JENDRAL MENJADI TUAN MUDA

JENDRAL MENJADI TUAN MUDA
PESTA


__ADS_3

Rean menghembuskan nafas perlahan, dan kemudian memutar knock pintu apartemennya.


Xiper menelan salivanya dengan susah payah, kini mereka lebih terlihat seperti pencuri dibanding tuan rumah.


Rean semakin membuka pintu itu perlahan dan menghembuskan nafas lega saat tidak melihat Kania diruang tamu.


Rean segera membuka lebar pintu apartemennya, dan melangkah masuk diikuti oleh Xiper.


"Apa kau akan pulang seminggu lagi?" tanya Rean pada Xiper yang hendak membuka pintu kamar tamu.


"Mungkin aku akan menetap disini," ucap Xiper dengan tersenyum, lalu masuk kekamar.


Rean tersenyum kecil mendengar ucapan Xiper, lalu segera membuka pintu kamarnya perlahan dan melihat Kania yang tertidur pulas diatas tempat tidur.


Rean bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri dan tidur disamping istrinya. Tiba-tiba ia teringat akan sesuatu yang membuat seringain dibibirnya.


"Satu bulan lagi ulang tahunnya 'kan? Aku akan membuat kejutan untuknya," ucap Rean dengan tersenyum penuh arti, bersiap memberi kejutan pada orang yang selalu menyusahkannya dengan segala rencana licik, siapalagi jika bukan Nira.


Ia segera menyelesaikan mandinya, lalu segera keluar. Rean berjalan kedepan lemari lalu mengambil kaos untuk ia kenakan, dan juga celana piyama tidurnya. Rean tidak suka memakai piyama saat tidur, jadi ia memutuskan memakai kaos dan celana piyama saja.


Rean naik keatas tempat tidur perlahan agar tidak membangunkan Kania, ia menatap wajah istrinya itu, yang begitu menenangkan membuat ia ingin menerkamnya sekarang juga.


"Good night, my wife," ucap Rean mengecup kening Kania sayang, lalu memeluk erat tubuh mungil istrinya itu.


* * *


Satu bulan kemudian.


Tidak terasa sudah satu bulan berlalu sejak malam itu, dan hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Rean.


Xiper masih tinggal bersama dengan mereka, kini ia sudah menetap dinegara Indonesia, setelah proses yang cukup melelahkan menurut Xiper.


Xiper ingin sekali membeli apartemen untuk ia tinggali, tapi ia tidak melalukannya. Di karenakan saat ini Kania tengah mengandung, membuat Rean tidak tega meninggalkannya sendiri dirumah, dan memutuskan untuk meminta Xiper menjaga Kania saat ia pergi bekerja.


Rean meminta Kania untuk berhenti bekerja saat mengetahu bahwa Kania tengah mengandung, yang membuat Rean melompat-lompat kegirangan layaknya anak kecil.

__ADS_1


Saat ini mereka bertiga tengah makan malam, untuk bersiap kesuatu tempat yaitu kediaman William. Untuk menghadiri pesta ulang tahun Nira yang diadakan disana.


Orang tua Rean belum mengetahui pernikahan Rean dan Kania, dan hari ini adalah hari yang tepat untuk memberitahu mereka dengan membawa Kania kesana. Soal keamanan sudah diatur oleh Rean dan Xiper.


Tiba-tiba Kania berdiri dari duduknya dan segera berlari kecil kearah westafel didapur, kemudian memutahkan semua makanan yang masuk diperutnya.


Rean segera beranjak dari duduknya, sedang Xiper dengan santainya melanjutkan makannya dan melihat pemandangan romantis sepasang suami istri, yang membuat ia merasa harus segera menikah.


Rean memijit tengkuk Kania untuk memberikan sedikit rasa nyaman pada istrinya itu.


Rean jadi merasa khawatir untuk membawa Kania bersamanya hari ini, jika keadaannya seperti sekarang.


Mungkin ia mengundur niatnya itu untuk sementara waktu, Rean tidak tega untuk membawa Kania dan meninggalkannya.


"Mungkin kita tidak perlu pergi kesana," ucap Rean dan Kania mengelengkan kepalanya pelan, lalu menoleh kearah suaminya itu.


