
Semenjak kedatangan Vito waktu itu kerumah vevi membuat mentari jadi sedih mengingat Vito hanya lah orang yang pernah dia cintai dengan tulus tapi malah dikhianati dan disakiti oleh Vito .
tapi itu semua sudah berakhir mentari sudah berjanji pada dirinya dan juga pada sahabat nya kalau dia tidak akan pernah menangis lagi masalah cowok.kata mentari meyakinkan hatinya.
satu Minggu kemudian, para siswa yang ingin kuliah sudah sibuk mendaftar ke universitas yang mereka inginkan . begitu juga dengan Vina salah satu sahabat ku karna memang dia anak orang yang cukup berada tapi dia nggak malu tuh berteman sama kami yang cuma anak kelas bawah .
dia kuliah keluar kota dan kami pun mengantarnya ke bandara
"Vina lho hati hati ya, jangan lupain kita"kata mentari dengan tatapan sendu
"iya gue,nggak bakal lupain kalian sahabatku "kata Vina
"Vin,setelah lho sampai disana jangan lupa kabarin kita okey..."lirih Dina yang menatap sahabatnya itu dengan penuh khawatir
dan lho harus ngerubah kelakuan lho ,jangan kayak cowok lagi main pukul orang sembarangan "tegas vevi yang memberi peringatan kepada teman nya
emang sih Vina suka pukul orang yang bikin dia kesal dan marah bahkan dia pernah botakin rambut seorang cowok yang berusaha dekatinya saat itu kita masih SMP .
Vina terkenal kasar karna dia anak karate jadi sangat mudah buat nya untuk melindungi diri dari orang jahat.tapi sebenarnya dia itu baik dan lembut kok
"iih , kamu kira aku tempramental
apa,lagian aku ini cewek bukan nya cowok "kata Vina yang nggak terima
dengan perkataan vevi.
"sudah sudah , kamu jangan godain Vina lagi vevi dia kan mau berangkat kasihan tau . nanti dia nggak dapat cowok disana "ucap Dina sambil melirik kearah Vina
__ADS_1
"kamu belain aku atau apa sih "balas Vina dengan tatapan tajam
"kalian tu jangan bertengkar dong kita sudah mau berpisah tapi masih kayak gini"!sentak mentari kepada teman-teman nya
"siapa yang bertengkar tari,kita cuma bercanda kok sebagai tanda perpisahan "kata vevi mencoba menjelaskan pada mentari .
sebentar lagi pesawat gue mau berangkat dan gue akan pergi .
tapi sebelum gue pergi ,gue ingin memeluk kalian sahabatku
kami pun berpelukan dan Tampa sadar air mata jatuh secara bersamaan .
"gaes.... kalian janji ya akan selalu jadi BEST FRIENDS terbaik ku "ucap Vina sambil menatap teman teman nya dengan tatapan sendu
"kamu juga janji ,kalau nanti kamu jadi orang sukses dan memiliki teman baru jangan lupain kami ya." ucap tari
"janji"jawab semua lalu mereka berpelukan kembali
setelah itu Vina pun pergi meninggalkan mereka dan sekali kali menoleh kearah mereka.
Pagi yang indah dan Bersinar langit Tampa biru tak ada awan sedikit pun yang menutupi nya. menghiasi hidup ku bersama Kedua sahabat ku vevi dan Dina karna semenjak Vina pergi untuk melanjutkan pendidikan nya kami hanya bertiga dan terasa kurang lengkap tampa kehadiran Vina yang selalu bikin suasana riuh .
tapi kami tak pernah melupakan nya begitu pun dia meskipun jauh dan tidak bisa bertemu .dia tetap mengingat kami dia selalu berkomunikasi dengan kami melalui sosial media.
Aan datang menemui kami dia ingin menjelaskan tentang Vito kepada mentari
"tar, gue mau ngomong sama lho ini soal Vito "ucap Aan
__ADS_1
"nggak ada lagi yang perlu dijelaskan dan kamu nggak usah
repot-repot untuk belain Vito"! balas mentari dengan sinis
"tapi tar , sebenarnya Vito sayang banget sama kamu dan dia menyesal sekali telah melukai kamu "jawab Aan yang mewakili perasaan sahabatnya
"hmm .... apa karna sekarang aku sudah berubah dan tidak seperti dulu lagi , yang pernah dihina oleh nya.
dan kamu disuruh oleh Vito untuk meminta maaf pada ku iya kan"tebak mentari dengan senyum meremehkan .
"sama sekali tidak , dia tidak pernah menyuruh ku untuk minta maaf pada mu ini adalah inisiatif ku karna aku melihat ketulusan cinta dari mata nya untuk mu ." jelas Aan
"stop, kamu nggak usah sebut nama dia lagi,karna bagi aku dia sudah tidak ada dan tak pernah ada dalam hidup ku "ucap mentari dengan tatapan tajam yang membunuh.
lalu mereka pergi meninggalkan Aan sendirian .
Sudah beberapa hari kami dirumah dan nggak ada kerjaan selain membantu orang tua dikebun .
karna kami bertiga nggak kuliah jadi kami bertekad untuk pergi merantau
kebetulan keluarga ku ada yang di Jakarta jadi kami semua memutus untuk pergi ke Jakarta .
aku merasa sangat bahagia karna memiliki Sahabat yang begituuu sayang sama aku dan kami berjanji tidak akan pernah melupakan satu sama lain Sampai maut memisahkan .
jangan lupa komentarnya ya😁
jika kalian menyukai cerita nya
__ADS_1