
pesanan yang mereka tunggu sudah datang .mereka menyantap makanan nya dengan santai suasana menjadi hening hanya terdengar suara sentakan sendok dan piring . Sherry berinisiatif untuk memecah kan suasana dengan bermanja kepada Reno sang kekasih agar ditunjuk kan kepada kakaknya .
" sayang... kamu suapin aku dong " ucap Sherry dengan manja pada Reno membuat Ben melirik kearah mereka
" dengan senang hati sayang , tapi" ucap Reno yang siap menyuapi Sherry tapi perkataannya menggantung saat Ben menatap nya dengan tatapan tajam menandakan tidak suka.
" tidak usah hiraukan Abang , dia juga bisa kayak kita tu " ucap Sherry dengan melirik kearah Ben lalu kembali bermanja pada Reno.
" ehemm.. perhatikan sikap kalian ini tempat umum" tegur Ben dengan wajah datar tapi menahan emosi karna sikap adiknya yang sudah mulai berani mengumbar kemesraan didepannya.
" Abang.... jeles ya sama kita " sindir Sherry
" huh... siapa yang jeles ngaco kamu" balas nya sambil menyedot jus jeruk yang dipesan nya
" kak Kania apa sih , yang kakak suka dari Abang ku kayak nya nggak ada yang istimewa deh" tanya Sherry begitu saja membuat Kania tersenyum ( palsu maksudnya)
" aku mencintai Ben dengan setulus hati itu aja kok" singkat Kania membuat Ben sidikit melirik kearah nya dan ternyata Sherry melihat itu dia pun tersenyum puas
*seperti nya Abang ku ini mulai tersentuh dengan ucapan sederhana kak Kania tapi gengsi nya lebih penting hummm benar benar Abang ku ini cewek secantik dan sebaik kak Kania( menurut Sherry) diabaikan" gerutu Sherry dalam hati menatap Ben dengan sinis
dua tahun sudah mereka menjalin hubungan baik Sherry maupun Ben sama sama mencintai pasangan masing-masing.
karna Ben sudah mulai membuka hati sepenuhnya untuk menerima Kania karna selama pacaran Ben tidak menemukan kecurigaan pada diri Kania yang menurut nya tulus mencintai dirinya* .
__ADS_1
diruang keluarga besar Ferguson mereka berkumpul bersama seperti biasa untuk menghabiskan weekend
mereka tidak pergi liburan seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang kaya
" pah... mah boleh nanya sesuatu tidak " ucap Sherry dengan manja pada kedua orangtua nya
" apa sayang " jawab pak Alek
" gini mah ...hmmmm aku.." ucap Sherry dengan ragu takut Abang nya marah karna dia berniat bertanya soal Ben kaakanya itu
" kamu mau nanya apa sih syang kok gugup gitu" tanya buk Mia karna heran melihat putri nya sedikit ragu
" ini soal Abang" ucap Sherry membuat Ben yang dari tari sibuk main hp melihat kearahnya .
*bisa bisa nya ni anak bicara pernikahan tentang gue apa sih mau nya nggak jelas" gerutu Ben yang mendadak kesal pada Sherry.
" ngapain kamu nanya kayak gitu"ucap Ben yang kembali asik dengan ponselnya
" soalnya aku mau nikah sama Reno , tapi karna Abang belum menikah jadi aku ingin Abang menikahi kak Kania secepat nya " ucap Sherry dengan santai*
" kan tidak baik kalau melampaui Abang menikah, pamali.." sambung Sherry lagi dengan takhayul nya.
membuat semuanya tertawa tak percaya dengan sikap Sherry bagaimana tidak Sherry gadis lugu manis , manja kesayangan keluarga dan tidak pernah berbicara masalah pribadi tapi sekarang membicarakan pernikahan padahal Sherry baru kelas dua SMA dan masih dibawah umur .
__ADS_1
" kok pada ketawa, emang nya ada yang lucu ," sontak Sherry yang heran dengan sikap keluarga nya
" sayang mama udah besar rupa nya ya " ucap buk Mia membelai rambut putrinya yang hitam lebat itu
" emang nya kamu mau nikah sama siapa" tanya Ben dengan wajah datar
" sama Reno dong bang, aku sangat mencintai dia begitu pun sebalik nya " ucap Sherry dengan wajah ceria dan senyum lebar membuat Ben semakin binggung
" apa kamu yakin mau menikah sama Reno " ujar Ben dengan nada menyindir.
" emang nya kenapa Abang tidak suka aku menikah sama dia atau Abang suka sama Reno " ucap Sherry asal ceplos membuat Ben berdengus kesal
" idiih.. memang nya kamu kira Abang gay " jawab Ben tidak terima dengan tuduhan sang adik membuat Sherry tertawa karna melihat ekspresi kesal di wajah Ben.
" sudah ... sudah jangan membicarakan pernikahan lagi belum waktunya terutama kamu Sherry , kamu masih sekolah dan kejar cita cita kamu mengerti" bentak pak Alex membuat semuanya terdiam
tuan Alek Ferguson dikenal sebagai pengusaha sukses dan dia juga seorang bupati didaerahnya dia sangat keras terhadap anak-anak terutama masalah pendidikan itu sangat penting bagi nya makanya dia tidak suka kalau anak nya bicara soal pernikahan di usia muda.
ini visual nya Ben Ferguson di masa lalu
jika kalian suka ceritanya beri like dan coment
__ADS_1