
setelah mendapat kabar tentang mentari ridho dan semua nya langsung pergi kerumah sakit yang dimaksud oleh pihak polisi . saat dirumah sakit mereka langsung menuju keruang jenazah .
" mari pak, buk silahkan ikut saya " kata pak polisi yang diikuti oleh beberapa bawahannya kepada ridho dan yang lain nya menuju ke sebuah ruangan yang bertuliskan" kamar mayat"didepan pintu masuk .
namun ridho menghentikan langkahnya tepat didepan pintu masuk seakan akan kaki nya mati rasa dan tidak sanggup untuk masuk dan melihat kenyataan air mata tak terbendung jatuh begitu saja membasahi pipinya dan dia berbalik hendak meninggalkan ruangan itu.
" a..ak..aku tidak sanggup melihat semua ini..... aku tidak bisa," ucap ridho dengan terbata bata lalu dia berniat pergi tapi langsung dicegah oleh Roni
" aku tau kamu tidak sanggup ..kita semua disini merasa kan apa yang kamu rasakan , tapi kita belum tau pasti kalau jenazah itu adalah kak mentari " ucap Roni yang mencoba menenangkan sahabatnya itu
" benar kata Roni do, kita harus masuk untuk memastikan nya," tambah Dina dengan hati hancur karna dia tidak menyangka akan kehilangan sahabat terbaiknya .
" ini jenazah nya buk silahkan dilihat" ucap perawat yang bertugas sambil membuka kain penutup yang digunakan untuk menutupi jenazah.
walau wajah jenazah nya sedikit hancur tapi sebagai keluarga mereka bisa mengenali wajah mentari dan ternyata mayat itu bukan lah mentari melainkan orang lain. semua keluarga merasa lega
lalu pihak polisi memberikan KTP dan dompet mentari pada keluarga nya dompet itu ditemukan tepat di TKP kemungkin besar dompetnya jatuh saat mentari diculik.
" sekali lagi kami mohon maaf pada semuanya karna sudah membuat kalian cemas dan khawatir," ucap pihak polisi yang memberikan informasi yang salah.
"seharusnya kami yang berterima kasih pada bapak semua karna telah memberi kabar dengan begitu kami bisa tahu kalau saudara kami masih hidup," ucap ridho dengan hati lega
" tapi kami butuh bantuan bapak ," tambah nya lagi dengan serius
" apa yang bisa kami bantu " tanya pak polisi
" kakak ku orang yang ada di KTP ini hilang sejak kemarin dan sampai sekarang kami belum tau keberadaan nya," ucap ridho
" saya ingin pak polisi membantu saya dalam mencari kakak saya " tambah ridho dengan ekspresi sedih berharap pihak mau membantunya
" baiklah kami akan membantu , sialhkan ikut kami kekantor untuk memberikan laporan ," ucap pak polisi setelah urusan rumah sakit selesai lalu mereka pergi ke kantor polisi.
dikediaman beni , mentari masih menyendiri pintu diketuk oleh seseorang
tok...tok...tok.
__ADS_1
" siapa" tanya mentari dengan suara gemetar
" saya nona ,bik Mirna boleh saya masuk" ucap nya dari luar
" masuk aja bik " jawab mentari
lalu pintu terbuka dan bik Mirna terkejut , "astaghfirullah "ucap bik Mirna lalu menutup mulutnya saat melihat keadaan mentari yang menyedihkan rambut acak acakan, tempat tidur berantakan , pakaian sobek dan penuh air mata
" nona a...apa yang terjadi apa ini perbuatan tuan beni " kata bibi yang berjalan mendekat, mentari hanya mengangguk kan kepalanya
" maaf kan sikap tuan nona dia tidak bermaksud menyakiti nona " ucap bibi yang membela tuanya
*sepertinya bibi ini sangat mengenal beni sampai sampai dia yang meminta maaf.
" bi saya mau mandi* apa ada pakaian buat saya ," ucap mentari yang malas mendengar nama beni dari pembantu itu
" ada nona , tuan sudah mempersiapkan nya untuk nona saya siap air hangat nya dulu" kata bik Mirna lalu masuk ke kamar mandi menyiapkan keperluan mentari
aku tidak tau sampai kapan aku bisa bertahan disini kalau aku mencoba kabur dan melawan mereka tidak lah sulit bagi karna aku pernah bela diri tapi bagaimana dengan adikku nantinya dan aku tidak tau dimana keberadaan ku sekarang ,.
sesaat kemudian mentari selesai mandi dan hendak memakai pakaian yang sudah disiap kan tapi dia ragu.
