Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar

Jatuh Cinta Pada Ayah Si Kembar
Mas suka sama siapa?


__ADS_3

"Loh, Kakak cantik kenapa? Kok nangis?" tanya Anjani saat melihat buliran bening yang jatuh membasahi pipi Kakak Cantiknya.


Mendengar hal itu, Bayu pun langsung memajukan langkah nya mendekati Rania, dan benar saja saat ia melihat wajah gadis itu dari dekat, wajah cantik Rania sudah basah oleh air mata.


"Aduh, kok kamu nangis sih? Mas ada salah ngomong ya. Maaf, maaf, Mas nggak bermaksud buat nyalahin kamu karena dulu kamu nggak mau ketemu sama kita, Mas cuma-"


"Nggak kok nggak papa. Itu emang salah aku, aku aja yang kekanakan, aku… aku… aku minta maaf Mas, aku juga mau minta maaf sama Mbak Adel," ucap Rania dengan air mata yang terus mengalir, bahkan saat ini nafasnya sudah tersengal-sengal akibat tangisannya yang terlalu keras.


Rania juga tidak tahu kenapa dia bisa menangis sampai seperti ini. Tetapi yang pasti, saat ini dadanya terasa sangat sesak seperti ditimpa beban berkilo-kilo gram.


"Iya, iya, Mas sama Mbak Adel udah maafin kamu dari dulu kok. Sebenernya kamu juga nggak salah, kan kamu emang lagi sibuk waktu itu. Udah, udah, cup, cup, jangan nangis lagi. Malu loh itu diliatin sama Anjani," ledek Bayu seraya mengelus punggung Rania dengan lembut.


Namun, bukannya mereda tangisan Rania malah semakin keras membuat Bayu makin panik. Ditambah sekarang putri kesayangannya itu juga sudah mulai berkaca-kaca karena melihat Kakak Cantiknya menangis.


"Kakak Cantik, Kakak Cantik jangan nangis. Nanti aku ikutan nangis," lirih Anjani dengan mata yang sudah mulai memerah.


Mendengar hal itu, Rania yang tadinya sedang menutupi wajahnya menggunakan tangan pun langsung membuka tangannya dan menatap wajah Anjani yang saat ini tengah berdiri tepat di sampingnya, bahkan tubuh gadis kecil itu menempel erat dengan tubuhnya.


Dengan lembut, Rania pun mengangkat tangannya untuk mengelus pipi Anjani, kemudian berkata, "N-nggak, aku udah nggak n-nangis lagi kok," ucap gadis itu dengan nafas yang tersengal-sengal karena efek menangis.


"Tapi ini matanya masih berair… " cicit Anjani sambil menghapus cairan bening yang masih menggenang di mata Rania.


Hati Rania pun langsung menghangat saat mendapatkan perlakuan selembut itu dari Anjani. Sikap dan sifat gadis kecil ini benar-benar mirip dengan ibunya. Dulu, Adel juga pernah menghibur nya seperti ini saat dia sedang sedih. Tanpa wanita baik itu sadari kalau Rania sedih karena pernikahan Bayu dan dirinya.


Dengan cepat, Rania pun menyeka air matanya sendiri, "Nah, u-udah kering k-kan?"


Meskipun Anjani tahu kalau Kakak Cantiknya itu masih bersedih, tetapi dia tetap menganggukkan kepalanya dengan pelan.


Tanpa kedua gadis cantik itu sadari kalau interaksi yang ditunjukkan oleh mereka berdua barusan, menghadirkan perasaan baru di hati Bayu yang telah lama kosong.


***


Setelah drama yang terjadi tadi pagi, akhirnya kini mereka berempat sudah berada di dalam mobil. Siapa lagi kalau bukan Bayu, Rania, Shaka, dan juga Anjani.


Sebelum pergi mencari ruko, mereka akan mengantarkan kedua bocah kembar itu ke sekolah terlebih dahulu.


"Nah, udah sampe. Ayo turun," ucap Bayu saat mobil mewahnya sudah terparkir sempurna di depan taman kanak-kanak tempat kedua buah hatinya menimba ilmu.


