
hiks..... hiks.... hiks isak tangis semakin terdengar disebuah sudut kamar dimana Sherry dan reno berada. keduanya telah melewati malam yang indah bagi reno karena dia begitu menikmati tidurnya sedangkan bagi Sherry merupakan sebuah mimpi buruk yang akan segera menghancurkan hidup nya berkeping-keping.
sementara itu ben yang sudah berhasil menemukan titik keberadaan adiknya langsung menuju lokasi tapi tiba tiba ponselnya berdering dan membuatnya berhenti mendadak
ciiiit....( bunyi rem mendadak)
"sialan siapa yang menghubungi ku apa dia mau cari mati," hentak ben dengan penuh emosi karena pikiran nya sedang panik dan cemas tentang adiknya
tombol hijau pun digeser dan loust speaker.
" siapa. dan ada perlu apa " ucapnya langsung
sang penelpon binggung dengan pertanyaan itu
" sayang... ini aku apa kamu lupa"jawab nya yang kebingungan dengan sikap Ben
perempuan sialan kamu kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan dibelakang ku ....masih berpura pura " gumam ben dengan rasa kecewa dan marah pada kania
kania belum menyadari kalau ben sudah tau kelakuan nya yang berselingkuh dengan reno kekasih adiknya .
karena ben diam saja kania kembali bertanya
" sayang kamu kenapa ...apa kamu sakit atau ada masalah ceritakan pada ku mungkin aku bisa bantu " tanya kania dengan santai karna dia tidak mau ben curiga padanya soal Sherry.
ben mencoba untuk tenang dan bersikap baik pada kania sampai dia menemukan kebenaran nya
" tidak... kamu ada dimana kenapa kamu tidak datang menemui ku seperti biasa sudah beberapa hari ini aku tidak melihat mu " ucap ben secara langsung sontak membuat kania bla blakan dan gugup
" a...ku " ucap kania dengan gugup dan penuh cemas jika ben mengetahui segalanya.
" kenapa kamu gugup... apa kamu sakit " tanya ben yang semakin curiga dengan sikap kania
tiba tiba suaranya melemah dan serak seperti orang sakit
" iya... aku nggak enak badan aja" ucap kania dengan berpura pura sakit
hmm dasar perempuan bodoh apa dia pikir aku tidak tau kalau dia sedang berpura pura " batin ben dengan seringai licik diwajahnya.
__ADS_1
" kalau begitu aku antar kamu kerumah sakit ya ,aku akan jemput kamu " kata ben dengan perhatian palsu
" ti..tidak usah aku sudah tidak apa apa kok ,lagian aku tidak ada dirumah
aku lagi diluar kota tempat paman ." ucap kania dengan bohong padahal dia sedang berada di sebuah gedung kosong tempat Sherry di sandera.
" oh... apa akhir akhir ini kamu bertemu dengan Sherry atau sempat menghubungi nya " tanya ben dengan serius
" tidak ... mengapa kamu tanya seperti itu memang nya Sherry kenapa " jawab kania yang semakin cemas
gawat ... apa ben sudah mulai curiga padaku atau.. dia tau kalau aku yang menculik Sherry .. tidak mungkin siapa yang akan memberitahu dia anak manja itu belum sempat bertemu dengan nya atau ...mungkin reno " batin kania yang terus bergelut dengan pikiran nya
" kania kenapa kamu diam apa kamu tau sesuatu " tegas ben yang semakin yakin dengan kecurigaan nya
" aku tidak tahu apa apa ...memang nya ada apa dengan Sherry dia baik baik saja kan " ucap kania dengan pura pura polos
" Sherry menghilang " jawab ben dengan lesu
"haaa a...pa menghilang " teriak kania dengan kaget yang dibuat
perubahan sikap seketika
" kania semoga kamu cepat sembuh ya , aku pergi cari sherry dulu " ucap ben dengan benci
" iya kamu hati hati nanti setelah Sherry ketemu jangan lupa kabari aku"jawab kania dengan masih santai
" kamu tenang saja ..jika sampai aku menemukan pelaku yang menculik dan menyakiti adikku akan aku buat dia kehilangan nyawa " ancam ben dengan tatapan mata yang merah dan itu ditujukan untuk kania tapi yang diancam tidak menyadari nya.
gleg ( telan ludah).
