Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar

Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar
Tom and Jerry


__ADS_3

"Sstt… jangan berisik. Lo mau bangunin orang-orang?"


Mendengar hal itu, Kayla pun langsung menjauhkan tangan laki-laki itu dari mulutnya.


"Lagian, jadi orang dateng-dateng nggak ada suara pisan, kan gue jadi kaget," gumam gadis itu sambil mengusap-usap bibirnya seakan-akan tengah membersihkan bekas tangan laki-laki itu dari sana.


Namun sayangnya, bisikan itu masih bisa di dengar oleh Irsyad, hingga membuat laki-laki itu menukik kan kedua alis tebalnya.


berani juga ni bocah!


"Ngomong apa lo barusan?" tanya laki-laki itu dengan nada tajamnya.


"Hah? Ngomong apaan Kak? Saya dari tadi nggak ngomong apa-apa kok," ucap Kayla dengan kening yang berkerut.


"Eh, emangnya gue budek apa? Gue denger ya omongan lo tadi,"


Mendengar hal itu, Kayla pun reflek langsung menutup mulutnya sendiri. Dalam hati gadis itu berseru, mati gue!


***


Sesuai dengan ucapan Rania kemarin, tepat pada pukul 5 pagi gadis itu sudah rapi dengan mukena nya dan saat ini tengah membangunkan sang sahabat yang masih bergelung nyaman di bawah selimut tebalnya.


"Kay, bangun. Kayla bangun. Udah jam 5 nih, sholat subuh dulu. Lo kan janji hari ini mau nemenin gue cari ruko," seru Rania sambil menggoyang-goyangkan tubuh sahabatnya dengan cukup kasar.


Hingga membuat gadis cantik yang masih tenggelam dalam mimpinya itu langsung terbangun karena mengira terjadi gempa bumi.


"Gempa! Gempa! Rania lari ada gempa!" teriak gadis itu seraya melompat dari atas kasur dan berlari menuju pintu. Namun, gerakannya itu terhenti saat ia mendengar suara tawa Rania yang begitu menggelegar.


"Ya Allah, temen gue lucu banget sih. Aduh, ngakak banget! Perut gue sampe sakit," ucap Rania di sela tawanya.


Melihat hal itu, Kayla pun langsung luruh ke atas lantai dan memegangi dadanya yang berdetak sangat kencang.


"Aaaaa… Rania! Lo nyebelin banget sumpah, mau jantungan nih gue gara-gara lo!" seru Kayla yang masih bersimpuh di atas lantai.


Karena merasa kasihan melihat wajah pucat sang sahabat, Rania pun berjalan mendekati Kayla, dan berjongkok di depan gadis itu.


"Sorry, sorry, abisnya lo dibangunin pelan-pelan nggak bangun-bangun. Ya udah, gue terpaksa bangunin lo kaya tadi. Nggak expect banget gue lo bakal kayak gitu," ucap Rania dengan sisa-sisa tawanya.


"Sumpah! Gue deg-degan parah Rania… gimana ini cara berhentiin nya,"

__ADS_1


"Lah, jangan di berentiin dong. Nanti lo mati dong kalo berhenti,"


Mendengar hal itu, sontak saja Kayla pun langsung melayangkan tatapan sinis nya ke arah sang sahabat, membuat gadis cantik yang sudah mengenakan mukena nya itu langsung kicep seketika.


"Bercanda," ucap Rania sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya hingga membentuk huruf V.


Setelahnya gadis itu pun langsung berdiri dan berjalan menuju nakas samping tempat tidur untuk mengambil air mineral dingin yang baru saja ia ambil dari bawah, lalu memberikannya kepada Kayla.


"Nih, minum dulu biar lebih tenang,"


Dengan cepat, Kayla pun langsung mengambil botol air mineral tersebut dari tangan sang sahabat lalu meminumnya.


Tok. Tok. Tok.


Terdengar ketukan pintu dari depan kamar Rania, membuat gadis itu langsung berdiri dan berjalan menuju pintu.


"Siapa?"


"Gue,"


Deg.