Dengan cepat, kedua bocah kembar yang duduk di bangku tengah itu pun langsung melepaskan seat belt yang melingkari tubuh mereka lalu turun dari dalam mobil secara bergantian.


"Ayo masuk,"


Bayu yang sudah turun dari dalam mobil terlebih dahulu langsung menggandeng kedua tangan anaknya. Namun, saat laki-laki itu akan berjalan, tiba-tiba saja sang putri menarik tangannya.


"Kenapa Dek?" tanya Bayu dengan nada lembutnya.


Bukannya menjawab, gadis kecil itu malah berlari menuju mobil lalu mengetuk pintu mobil bagian Dara duduk, yaitu di bagian depan tepat di samping supir.


Tok. Tok. Tok.


"Kakak Cantik!" panggil gadis kecil itu dengan suara nyaring nya.


Rania yang memang tengah memandang ke arah Anjani pun dengan cepat langsung membuka pintu di sampingnya.


"Kenapa sayang?" tanya gadis cantik itu dengan lembut seraya turun dari dalam mobil.


Dengan puppy eyes andalannya, Anjani berkata, "Kakak Cantik ikut anterin ke dalem dong,"


"Hah? Aku?" tanya Rania sambil menunjuk dirinya sendiri.


Dengan cepat, gadis kecil itu pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, "Iya, ayo,"


Tanpa menunggu persetujuan dari Kakak Cantiknya, gadis kecil itu langsung menarik tangan Rania menuju ayah dan kakaknya yang sudah menunggu di depan gerbang.


"Ayo kita masuk!" seru Anjani dengan raut wajah bahagia nya.


Melihat hal tersebut, Bayu pun hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan tingkah putri kecilnya itu. Namun tak urung, Bayu pun meraih tangan kecil Anjani ke dalam genggamannya, lalu mereka berempat pun masuk ke dalam area sekolah dengan bergandengan tangan.


Membuat semua orang yang ada disana menatap mereka dengan pandangan kagum sekaligus iri, karena mereka kira apa yang tengah mereka lihat saat ini adalah gambaran keluarga bahagia yang sebenarnya.

__ADS_1


Sedangkan, Rania sejak tadi tak henti-hentinya merutuki dirinya sendiri karena tidak mampu menolak permintaan Anjani.


Sesampainya di depan kelas tempat Shaka dan Anjani belajar, kedua bocah kembar itu langsung berpamitan dan mencium tangan Bayu serta Rania secara bergantian.


"Aku sama Anjani masuk dulu ya Pah," ucap Shaka pada sang ayah.


Dengan pelan, Bayu pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Iya, jagain adeknya ya Kak. Nanti siang Papah jemput lagi,"


"Oke Papah,"


"Kakak Cantik, nanti ikut jemput kita lagi kan?" kini giliran Anjani yang bersuara.


Rania yang sejak tadi hanya berperan sebagai penonton pun tersentak kaget saat tiba-tiba mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Anjani.


"Hah? O-oh kalo itu… " Rania menggantung ucapannya lalu melirik ke arah Bayu, dan saat laki-laki itu menganggukkan kepalanya, gadis itu pun langsung menjawab, "I-iya, iya, nanti aku juga ikut jemput kalian,"


Sontak saja, jawaban yang diberikan oleh Rania pun membuat Anjani bersorak kegirangan. Namun karena sebentar lagi bel sudah akan berbunyi, Shaka pun langsung menarik tangan sang adik lalu membawanya ke dalam kelas.


"Mas, emangnya nanti aku ikut jemput mereka?" tanya Rania saat kedua bocah kembar itu sudah menghilang di balik tembok.


Bukannya menjawab pertanyaan dari gadis itu, Bayu malah balik bertanya, "Kamu nggak mau?"


"Bukan gitu, tapi kan-"


"Tapi kenapa?"


Reflek, Rania langsung memutar bola matanya saat Bayu memotong ucapannya yang belum selesai.


"Kebiasaan, udah dibilangin nggak baik tau muterin bola mata kayak gitu,"


Deg.


Tubuh Rania langsung berubah menjadi kaku saat tanpa diduga, tiba-tiba saja Bayu menutup kedua matanya menggunakan telapak tangan besarnya.


