
dikontrakkan Tante meli vevi dan Dina baru pulang kerja mereka semua lelah dan ingin langsung beristirahat .mentari yang baru datang dengan taksi langsung masuk kerumah dengan wajah yang masih lembab dan mata agak bengkak karna menangis habis menangis.
" tari kamu kenapa kok murung gitu ," tanya Tante meli dengan sedikit curiga
" aku nggak apa apa, aku istirahat dulu aku capek ," kata tari yang menyembunyikan wajah nya
" kamu nggak mandi dulu atau makan dulu gitu" kata meli yang nggak tau apa yang sudah terjadi pada mentari
" nggak Tante aku mau langsung tidur," ucap mentari dan langsung pergi ke kamarnya.
mereka semua bingung dengan sikap mentari yang berubah hari ini menjadi pendiam dan murung seperti ada masalah .
" mungkin mentari benaran capek dan lelah makanya dia istirahat duluan ." kata vevi yang juga bingung dengan sikap sahabatnya itu.
kenapa gue seperti ini , gue menjadi lemah kenapa orang itu dengan mudah nya merendah kan ku
aku kesini ingin melupakan masalalu tapi kenapa sekarang jadi begini " ucap mentari dalam hati tapi meneteskan air mata walaupun sudah tidur .
pagi ini mentari bangun lebih pagi dari biasanya dia melaksanakan sholat subuh dan setelah itu mandi.
__ADS_1
dia kembali ceria dan melupakan kejadian kemarin ( anggap saja angin lalu).
" lho kenapa tari kok kayak nya lho senang sekali , kemarin pulang seperti 🐈 yang kena pukul , sekarang malah senyum senyum dasar aneh lho," ? tanya vevi yang semakin bingung
" iya benar lho benar benar aneh , tadi malam seperti orang kehilangan semangat hidup dan sekarang ceria
lho kesambet setan apa semalam ," balas dina lalu ketawa sambil geleng-geleng kepala.
" gue nggak kesambet tuh, kalian ada ada saja gue senang karna gue bisa melupakan masalah yang bikin kepala dan batin gue pusing kemarin," ucap tari dengan senyuman lebar lalu berteriak membuat kedua sahabatnya saling pandang .
" memang nya lho ada masalah apa kemarin , lho bertengkar sama adik lho ya," tanya dina dengan menebak karna kemarin waktu mereka pergi tari sama adiknya lagi berantam.
"Tante tau tari apa yang sudah terjadi kemarin kepada mu ," ucap Tante meli dalam hati karna semalam dia menghubungi dan bertanya apa yang terjadi ridho menjelaskan nya pada Tante meli dengan lengkap itu semua membuat Tante kaget dan juga marah .
akhirnya dia tau apa yang membuat keponakan tersayang nya murung dan terlihat sedih .
Tante meli mendekati mereka seolah olah tidak tau apa yang mereka bicarakan dan mengajak mereka berangkat kerja.
tiba ditoko mentari masuk dan langsung duduk di kursi kasir tempat dia bekerja . sedangkan ridho belum datang karna terjebak macet, mentari mempunyai kunci serep toko yang diberikan adiknya .
__ADS_1
" kakak kau baik baik saja , kau sudah baikan bukan ," tanya ridho yang baru sampai
" hmmmm.... kakak baik kok, lagian tu cobaaan buat kakak dan kakak harus kuat menghadapi nya resiko orang cantik, iya kan dek," jawab dengan percaya diri dan itu membuat adiknya senang.
" iya kakak , kita hadapi Masalah sama sama Karana kakak ku yang paling cantik tidak akan mudah diremehkan begitu saja, " ucap ridho dengan senyum " tapi jika aku bertemu kembali dengan laki laki itu dan bikin masalah denganmu lagi akan kuhabisi dia dengan tangan ku sendiri dan kakak tidak boleh menghalangi ku," sambung ridho yang tiba tiba berubah ekspresi menjadi menakutkan.
" kamu serem amat dek, kalau lagi marah kakak jadi takut dekat denganmu." ucap mentari dengan ekspresi takut sambil melirik kearah ridho
" mulai deh kakak ngeledek aku " ucap ridho dengan tatapan sinis lalu tertawa
" hhaaaa... kamu aneh ya .. dasar " kata mentari sambil mengacak-acak rambut adik kesayangannya membuat ridho menghindar.
" kakak apa apaan sih , rambutku jadi berantakan hilang deh ketampanan ku ," celoteh ridho sambil merapikan rambutnya kembali
" kakak minta maaf adikku sayang, yang paling tampan ( lebih tampan dari Lee min ho) paling baik sedunia," ucap mentari menghibur adiknya.
" iya, kakak ku sayang yang paling cantiiiiiiik sedunia " balas ridho dan mereka tertawa bersama
mereka saling membantu satu sama lain karna mereka cuma berdua bersaudara ridho sangat sayang pada kakaknya apapun akan dia lakukan untuk kebahagian sang kakak tercinta.
__ADS_1
"