" sebenarnya aku malas memakai pakaian yang disiapkan oleh beni laki laki brengsek itu kalau dia tidak merobek pakaian ku.... ah masa bodoh yang penting sekarang aku pakai baju tidak peduli ini dari siapa," gumam mentari dengan kesal
lalu bik Mirna masuk sambil membawa makanan untuk mentari dan dia takjub dengan kecantikan mentari yang bersinar setelah selesai mandi dengan mata bulat hitam,kecil yang begitu indah bibir yang tipis dan wajah begitu imut serta memiliki lesung Pipit menambah kesyahduan di wajahnya .
"nona ini begitu cantik dan manis serta imut sesuai dengan usianya yang masih sangat muda pantas saja tuan beni tertarik dengan gadis ini dan menjadi wanita pertama yang berhasil masuk ke villa pribadi tuan beni dia benar benar ayu. tapi kenapa dia terlihat tidak bahagia apa karna perlakuan tuan yang begitu kasar padanya .gumam bik Mirna dalam hati
" nona, ini sarapan nya ," kata bik Mirna lalu meletakkan makanan diatas meja.
" makasih bik, oh ya jangan panggil saya nona, panggil mentari aja," ucap mentari yang tidak enak dengan panggilan itu tapi yang ditanya tidak menjawab
terniat dihati mentari untuk bertanya pada bik Mirna tentang beni dan apa alasan nya membawaku kesini pasti ada sesuatu yang disembunyikan .
" bibi ada... sesuatu yang ingin saya tanyakan pada bibi ," tanya mentari dengan sedikit gugup
__ADS_1
" nona mau tanya soal apa," jawabnya
" ini soal beni... dan alasan kenapa dia membawa saya kesini " ucap mentari tanpa ekspresi membuat bibi sedikit. kaget
" kenapa nona bertanya seperti itu, saya hanya seorang pembantu saya tidak tau apa apa," ucap bik Mirna dengan ekspresi takut
" saya yakin bibi pasti tau dan paham apa yang saya maksud," ucap mentari dengan tegas
" saya benar benar tidak mengerti dengan maksud nona," ucap nya dengan wajah bodoh tapi menggambarkan kecemasan .
" ya sudah kalau begitu , bibi boleh keluar" ucap mentari dengan perasaan kecewa namun tetap tersenyum .
bik Mirna hendak keluar tapi diurungkannya karna dia tega melihat gadis cantik itu kecewa dengan sikapnya lalu dia berbalik dan menghampiri mentari.
" apa yang ingin nona ketahui tentang tuan beni " ucap bik Mirna menatap wajah mentari
" apa saja yang berhubungan dengan nya termasuk foto gadis itu " ucap mentari dengan penasaran sambil menunjuk ke sebuah foto yang terpasang didinding, foto seorang gadis cantik yang lagi tersenyum lebar dan bertuliskan ,( my sister ) membuat bik mirna meneteskan air mata .
lalu ia berjalan mendekati foto itu
dan bergumam
" dia adalah....non Sherry adik kesayangan tuan beni yang sudah lama meninggal ." ucap nya dengan nada suara lemah dan sedih
karna nona ingin tau rahasia tuan beni saya akan menceritakan
nya tapi nona jangan bilang pada siapapun termasuk sama tuan " ucap nya lagi dengan tatapan memohon pada mentari lalu mengangguk kepalanya.
lima tahun yang lalu , disebuah rumah yang begitu besar dan mewah .
tuan Alex Ferguson dan nyonya Mia Ferguson memiliki dua orang anak yaitu tuan Ben Ferguson dan nona Sherry Ferguson.
awalnya mereka hidup bahagia tapi suatu hari nona Sherry memiliki seorang kekasih yang tidak jelas asal usulnya .tuan Ben yang mengetahui hal itu langsung menaruh kecurigaan dan ketidak sukaan nya pada laki laki itu tapi karna melihat Sherry begitu bahagia akhirnya tuan Ben menyetujui hubungan mereka.
*memang kesempa*tan itu tidak datang dua kali jadi saya berharap para pembaca tidak bosan dengn cerita saya😔
__ADS_1