
Sesuai dengan ucapan Rania tadi, setelah panggilan terputus Kayla pun langsung pergi menuju rumah sang sahabat. Hingga kini, kedua gadis cantik itu sudah duduk anteng di atas ranjang kamar Rania sambil menonton televisi yang tengah menampilkan tayangan drama kesukaan para anak muda pada umumnya.
Di tengah keheningan yang terjadi, tiba-tiba saja Kayla bersuara, "Besok lo jadi cari ruko buat bikin butik?" tanya Kayla tanpa menolehkan wajahnya dari layar televisi.
Rania yang tengah asyik memakan popcorn di pangkuan nya pun menghentikan gerakannya.
"Jadi, lo ikut ya besok? Biar gue ada temen nya, males banget gue kalo sama Mas Icad doang," rayu gadis itu sambil menarik-narik baju yang dikenakan oleh sang sahabat.
"Oke, kalo gue nggak kesiangan ya bangunnya," jawab Kayla sambil menoleh sekilas ke arah Rania kemudian kembali fokus pada layar televisi di depannya.
"Siap, tenang aja, gue bakal standby bangunin lo dari jam 5 subuh," ucap Rania dengan nada bahagia nya, membuat gadis cantik yang duduk disebelahnya itu memutar bola matanya malas.
"Oh iya Ran, katanya lo tadi mau cerita tentang Bayu, gimana ceritanya dia bisa jemput lo tadi pagi?" tanya Kayla antusias, kini gadis itu bahkan sudah duduk menghadap Rania sepenuhnya, mengabaikan tayangan drama yang tadi ia tonton di depan sana.
Meskipun selama ini ia berada di Indonesia, namun Kayla berkuliah di luar kota, jadi dia juga tidak mengetahui kabar dari laki-laki yang dicintai oleh sahabatnya itu.
Apalagi semenjak kuliah di luar negeri, Rania juga sangat anti jika Kayla membahas tentang Bayu. Jadi ia juga tidak pernah menyinggung mengenai laki-laki itu lagi, terakhir yang ia tahu laki-laki itu sudah menikah dengan wanita seusianya yang merupakan teman kantor laki-laki itu.
Pernikahan yang berhasil menjungkirbalikkan hidup sahabatnya.
Dengan raut wajah kesalnya, Rania pun menjawab, "Semua itu gara-gara Mas Icad! Tadi pagi dia nggak bisa jemput gue, terus bukannya ngasih tau gue kek biar gue bisa pulang sendiri, eh dia malah nyuruh Mas Bayu buat jemput gue," ucap gadis itu sambil memukuli bantal yang ada di pangkuannya untuk melampiaskan emosi.
"Terus gimana perasaan lo pas ketemu sama dia lagi setelah bertahun-tahun?"
Gerakan tangan Rania langsung terhenti saat mendengar pertanyaan dari Kayla, raut wajah kesalnya kini sudah berganti menjadi sendu. Gadis itu bahkan sampai melipat kedua kakinya dan menyembunyikan wajahnya disana.
__ADS_1
"Gue nggak tau Kay, perasaan gue kacau banget waktu ngeliat dia. Jujur, gue kangen sama dia. Kangen banget malah, gue pengen peluk dia lagi kaya dulu, tapi gue sadar gue nggak boleh ngelakuin itu," lirih Rania.
Kayla yang melihat kondisi sahabat nya seperti itu pun langsung maju dan mengelus punggung gadis itu agar Rania tidak merasa sendiri.
"Dan lo tau Kay? Dia udah punya anak sekarang. Bahkan anaknya kembar. Bahagia banget kan hidup dia sekarang Kay?" lanjut Rania dengan air mata yang sudah mengalir membasahi wajahnya.
Suasana yang tadi begitu menyenangkan, seketika berubah menjadi mellow. Bahkan, Kayla saja sudah berkaca-kaca karena ucapan Rania.
"Kay," panggil Rania seraya mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah sang sahabat.
Dengan lembut Kayla pun menjawab, "Iya?"
"Sekarang gue harus gimana Kay? Perasaan gue sama Mas Bayu masih sama kaya dulu, bahkan mungkin sekarang makin besar. Usaha gue selama 5 tahun ini ternyata nggak berhasil buat hilangin dia dari hati gue Kay, gue harus gimana?"
"Apa gue balik ke London aja ya Kay? Seenggaknya disana gue nggak selalu kepikiran tentang Mas Bayu,"
Gerakan tangan Kayla yang tengah mengelus punggung Rania langsung terhenti saat mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Menurut gue itu bukan solusi yang bagus Ran, karena kalo lo pergi kesana lagi, itu namanya lo kabur. Lo lari dari masalah. Dan mau sejauh apapun lo lari, kalo akar masalahnya nggak diselesaikan ya lo bakal terus-terusan dikejar sama perasaan itu,"
"Terus gue harus gimana Kay?" lirih Rania di sela tangisnya.
"Hadapi. Lo harus berani hadapi perasaan lo sendiri. Walaupun mungkin susah, tapi lama-lama lo akan terbiasa. Gue percaya lo bisa Ran,"
***
__ADS_1
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 22.15, setelah acara galau-galauan tadi mereka berdua hanya menghabiskan waktu di dalam kamar dengan menonton drama komedi favorit mereka untuk membangun mood Rania yang sudah hancur berantakan.
Bahkan, saat waktu makan malam saja Rania tidak mau keluar kamar. Jadilah mereka berdua makan malam di dalam kamar. Kedua orang tua Rania juga tidak curiga sedikitpun karena mereka pikir sang putri sedang ingin menghabiskan waktu dengan sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.
Setelah mengecek jam, Kayla kemudian melirik ke arah Rania yang sudah tertidur pulas di sampingnya. Sebenarnya, tadi ia juga sudah tidur, namun karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering, jadilah Kayla terbangun.
Dengan perlahan gadis itu pun mulai menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dan turun dari atas ranjang. Karena tempat minum yang ada di atas nakas kosong, akhirnya Kayla pun terpaksa harus turun ke bawah dan mengambil minum di dapur.
Kalau tidak karena tenggorokan nya yang sudah sangat kering, Kayla tidak akan berani seperti ini. Karena selain merasa sungkan, ia juga sebenarnya orang yang penakut. Jadi ini merupakan hal yang cukup menggoyahkan mentalnya.
Setelah berjuang melewati kegelapan dari lantai dua menuju lantai satu, akhirnya Kayla sampai juga di dapur. Karena ini sudah malam, jadi semua lampu sudah dimatikan kecuali lampu kamar mandi dan lampu teras. Jadi suasana dapur juga terlihat cukup menyeramkan untuknya. Namun, ia juga tidak enak kalau harus menghidupkan lampu, takutnya ia malah mengganggu tidur Bi Inem yang merupakan asisten rumah tangga di rumah ini.
Akhirnya Kayla pun memutuskan untuk langsung membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral dingin disana. Dengan cepat ia membuka botol tersebut dan meminum isinya hingga tersisa setengah botol.
"Huhh… seger banget," gumam Kayla setelah merasakan kesegaran yang mengalir dari tenggorokan hingga seluruh tubuh nya.
Setelah selesai, gadis itu pun langsung menutup pintu kulkas.
"Ngapain lo malem-malem disini?"
"Aaaaa-mhpmhh"
Mata Kayla langsung terbelalak sempurna saat melihat sesosok laki-laki yang tiba-tiba saja membekap mulutnya.
"Sstt… jangan berisik. Lo mau bangunin orang-orang?"
__ADS_1