Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar

Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar
Kayla Mahika


__ADS_3

Setelah puas mengobati rasa rindunya terhadap kedua orang tuanya dan juga pada masakan sang bunda. Kini Rania sudah merebahkan diri di atas ranjang kesayangan nya. Menempuh perjalanan udara selama hampir 14 jam membuat tubuh Rania begitu lelah. Padahal di dalam pesawat ia juga duduk, tapi entah mengapa ia seperti habis bekerja rodi semalaman, hingga menyebabkan badannya pegal-pegal.


Hembusan udara sejuk yang keluar dari pendingin ruangan membuat mata gadis itu lama kelamaan menjadi semakin berat, sepertinya ia akan segera tertidur. Namun, saat matanya hampir terpejam sempurna, mata Rania malah terpaku pada sebuah benda yang ada di atas meja belajar nya.


Rasa kantuk yang tadi menyerangnya langsung hilang begitu saja saat melihat benda tersebut. Dengan perlahan, Rania pun bangun dari atas ranjang lalu berjalan menuju meja belajarnya.


"Hai, kita ketemu lagi," gumam gadis itu seraya mengambil benda yang sejak tadi mencuri perhatian nya.


Sebuah benda yang sebelumnya sudah ia masukan ke dalam tempat sampah, namun ia ambil kembali karena merasa tidak rela.


Apakah kalian ingat apa benda itu?


Sebuah benda yang sebenarnya sangat tidak berguna, namun sangat berarti untuk Rania.

__ADS_1


Ya, botol air mineral pemberian Bayu.


Di hari itu, Rania sudah membulatkan tekadnya untuk membuang botol tersebut ke dalam tempat sampah. Namun, di detik-detik terakhir saat ia akan pergi, Rania kembali mengambil botol itu dan ia letakkan di tempat semula.


Rania akui kalau dia memang pengecut, bahkan untuk membuang semua barang-barang yang diberikan oleh laki-laki itu saja dia tidak bisa, lalu bagaimana dia bisa melupakan perasaannya pada Bayu kalau hal-hal kecil seperti itu saja dia tidak bisa melakukan nya.


Drt… drt… drt…


Dengan cepat, gadis itu pun langsung berjalan menuju ranjang dan mengambil ponselnya yang tergeletak di sana.


Dan saat melihat nama yang ada di layar ponselnya, mata Rania langsung berbinar, tanpa membuang waktu lagi gadis itu pun langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Rania… "

__ADS_1


Sontak saja Rania langsung menjauhkan handphone tersebut dari telinganya saat mendengar suara cempreng seorang perempuan yang memanggil namanya.


"Rania… gue kangen banget sama lo. Lo udah sampe di Indo kan sekarang? Ketemuan yuk… "


Mendengar ucapan seseorang di seberang sana membuat Rania menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman.


Gadis bersuara cempreng yang saat ini tengah menelpon nya adalah Kayla, nama lengkapnya Kayla Mahika. Kayla adalah satu-satunya sahabat yang Rania punya sejak SMA. Meskipun mereka baru sangat dekat saat naik ke kelas dua, namun Rania sudah merasa sangat nyaman dan dekat dengan Kayla, oleh karena itulah persahabatan mereka bisa bertahan sampai sekarang meskipun mereka harus menjalani LDF atau Long Distance Friendship selama kurang lebih 5 tahun.


"Buset, sakit kuping gue denger suara cempreng lo," ucap Rania sambil mendudukkan dirinya di atas ranjang.


Mendengar hal itu, Kayla pun tertawa lalu kembali berkata, "Sorry, sorry, abisnya gue terlalu seneng sih. Jadi kapan kita bisa ketemu? Gue udah kangen banget sama lo,"


"Mm… kapan ya?" gumam Rania sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagu, "Gimana kalo lo ke rumah gue aja? Nanti kita maraton drakor disini. Soalnya kalo keluar gue masih mager banget, pinggang gue encok gara-gara duduk 14 jam di pesawat,"

__ADS_1


__ADS_2