Baru saja Rania hendak membuka pintunya, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan suara batuk Kayla. Akhirnya gadis itu pun kembali mendekati sang sahabat dan memukul pelan punggungnya karena gadis itu sepertinya tersedak air yang tadi dia minum.


Kayla yang masih merasakan perih di tenggorokan dan hidungnya pun hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Padahal dalam hati gadis itu tengah panik luar biasa karena kedatangan laki-laki itu. Bagaimana tidak? Semalam dia baru saja berlaku tidak sopan pada kakak dari sahabatnya itu. Apakah laki-laki itu kesini karena mau memarahinya?


Aduh Gimana Nih Nasib Gue?!


Tok. Tok. Tok.


"Dek, lo lagi ngapain sih lama amat buka pintunya. Belum bangun ya lo?!" teriak Irsyad dari depan pintu karena sang adik tak kunjung membuka pintunya.


Mendengar hal itu, Rania pun langsung mendelikkan matanya, lalu berseru, "Enak aja! Gue udah bangun ya,"


"Kalo udah bangun, buruan buka pintunya,"


"Iya, iya, sebentar! Bawel banget sih jadi cowok," gerutu Rania dengan wajah kesalnya, "Bentar ya Kay, gue bukain pintu dulu," lanjut gadis itu pada sang sahabat.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Rania pun kembali berdiri dan berjalan menuju pintu. Meninggalkan Kayla yang langsung menutupi wajahnya menggunakan tangan.


Mati gue!


Cklek.


"Apaan sih berisik banget?!" tanya Rania setelah pintu terbuka, menampilkan sosok sang kakak yang sudah rapi menggunakan baju koko dan juga sarung.


"Disuruh ke bawah sama bunda, buat sholat subuh berjamaah," jawab Irsyad dengan raut wajah datarnya.


Mendengar hal itu, wajah Rania pun langsung berubah menjadi cengo.


"Udah? Itu aja?" tanya gadis itu dengan raut wajah tak percaya.


Dan respon yang diberikan oleh Irsyad selanjutnya membuat Rania jadi ingin memukul kakaknya itu.


"Iya,"


"Terus kenapa pake acara ketok pintu segala?! Kan lo bisa teriak dari depan kamar gue," lirih gadis itu frustasi.


Namun, bukannya menjawab Irsyad malah melarikan pandangannya ke dalam kamar sang adik. Disana ia dapat melihat sesosok gadis yang tengah bersimpuh di atas lantai dengan jarak yang tak terlalu jauh dari pintu, di tatapnya punggung gadis itu dengan tajam. Membuat Kayla tiba-tiba merasakan hawa dingin di punggung nya.


Setelahnya, tanpa berkata apapun lagi, Irsyad langsung pergi begitu saja meninggalkan sang adik yang masih ternganga di depan pintu.


"Dasar cowok aneh! Pantes aja lo jomblo!"


***


Setelah mengambil wudhu, Kayla dan Rania pun langsung turun ke bawah untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di mushola rumah. Sejak kecil, kedua orang tua Rania memang sudah membiasakan hal ini. Karena meskipun mereka juga bukan orang yang terlalu paham agama, tetapi jika urusan sholat 5 waktu mereka begitu tegas terhadap Rania dan juga Irsyad.


"Assalamu'alaikum," ucap Rania dan Kayla secara bersamaan.


"Waalaikumsalam," semua orang yang ada disana pun menjawab salam dari kedua gadis cantik yang baru datang itu.


"Lama," ucap Irsyad dengan nada ketusnya.


Membuat sang adik yang memang sudah memendam emosi kepada laki-laki itu sejak kemarin pun menjadi meradang.


"Berisik lo! Komen aja kaya netizen," sahut Rania tak kalah sinisnya.

__ADS_1


Mendengar hal itu, sontak saja Irsyad pun langsung melemparkan tatapan tajamnya ke arah sang adik.


Namun tentu saja hal itu tak akan membuat Rania menjadi gentar, dengan berani gadis itu membalas tatapan tajam sang kakak dengan memelototkan kedua matanya, meskipun jatuhnya bukan terlihat seram tapi malah terlihat imut, tapi setidaknya ia sudah berusaha.


__ADS_2