JENDRAL MENJADI TUAN MUDA

JENDRAL MENJADI TUAN MUDA
PDKT


__ADS_3

Rean terdiam saat Kania selesai mengeluarkan unek-uneknya yang kesal, karna Rean yang seolah-olah sengaja mencari masalah dengannya.


Rean menghembuskan nafasnya kemudian memejamkan matanya, sedang Kania menutup mulutnya yang baru saja berkata kasar pada Rean.


"Kamu ...," ucap Rean yang terhenti karna Kania yang tiba-tiba membungkukkan badannya dan meminta maaf.


"Maaf, saya minta maaf," ucap Kania membuat Rean mengernyit.


"Kamu boleh keluar!" ucap Rean tiba-tiba membuat Kania tersentak.


Kania pamit pada Rean kemudian keluar dari ruangan Rean. Rean memijit keningnya saat Kania keluar dari ruangannya.


"Bodoh! bodoh!" ucap Rean pada dirinya sendiri.


Rean merutuki dirinya sendiri, bukan maksudnya untuk membuat kesan jelek pada Kania hanya saja dia tidak tau harus berbuat apa, karna dia tidak tau bagaimana caranya pdkt dengan seorang wanita, karna dulu Kania lah yang menyatakan perasaan lebih dulu dan juga memberikan perhatian pada Rey.


Sedang Rey, sama sekali tidak tau bagaimana caranya romantis pada wanita.


"Sia**n," umpat Rean pada dirinya sendiri.


Rean menghembuskan nafasnya berusaha untuk tidak emosi karna bisa saja barang-barang di hadapannya hancur semua.


Tiba-tiba Rean terfikirkan satu hal dan kemudian membuka laptopnya dan menyingkirkan dokumen itu ke sisi sebelah meja karna sudah selesai semua.


Rean mengetik sesuatu di laptopnya.


"Cara-cara pdkt pada seorang wanita,"


Itulah yang Rean ketik di laptopnya dan sedetik kemudian muncullah beberapa tulisan di layar laptop Rean tentang cara-cara pdkt dengam seorang wanita.


Rean membaca tulisan itu dengan begitu serius.


"Berikan bunga dan coklat pada wanita yang anda sukai," ucap Rean membaca tulisan di layar laptopnya.


"Ini bukan cara yang sesatkan!" ucap Rean kemudian beranjak dari duduknya dan segera berjalan keluar dari ruangannya.


Rean berjalan keluar perusahaan itu kemudian berjalan untuk menyebrang jalan menuju ke toko bunga di seberang jalan.


* * *

__ADS_1


Rean masuk ke dalam toko bunga hingga membuat perhatian para wanita yang berjalan di depan toko bunga itu.


Rean melihat bunga-bunga yang terpajang di toko itu dan dahinya mengkerut hingga tiba-tiba ....


"Hachiu," tiba-tiba Rean bersin membuatnya segera memengang hidungnya dan kemudian ....


"Hachiu ... hachiu ... hachiu," Rean mulai bersin-bersin membuatnya segera berlari keluar toko bunga membuat pemilik toko bunga itu bingung dan mengikuti Rean keluar dari toko bunganya.


"Hachiu ... hachiu ... hachiu," Rean masih bersin-bersin di luar dari toko bunga membuatnya mengumpat kesal.


'Sia**n, aku lupa jika tubuh ini alergi serbuk bunga berlebih,' ucap Rean dalam hati yang baru menyadari jika pemilik tubuh ini alergi akan serbuk bunga.


"Hachiu ...," Rean terus bersin membuat pemilik toko bunga itu tersenyum kecil.


'pria ini alergi dengan serbuk bunga tapi tetap memaksakan diri untuk membelikan pujaan hatinya bunga, sungguh romantis,' ucap pemilik toko bunga itu dalam hati.


"Hachiu ... pak saya ingin ... Hachiu ... membeli bunga mawar ... hachiu ... itu," ucap Rean di sela-sela dirinya yang tidak berhenti bersin.


"Apa mau saya bantu,tuan?" tanya pemilik toko itu pada Rean.


"Bantu ... hachiu ... apa?" tanya Rean pada pemilik toko bunga itu.


"Tolong bapak beri ... hachiu ... bunga itu pada wanita ... hachiu ... ini," ucap Rean menujukkan foto Kania yang berada di ponselnya pada pemilik toko itu.


