JENDRAL MENJADI TUAN MUDA

JENDRAL MENJADI TUAN MUDA
PELIT


__ADS_3

Rean menghentikan mobilnya dibasemant apartemennya dan segera meminta Xiper untuk keluar mengikuti dirinya masuk kedalam lift.


Rean memencet tombol lift ke lantai empat. Lift terbuka, Rean segera melangkahkan kakinya keluar dari lift diikuti oleh Xiper.


Rean membuka pintu apartemennya dan berjalan masuk.


"Kau akan tidur dikamar tamu," ucap Rean dan Xiper dengan cepat menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Kalau begitu, aku kembali kekantor dulu, pekerjaanku belum selesai sempurna," ucap Rean dan berjalan mendekat kepintu keluar.


"Kak ...," ucap Xiper membuat Rean menoleh padanya.


"Apa?" tanya Rean singkat.


"Itu ... tidak apa-apa, aku hanya ingin mengatakan, semangat," ucap Xiper dengan menyentuh tengkuknya yang mendadak gatal.


"Iya, terima kasih. Istirahatlah," ucap Rean dan keluar dari apartemennya meninggalkan Xiper yang tersenyum dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku fikir dia tidak akan mengatakan sesuatu," ucap Xiper dengan tersenyum dan berjalan mendekat kearah kamar tamu untuk segera istirahat.


* * *


Lima belas menit kemudian.


Rean menghentikan mobilnya saat tiba di perusahaan, ia segera keluar dari mobil dan berjalan kelift khusus CEO yang biasa ia gunakan dengan Kania.


Rean segera memencet tombol lift naik ke lantai paling atas bangunan pencakar langit itu.


Ting!


Pintu lift terbuka, Rean melangkahkan kakinya keluar dan berjalan mendekat kearah pintu ruangannya, ia membuka pintu itu perlahan, kemudian melangkah masuk dan menoleh kearah meja Kania, di mana tidak ada orang yang duduk disana.


Rean mengernyit, kemudian melihat arloji yang melingkar ditangannya. ia menghembuskan nafasnya, saat sadar ternyata sekarang adalah jam makan siang.


Rean melangkahkan kakinya masuk keruangan kebesarannya dan terkejut saat mendapati Kania yang duduk disofa dengan makanan yang tertata rapi dimeja didepannya.


Ia terdiam sejenak melihat hal itu, dan segera tersadar saat mendengar suara sang istri yang memanggilnya.


"Eh, udah datang. Aku sudah menyiapkan semua makanan ini untukmu," ucap Kania dengan tersenyum manis pada Rean.


Rean berjalan mendekat kearah Kania dan segera memeluk istrinya itu dengan sangat erat, membuat Kania mengernyit heran.


'Ada apa ini?' tanya Kania dalam hati yang merasa aneh dengan sikap suaminya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Kania dengan raut wajah khawatirnya saat Rean melepas pelukannya.

__ADS_1


Rean segera menganggukkan kepalanya dan duduk disofa, siap menyantap makanan yang disiapkan oleh Kania.


"Makan ini juga, jangan cuma makan sayur," ucap Kania menyendokkan daging tumis kecap dipiring Rean, meski ia tahu jika pria itu tidak terlalu suka dengan daging, bukan Rey tapi Rean yang tidak terlalu suka dengan daging.


"Oh, ayolah sayang, kau tau jika aku mendadak tidak terlalu suka dengan daging, jadi jangan memberikan ini dipiringku," ucap Rean dengan nada manjanya, karena ia ingat terakhir kali ia makan daging dengan tubuhnya yang sekarang, ia hampir memuntahkan semuanya, karena terlalu berlebihan memakan daging.


Ia merasa ingin mencaci maki pemilik tubuh sebelumya, bisa-bisanya tidak menyukai makanan lezat seperti daging tumis dan lebih menyukai sayur yang entah mengapa sudah terbiasa masuk diperut Rey.


"Tapi tetap saja, kamu harus makan ini, biar sedikit saja harus makan!" ucap Kania yang terdengar seperti memerintah ditelinga suaminya itu.


Rean nampak berfikir sejenak dan kemudian menatap lekat istrinya itu, hingga sebuah ide terlintas diotaknya.


"Baiklah, aku akan makan daging ini, tapi ....," Rean mengantung ucapannya, membuat Kania mengernyit penuh tanda tanya.


"Besok malam aku ingin memakanmu," ucap Rean santai membuat Kania tersedak salivanya sendiri.


Rean menatap Kania dengan tatapan penuh harap, sangat-sangat berharap.


"Kita bisa melakukan hal itu setiap malam, jika kau tidak lelah," ucap Kania santai dan sedetik kemudian, terkejut dengan apa yang ia katakan.


Rean yang mendengar hal itu berbinar senang dan seketika memeluk tubuh Kania dengan mulut yang mengunyah makanan.