"Aku baik-baik saja, kita tidak boleh tidak datang kesana, lagipula ini sudah baik-baik saja," ucap Kania dengan tersenyum kecil pada suaminya.


Rean tersenyum membalas senyuman istrinya itu, meski dihatinya masih sangat khawatir pada Kania.


* * *


Rean, Kania dan Xiper tiba dikediaman William, dimana mobil telah terparkir rapi dihadalam rumah.


Rean melihat arloji yang melingkar dipergelangan tangannya, ini masih jam 7:30 malam dan hampir semua tamu telah datang.


Rean segera membuka pintu mobil dan segera membukakan pintu untuk istrinya, sedang Xiper membuka pintu untuk dirinya sendiri, derita seorang jomblo.


Rean sengaja datang setelah makan malam diapartemennya, ia takut jika istrinya makan ditempat ini yaitu rumahnya sendiri. Karena Nira yang mungkin akan melakukan hal yang berbahaya pada istrinya.


Rean melangkahkan kakinya memasuki rumah besar itu, diikuti oleh Xiper yang mengekor dibelakang Rean, dengan dibalut setelan jas yang melekat ditubuh atletisnya.


Rean mengenakan jas berwarna navy dengan kemeja berwana putih, dengan Kania yang mengenakan gaun berwarna navy, terlihat serasi.


Pintu terbuka lebar membuat semua pasang mata menatap kearah tiga orang yang baru saja memasuki rumah besar itu.

__ADS_1


Semua orang menatap kagum pada pria yang mengandeng tangan seorang wanita, yang begitu cantik.


"Bukankah itu tuan muda William."


"Siapa wanita cantik disampingnya itu?"


"Mereka terlihat seperti pasangan suami istri ya."


Ucapan para tamu yang menatap kearah Rean dan Kania, sedang Xiper masih berjalan dibelakang Rean.


Tuan dan nyonya William menatap tidak percaya pada putranya yang berjalan kearah mereka, sedang Nira berusaha mengenali wajah wanita disamping Rean.


'Bukankah wanita itu sekertarisnya yang mengundurkan diri beberapa hari sebelumnya?' ucap Nira bertanya-tanya dalam hatinya.


"Rean, siapa wanita disampingmu dan pria dibelakangmu itu?" tanya Neina saat Rean tiba dihadapannya dan juga suaminya.


Reynal mengernyit bingung, tatapannya tak lepas dari wajah Kania, sekertaris yang ia lihat waktu itu tengah berada dipangkuan putranya.


"Maaf, mama dan ayah. Aku terlambat," ucap Rean dengan tersenyum lalu menatap kearah Nira.


"Selamat untukmu, Bibi," ucap Rean dengan tersenyum penuh arti pada Nira.


"Dan soal pertanyaan mama, wanita disampingku ini adalah istriku, dan pria dibelakangku itu adalah adik angkatku," ucap Rean terus terang membuat Lily yang berdiri tidak jauh dari sana terkejut, terutama melihat pria dibelakang Rean.


Semua orang terkejut bukan main mendengar hal itu, sedang Juan yang berada didekat kedua orang tuanya, hanya meminum wine dengan santai, dengan sesekali melirik kesal kearah Lily yang mematung tidak jauh dari tempatnya.


"Ta ... tadi kamu bilang apa? wanita ini ....," Neina mengantung ucapannya, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


Reynal terdiam sesaat dan melihat Kania bergantian dengan Rean, apa putranya ini tengah bercanda atah serius? hal itu yang terus tergiang dikepala Reynal.


'Apa yang dikatakannya? Dia sudah menikah dengan sekertarisnya sendiri? yang benar saja!' ucap Nira dalam hati, tidak percaya sama sekali.


"Aku tau jika hal ini, sangat tiba-tiba. Tapi aku sudah menikah dengan Kania sebulan lebih, maaf jika baru memberitahu kalian sekarang," ucap Rean dengan wajah yang merasa bersalah, meski hanya pura-pura.


Neina menangis bahagia dan segera memeluk Kania erat, ia sangat bahagia mendengar bahwa putranya telah menikah.

__ADS_1


"Dan aku juga punya hadiah untuk, Bibi," ucap Rean tersenyum penuh arti pada Nira.


Neina melepask pelukannya pada Kania, lalu menatap Rean yang tersenyum penuh arti pada Nira


__ADS_2