"L-lagian, Mas Bayu sih, orang aku belom selesai ngomong, udah dipotong duluan!" gerutu gadis itu seraya menghempaskan tangan Bayu.


"Loh, Mas Bayu?"


Bayu dan Rania yang tadinya masih berdiri berhadapan pun langsung mengalihkan pandangannya pada seorang wanita cantik yang baru saja datang.


"Mas Bayu udah dateng dari tadi? Anak-anak mana?" tanya wanita cantik itu dengan ramah.


"Oh, enggak kok. Aku juga baru dateng. Anak-anak tadi langsung pada masuk ke dalem kelas," jawab Bayu seadanya.


"Oh gitu… " sahut wanita cantik itu sambil menganggukkan kepala nya dengan pelan, "Mm… Mas Bayu dateng sama siapa? Kok kayaknya aku baru pernah liat?" tanya wanita itu sambil memandangi Rania dari atas sampai bawah.


Membuat gadis cantik yang saat ini mengenakan dress berwarna putih milik almarhumah Adel itu tampak tidak nyaman.


"Oh iya, kenalin ini namanya Rania. Dia… adik aku. Dan Rania, kenalin ini Sella, dia adiknya Adel,"


Sontak saja perkataan yang diucapkan oleh Bayu barusan membuat kedua wanita berbeda usia itu sama-sama terkejut. Rania yang terkejut karena baru mengetahui kalau ternyata Adel mempunyai adik. Dan Sella yang terkejut karena akhirnya ia bertemu juga dengan sosok yang selama ini selalu diceritakan oleh kakak dan kakak iparnya itu.


"Oh, jadi ini yang namanya Rania ya. Dulu aku sering banget loh denger tentang kamu dari Mbak Adel," ucap Sella dengan raut wajah exited nya.


Namun, entah mengapa Rania bisa melihat gurat ketidaksukaan dari ekspresi yang ditunjukkan oleh wanita itu kepadanya. Tapi, ini kan pertama kalinya mereka bertemu, masa sih wanita itu sudah tidak suka padanya. Apakah dia yang terlalu banyak berpikir?


Dengan senyum canggung nya, Rania pun memberanikan diri untuk mengulurkan tangan kanannya ke arah wanita itu sambil berkata, "Kenalin Kak, aku Rania,"


Dan apakah kalian tahu, apa respon dari wanita di depannya? Dia hanya menyentuhkan ujung jarinya saja di tangan Rania, itu pun hanya sekejap mata saja sudah langsung ditarik lagi.


"Aku Sella, salam kenal juga ya," ucap wanita bernama Sella itu dengan senyum setipis tisu dibagi tujuh.


Wah, ini sih fix dia nggak suka sama gue! Tapi apa alasannya?! Ini kan pertama kalinya kita ketemu. Emangnya muka gue se ngeselin itu ya?


"Bukannya Mas bilang dia lagi di luar negeri ya?" tanya Sella kepada Bayu. Bahkan tubuh wanita itu pun lebih condong kepada laki-laki itu, membuat Rania merasa terasingkan.


"Iya, kebetulan beberapa hari yang lalu dia baru pulang lagi ke Indonesia,"

__ADS_1


Mendengar hal itu, Sella pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti, "Oh… terus kenapa dia juga ikutan kesini?"


Hello? Emang masalah buat lo kalo gue ada disini? Nih cewek lama-lama nyebelin juga ya. Sifatnya beda 180° sama Mbak Adel. Pengen gue sumpel tuh mulut pake kaos kaki bekas Mas Icad.


"Loh, emangnya kenapa kalo Rania ikut kesini? Kamu ada masalah sama hal itu?" tanya Bayu to the point.


Rania bahkan sampai speechless karena semua kata-kata yang ingin ia keluarkan sudah diucapkan oleh laki-laki itu.


Sella pun langsung gelagapan saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari mantan kakak iparnya.