"Aku ingin cepat ada bayi mungil didalam sini," ucap Rean dengan memeluk erat tubuh Kania dengan tangan yang mengelus perut rata istrinya itu, yang tertutup baju.


Kania yang mendengar hal itu tersenyum kecil dan kemudian membalas pelukan suaminya itu.


Rean tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya pada istrinya itu.


'Aku berjanji, aku akan melindungimu meski harus mengorbankan nyawa sekalipun, malam ini aku akan membuat mereka semua merasakan akibat mencari masalah denganku,' ucap Rean dalam hati dengan raut wajah dinginnya, yang tidak dilihat oleh Kania yang masih berada didada bidangnya.


"Sudah ih, pelukannya. Sekarang kita lanjut makan lagi, biar nanti bisa fokus buat kerja" ucap Kania dan dengan cepat Rean melepaskan pelukannya, lalu melanjutkan memakan makanan dipiringnya.


Mereka makan dengan sesekali bercanda gurau, tentu saja dengan Rean yang sedikit usil dengan Kania.


* * *


Sepuluh menit kemudian.


Kini Rean telah duduk dikursi kebesarannya dan kembali fokus pada dokumen dihadapannya. Sedang Kania, berada di ruangan miliknya.


Tiba-tiba ponsel Rean berdering, membuat pria itu meraih benda pipih yang berada disampingnya, dan mengangkat tanpa melihat siapa yang menelfon.


"Halo," ucap Rean saat mengangkat telfon yang entah dari siapa ia tak tahu, karena tidak melihatnya dan memilih fokus pada dokumen ditangannya.


"Halo, kak," ucap seseorang diseberang telfon membuat Rean mengernyit, dan melihat layar ponselnya, tertera nama Xiper disana.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Rean malas pada Xiper diseberang telfon, yang terdengar seperti merengek.


"Apa kau sama sekali tidak menyiapkan makanan sebelum pergi? kau ingin membuatku mati kelaparan kah," ucap Xiper diseberang telfon, membuat Rean mengernyit.


Ia menghembuskan nafasnya, kala menyadari jika memang tidak ada makanan dirumah, karena Kania hanya menyiapkan sarapan yang pas untuk mereka berdua.


"Bukankah, kau bisa memasak? kau masak sendirilah," ucap Rean acuh membuat Xiper diseberang telfon menghembuskan nafas lelah.


"Yang benar saja, kak. Kenapa kau begitu kejam," ucap Xiper semakin merengek.


Mendadak raut wajah Rean berubah datar mendengar Xiper yang merengek seperti anak kecil.


"Baiklah, tunggu dulu. Aku akan delivery makanan keapartemen," ucap Rean membuat Xiper berbinar senang.


"Terima kasih, kak," ucap Xiper dan dengan cepat, Rean mematikan panggilan sepihak.


Rean dengan cepat mengetik sesuatu diponselnya, untuk memesan makanan yang akan dimakan oleh laki-laki manja diapartemennya.


* * *


Lima belas menit kemudian.


Kini Xiper tengah duduk diruang tamu diapartemen Rean, menunggu seseorang mengirim makanan.


Bel apartemen berbunyi, dengan cepat Xiper bangkit dari duduknya lalu membuka pintu, ia tersenyum senang saat melihat seorang pria berpakaian rapi memengang sekantong makanan dan menyodorkannya pada Xiper.


"Tuan Xiper?" ucap pria itu, dan dengan cepat Xiper menganggukkan kepalanya.


"Thank you," ucap Xiper dan meraih sekantong makanan ditangan pria itu dan berniat menutup pintu.


"Ekhem," pria itu berdehem membuat Xiper menghentikan gerakan tangannya, yang ingin menutup rapat pintu apartemen itu.


"Anda belum membayarnya tuan," ucap pria itu ramah, membuat Xiper terdiam.


"Apa seseorang yang memesan hal ini, belum membayarnya?" tanyanya dengan raut wajah tidak percaya.


Pria itu mengelengkan kepalanya membuat Xiper mengerang kesal dalam hati.


'Akh, dasar kakak pelit,' ucap Xiper dalam hati, yang kesal dengan Rean.


Xiper segera meraih uang disaku celananya, pria itu terdiam melihat uang yang diberikan Xiper.


"Apa anda tidak memiliki uang rupiah, tuan?" tanya pria itu dengan wajah terkejutnya.


"Ambil saja kembaliannya," ucap Xiper dan segera menutup pintu apartemen setelah pria itu berterima kasih padanya. Bagaimana tidak berterima kasih, jika Xiper memberikannya uang 10 dollar Amerika sebanyak lima lembar, yang tentu saja melebihi harga pesanannya.

__ADS_1


'Lain kali aku tidak akan memintanya untuk memesan makanan, ia pasti akan melakukan hal yang sama seperti ini, dasar kakak pelit!' umpat kesal Xiper dalam hati, yang ditujukan untuk Rean.


__ADS_2