akhirnya dia hanya bisa pasrah saja saat sang ibu mengajak kedua manusia itu.
Namun, ada satu lagi hal yang lebih-lebih membuat Rania murka. Yaitu, sang kakak yang memaksanya untuk ikut ke dalam mobil Bayu.
Meskipun ia sudah menolak berkali-kali, tetapi kakak laknatnya itu tetap memaksanya, bahkan laki-laki itu yang memasukkannya ke dalam mobil Bayu dan menguncinya dari luar hingga Rania tidak bisa kabur.
Mengesalkan sekali bukan? Ingin rasanya ia memasukan kakaknya itu ke dalam kandang buaya, agar laki-laki itu bisa bersatu dengan teman-temannya disana.
Di tengah keheningan itu, tiba-tiba saja terdengar suara lembut Adel dari bangku bagian depan, "Mas, kalo ada pom bensin boleh berhenti sebentar nggak? Aku pengen ke kamar mandi," tanya wanita itu seraya menoleh ke arah sang suami.
Bayu yang tengah fokus menyetir pun menoleh ke arah sang istri dan menganggukkan kepalanya, "Boleh, sebentar lagi ada pom bensin kok. Nanti aku berhenti," jawab laki-laki itu sambil mengelus kepala sang istri menggunakan tangan kirinya.
Mendapatkan perlakuan manis seperti itu, Adel pun tak bisa menahan diri untuk menarik kedua sudut bibirnya.
__ADS_1
"Makasih Mas,"
"Sama-sama," jawab Bayu sambil memandang lembut ke arah sang istri.
Tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang yang hatinya tengah terluka karena melihat kemesraan itu.
Rania bahkan sampai meremas dadanya sendiri sangking sakitnya. Gadis itu berusaha keras untuk menahan air matanya agar tidak keluar. Sudah cukup 9 bulan yang lalu ia sampai masuk rumah sakit hanya karena menangisi laki-laki itu. Mulai sekarang, Rania berjanji kepada dirinya sendiri kalau dia tidak akan pernah mengeluarkan air matanya lagi untuk laki-laki itu.
***
Rania yang merasa canggung karena harus berduaan saja dengan Bayu pun memilih untuk berpura-pura bermain ponsel.
Sedangkan Bayu yang masih duduk di belakang kemudi tampak memutar tubuhnya ke arah Rania yang duduk di kursi tengah. Disana ia dapat melihat adik kecilnya itu sedang fokus bermain ponsel.
"Jangan main handphone terus, nggak baik buat mata," dengan iseng, laki-laki itu mengambil ponsel yang tengah dimainkan oleh Rania.
Rania yang terkejut dengan perbuatan Bayu pun terlihat kesal, gadis itu memajukan tubuhnya dan langsung merebut ponsel nya kembali.
__ADS_1
"Nggak sopan." ketus Rania dengan raut wajah yang super dingin.
Melihat respon gadis itu, Bayu pun terlihat bingung, kenapa Rania terlihat sangat marah? Padahal hal-hal seperti ini adalah candaan mereka sejak dulu.
Sebenarnya, pertanyaan ini sudah lama sekali tersimpan di kepalanya. Entah mengapa setelah hari pernikahannya, Rania terasa seperti sosok yang berbeda. Gadis itu tidak seperti adik kecilnya yang dulu selalu menceritakan semua hal kepadanya, bahkan dulu hal-hal sepele seperti apa yang gadis itu beli di kantin sekolah selalu Rania ceritakan kepadanya.
Namun, setelah hari pernikahannya, gadis itu seperti menjauhinya. Bahkan disaat ia dan sang istri sengaja datang ke rumah Rania untuk memberikan gadis itu makanan ataupun hadiah yang mereka beli, Rania tidak pernah mau keluar untuk menemui mereka dengan alasan sedang belajar.
Dulu, Bayu percaya-percaya saja dengan hal itu. Namun malam ini, saat ia kembali melihat gadis itu lagi setelah berbulan-bulan lamanya, Bayu seperti tengah bertemu dengan sosok lain yang sangat tidak ia kenal.
"Ran," panggil laki-laki itu dengan suara lirihnya.
Rania yang masih pura-pura sibuk menscroll handphone nya pun hanya menyahuti panggilan Bayu dengan gumaman.
"Hm,"
"Kamu marah ya sama Mas?"
__ADS_1