"Hah? Ya enggak lah Mas. Nggak masalah sama sekali. Aku cuma tanya aja, soalnya kalian kan bukan kakak adek kandung, tapi kenapa keliatannya kalian deket banget ya? Menurut aku, kayaknya hal itu kurang pantes aja, apalagi kalo lagi di depan anak-anak. Gimanapun juga, Rania ini kan wanita dewasa, bukan anak SMA lagi,"


What?! Ternyata ada ya orang yang se tidak tau malu itu. Bisa-bisanya berkata panjang lebar seperti itu mengenai orang yang baru dikenal.


Padahal dari tampilan luarnya wanita itu terlihat seperti wanita cantik yang berkelas dan elegan. Tapi ternyata…


Huh. Memang ya, jangan pernah menilai sesuatu hanya dari luarnya saja.


"Sell, kayaknya itu bukan urusan kamu deh. Selama ini aku masih menghargai kamu karena kamu itu adiknya Adel. Tapi bukan berarti kamu boleh ikut campur ke dalam urusan pribadi aku," ucap Bayu dengan nada tegasnya, "Ayo Ran kita pergi, kamu masih harus cari ruko kan?" lanjut laki-laki itu sambil menolehkan kepalanya ke arah Rania yang masih berdiri tepat di sebelahnya.


Rania yang masih speechless dengan ucapan wanita cantik di depannya itu pun terkejut saat tiba-tiba Bayu melemparkan pertanyaan kedanya. Akhirnya, dengan gugup gadis itu pun menjawab, "O-oh iya, iya,"


Tanpa berkata apa-apa lagi, Bayu langsung menarik tangan Rania dan pergi dari sana, meninggalkan Sella yang langsung mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


***


Brak.


Tubuh Bayu tersentak kaget saat Rania menutup pintu mobilnya dengan kencang. Tak jauh berbeda dengan laki-laki itu, Rania juga kaget sendiri dengan perbuatan nya.


"Eh! Sorry, sorry Mas. Aku nggak sengaja," ucap Rania dengan wajah tidak enaknya.


Ini semua gara-gara wanita tadi! Gara-gara dia Rania jadi merasa kesal setengah mati, dan tanpa sadar dia malah melampiaskan nya pada mobil mewah milik Bayu.


Aduh, rugi bandar nih gue kalo sampe disuruh ganti rugi!


"It's okay, kamu pasti kesel kan sama Sella?"


Rania agak terkejut saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Bayu. Dia harus menjawab bagaimana? Kalau dia berkata jujur apakah laki-laki itu akan marah? Secara, wanita tadi kan adik iparnya.


Karena gadis cantik di sampingnya tak kunjung menjawab, akhirnya Bayu pun kembali bersuara, "Mas juga nggak suka kok sama dia,"


"Hah?"


Sontak saja, Rania pun langsung menolehkan wajahnya ke arah Bayu.


"Ya, Mas nggak suka sama dia yang sekarang. Padahal dulu pas Adel masih ada, dia nggak kayak gitu. Sifatnya lembut, kalem, sebelas duabelas lah sama Adel. Tapi nggak tau kenapa, setelah Adel pergi dia malah berubah jadi kayak gitu," jelas Bayu panjang lebar.


Dengan entengnya, Rania menimpali, "Dia suka sama Mas kali,"


"Emang,"


"Hah?"


Rania kembali dibuat terkejut dengan respon Bayu yang sangat percaya diri itu.


"Dia sendiri yang bilang sama Mas kalo dia mau jadi istri Mas buat gantiin Adel," ucap laki-laki itu dengan santainya. Seakan-akan yang saat ini sedang mereka bicarakan adalah urusan sepele seperti mau beli ayam goreng atau ayam bakar.


"Terus… Mas mau?"


"Ya nggak lah. Kan tadi Mas udah bilang kalo Mas nggak suka sama dia,"


"Terus Mas sukanya sama siapa?"


Hening.


Kedua manusia berbeda usia itu langsung sama-sama hening saat mendengar pertanyaan dari Rania. Hal tersebut pun membuat gadis itu merutuki dirinya sendiri karena berani-beraninya menanyakan hal seperti itu kenapa Bayu.


Untuk memecahkan kecanggungan yang terjadi, Rania pun akhirnya memberanikan diri untuk kembali berbicara, " Oh iya Mas, ngomong-ngomong kenapa dia bisa ada disini?"

__ADS_1


__ADS_2