"Baik, tuan. saya akan menghiasnya dengan sangat cantik," ucap pemilik toko bunga itu pada Rean.


"Tolong beli coklat ... hachiu ... juga, ini uangnya dan sisanya ... hachiu ... buat kamu bapak aja," ucap Rean memberikan 2 lembar uang seratus ribu pada pemilik toko itu dan kemudian pergi setelah mendengar pemilik toko itu yang terus menerus mengucapkan terima kasih padanya.


"Sia**n ... hachiu," umpat Rean di sela-sela bersinnya dan segera masuk ke dalam gedung kantornya.


* * *


Rean segera masuk ke ruangannya dengan perasaan kesal sekaligus sedikit lega karna bersinnya sudah mulai reda.


"Sia**n, seandainya aku tau orang yang menulis artikel tidak berfaedah seperti ini, mungkin aku akan pergi dan membunuhnya," ucap Rean kesal.


* * *


Pukul 4 sore.

__ADS_1


Kania keluar dari gedung kantor tempat ia bekerja sebagai cleaning servis. Kania berjalam hingga tiba-tiba seorang pria mendekatinya.


"Maaf, Neng, ini ada bunga dan coklat untuk, Eneng," ucap pria itu membuat Kania mengernyit bingung.


"Dari siapa, pak?" tanya Kania bingung.


"Dari pengemar rahasia, eneng," ucap pemilik toko bunga itu membuat Kania terkejut.


"Maaf, pak. saya tidak bisa ...," ucap Kania yang menolak bunga dan coklat yang tidak tau dari siapa.


"Saya mohon, neng. terima ya, pengemar rahasia, eneng pasti kecewa kalau ngga di terima," ucap pemilik toko bunga itu membuat Kania terdiam.


Kania nampak berfikir kemudian menghembuskan nafasnya kemudian tersenyum dan memgambil bingkisan bunga yang begitu indah dan juga kotak coklat berbentuk hati.


Pemilik toko bunga itu tersenyum kemudian pamit pada Kania untuk kembali ke tokonya yang berada di seberang jalan.


Kania segera pulang dengan coklat dan bunga di tangannya.


* * *


Tiga puluh menit kemudian.


Kania tiba di kontrakannya dan segera masuk ke dalam setelah membuka pintu, Kania meletakkan bunga beserta coklat itu di atas meja di ruang tamu di kontrakannya yang tidak terlalu besar.


Kania menatap buket bunga itu dan juga kotak coklat itu dengan tatapan bingung.


Kania menghembuskan nafasnya kemudian beranjak dari tidurnya untuk segera masuk ke kamarnya.


Kania membuka pintu kamarnya lalu segera menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya dan kemudian memejamkan matanya.


"Kak Rey, aku rindu, setelah uangku terkumpul, aku akan ke sana dan mengunjugi makammu, aku minta maaf karna tidak bisa hadir saat itu, aku juga minta maaf, karna tidak bisa selalu bersama dengan kak Rey," ucap Kania yang mulai terisak.


"Aku sangat rindu kak Rey," tangis Kania pecah saat melihat foto kebersamaannya dan Rey lalu kemudian memeluk bingkai foto itu erat dan menangis hingga akhirnya tertidur.


Tanpa Kania sadari, seseorang tengah berdiri di luar kontrakannya berniat untuk mengetuk pintu tapi ia urungkan karna mendengar suara tangisan Kania.


Rean mengepalkan tangannya merasa bersalah pada Kania, Rean perlahan menajauh dari kontrakan Kania menuju mobilnya.


Rean masuk ke dalam mobilnya dan segera menyalakan dan kemudian melajukannya dengan kecepatan penuh untuk segera pulang.

__ADS_1


'Kania, maaf, aku tidak pernah sekali pun mencoba mengertikan tentang perasaanmu dan di saat aku mulai ingin membuatmu bahagia, aku malah membuatmu semakin menangis, maaf, maaf untuk segalanya. aku janji padamu, mulai dari sekarang, aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi, hari ini hari terakhir kamu menangis untuk ke depannya, aku tidak akan membuatmu menangis lagi, aku janji,' ucap Rean dalam hati bertekad penuh untuk tidak membuat Kania menangis lagi.


__ADS_2