Jodoh Dalam Ingatan

Jodoh Dalam Ingatan
bab 6 Jakarta


__ADS_3

akhirnya sampai di Jakarta mentari ,vevi dan Dina merasa pusing dan mual karna mereka baru pertama kali naik pesawat tapi langsung hilang Karna mereka semua senang dan bahagia bisa melihat kota metropolitan yang asli bukan lagi di televisi.


"akhirnya ....kita bisa datang ke Jakarta duh senang nya"kata mentari yang masih sempoyongan


"kita istirahat dulu, Tante belikan kamu obat mual dan air minum tunggu disini."


ucap Tante meli yang menyuruh mentari untuk duduk dan pergi beli obat


karna dia tau mentari suka mabuk dan pusing setelah naik kendaraan apalagi naik pesawat untuk yang pertama kali nya


Tante meli senyum senyum sendiri melihat ekspresi mentari yang ceria walau masih dalam keadaan mabuk .dia sangat menyayangi keponakan nya itu .


setelah minum obat, Tante meli memesan taksi dan mereka menunggu taksi tapi ponsel Tante meli berdering dan segera mengangkat nya dari kejauhan


"kalian tunggu disini Tante mau angkat telpon dulu "ucap Tante meli lalu berjarak agak jauh dari mereka


mereka duduk sambil menunggu


taksi tapi tiba tiba mentari merasa mules dan ingin buang air dan dia langsung pergi begitu saja mencari toilet.Tampa memberitahu tante meli maupun temannya walaupun dia tidak tahu dimana toilet.


"duh... toilet nya dimana sih, aku udah nggak tahan nih "ucap mentari sambil memegang perut nya


dan dia bertanya kesana sini


"mbak boleh nanya nggak , toilet nya dimana ya"tanya mentari pada seseorang


"oh ... toilet disana mbak, nanti mbak lurus saja lalu belok kanan ,"jawab seseorang yang memberitahu keberadaan toilet pada mentari .


"ya udah makasih ya mbak .


"Sama sama mbak "ucap nya lalu mentari pergi dengan tergesa-gesa karna dia sudah nggak tahan .


taksi yang mereka pesan sudah datang dan bersiap siap untuk masuk kedalam taksi tapi mereka baru nyadar kalau mentari sudah tidak ada bersama mereka .


"loh.. mentari mana"tanya Tante meli dengan kaget

__ADS_1


"tadi dia ada dibelakang saya Tante,"ucap Dina dengan bingung karna tidak tau kemana mentari pergi .


"kamu tau nggak Vi,dia ngomong nggak sama kamu,"tanya Tante meli yang mulai merasa cemas.


"nggak Tante, saya kira mentari masih disini coba telpon Tante , siapa tahu dia ada didekat sini ."ucap vevi dengan Wajah panik namun sedikit datar .


meli menelpon mentari berkali kali tapi tidak ada jawaban, karna ponsel mentari ketinggalan .


"loh Tante..... ini kan ponsel nya mentari "ucap vevi sambil mengangkat ponsel mentari yang ketinggalan di tempat duduk nya.


duh mentari kamu dimana sih kenapa kamu nggak ngomong sama Tante kalau kamu mau pergi atau butuh sesuatu .kamu nggak tau tempat ini ,bandara ini sangat luas Tante harus cari kamu kemana


(rintih Tante meli yang cemas dan khawatir ) lalu mereka pergi mencari mentari .


sementara itu mentari masih berada didalam toilet setelah selesai dia keluar" huh.... akhirnya lega juga nggak mules lagi deh " ucap mentari dengan membuang nafas yang panjang sambil menepuk perut nya .


mentari kebingungan dia nggak tau jalan ketempat semula ia menelusuri jalan karna memang bandara ini sangat lah luas dan letak toilet nya cukup jauh .


tapi disaat mentari berjalan ada seseorang yang menarik tangan nya ia pun menoleh ke arah orang tersebut ternyata itu adalah Tante meli .


"iya tar, kamu dari mana , kami semua panik nyariin kamu,??? tambah vevi yang belain Tante .


"aku dari toilet , soalnya tadi perut ku mules banget " jawab mentari Tampa ragu ragu.


"iya tapi kenapa kamu nggak kasih tau Tante , Dina , atau pun vevi ,"! ucap Tante dengan judes


" tadi nya aku mau memberitahu tapi tante lagi sibuk sedang kan mereka nggak tau tempat nya, jadi aku pergi cari sendiri dari pada nanti aku buang air disini kan nggak lucu"!!jawab mentari dengan polosnya


"huh ... tapi lain kali kasih tau Tante ini kota besar bukan kampung disini orang orang nya beda banget sama yang dikampung jadi kalian harus hati hati terutama kamu tari "ucap Tante meli yang memberi peringatan kepada mereka


"siap...... bos " kata tari dengan hormat


"gara gara kamu tuh, Tante meli jadi marah "sindir Dina sambil mencubit pinggang mentari


iya aku tau tante meli suka marah dan judes tapi dia bersikap seperti itu karna dia sangat sayang padaku dia tidak mau terjadi apa apa pada ku " ucap mentari dalam hati

__ADS_1


mereka pun naik taksi satu jam kemudian sampai dirumah Tante meli .


"kita sudah sampai "kata Tante meli kepada kami


kalian istirahat dulu ,kalian pasti lelah karna seharian perjalanan .


itu kamar kalian "ucap Tante meli sambil menunjuk kearah kamar yang disediakan untuk kami .


mereka masuk kamar dan membereskan barang bawaan mereka .


"akhirnya kita bisa tidur juga " kata Dina yang langsung menghempaskan diri keatas tempat tidur yang cukup besar untuk mereka bertiga .


"empuk sekali nih kasur nggak kayak kasur gue dirumah yang hanya pakai kasur kecil doang.


ucap vevi yang ikut merebahkan diri keatas tempat tidur.


"udah ah... nikmati aja mendingan kita tidur"ucap mentari


"kita nggak pakai selimut"tanya Dina sambil menarik selimut tebal


"yaapun Dina kita tu kepanasan masa pakai selimut nggak akan kuat loh ,bisa bisa kita mati kepanasan "jawab vevi sambil menepuk jidatnya


"kenapa kalian berisik apa kalian nggak mau tidur ,"ucap Tante meli yang baru datang


"iya Tante kami nggak bisa tidur panas banget nih" jawab tari yang mengipas dengan tangan nya


"oh gitu,"kata Tante meli lalu menyalakan AC supaya sejuk


gimana sekarang udah nggak panas lagi kan "sambung Tante meli sambil meletakkan remote dan tersenyum manis.


oh ya.. lebih baik kalian mandi dulu biar nanti kalian bisa tidur dengan nyenyak soalnya besok Tante akan ngajakin kalian ketempat kerja Tante


okey...


okey..... Tante" jawab bersamaan

__ADS_1


__ADS_2