" iya semoga saja pelaku nya cepat tertangkap dan Sherry bisa ketemu " ucap kania dengan penuh keringat dingin yang membasahi tubuhnya
karna dia belum pernah melihat dan mendengar ben semarah ini .
komunikasi pun terputus
Kania semakin gelisah mendengar ancaman ben dia mondar-mandir di ruangan itu
__ADS_1
" kenapa reno lama sekali apa dia sudah berhasil " kesal kania
" tenang kania ... tenang jangan panik asalkan bisa balas dendam resiko nya tidak penting walaupun aku harus mati nanti nya aku tidak peduli " ucap kania yang mencoba menenangkan dirinya tapi tetap saja dia gelisah .
sementara itu reno bangun dari tidur nya dan melihat kearah Sherry yang meringkuk sambil memeluk kakinya dan air mata terus mengalir .
reno menghampiri dan membelai rambutnya sontak membuat Sherry menghindar
" hiks.... hiks... kamu jangan mendekat dan jangan sentuh aku " seduh sherry dalam tangis dia sangat kecewa dengan reno laki laki yang dia cintai tega mengkhianati dan menyakiti dia seperti ini
" *mama....papa... kakak tolong aku " batin Sherry
" sayang* bukan kah kita sudah melewati malam yang indah dan kamu masih mencintaiku kan " goda reno dengan rasa tidak bersalah
" seharusnya kamu bersyukur aku memberikan kenikmatan dan syurga dunia lebih awal padamu dan..... rasa mu enak juga " ucap Reno lagi dengan pikiran mesumnya
lalu dia pergi meninggalkan Sherry
dan berhenti diluar pintu
" Sherry ...maafkan aku seharusnya aku tidak melakukan ini padamu aku juga tidak ingin menyakiti mu tapi aku tidak bisa berbuat apa apa kecuali menuruti kania .... andai saja kamu bukan bagian dari keluarga Ferguson mungkin aku akan memilih mu dan pergi meninggalkan kania wanita gila itu dan kita akan hidup bahagia
maafkan aku ... kamu pantas untuk membenciku aku sangat mencintai mu Sherry....andai waktu bisa diputar aku ingin bertemu dengan mu lebih dulu dan tidak pernah bertemu dengan kania entah apa yang membuat aku jatuh cinta padanya " tangis reno pecah setelah mengatakan nya lalu dia pergi tampa disadari reno ternyata Sherry mendengar semua perkataan nya .
bagaimana sudah beres" tanya kania secara langsung pada reno
" semua nya beres " jawabnya dengan wajah datar
" bagus dengan begitu keluarga ferguson akan hancur " senyum kania dengan penuh kemenangan .
" aku keluar sebentar " ucap reno tampa menoleh kearah kania yang sedang bahagia diatas penderitaan Sherry.
kania binggung dengan sikap reno yang berubah setelah keluar dari kamar itu
" ada apa dengan nya kenapa dia bersikap dingin atau mungkin dia menyesal karna telah menyakiti gadis itu, pasti ada yang disembunyikan " ucap kania dengan curiga pada sikap reno
"aku tidak peduli dengan apa yang dia rasakan yang penting sekarang aku bisa membalas rasa sakit hati keluargaku kepada mereka ....aku tidak akan pernah bisa melupakan peristiwa yang membuat keluarga ku hancur dan membuatku menderita.... sampai kapanpun " gertak kania yang meremas foto keluarga Sherry sampai remuk menandakan kalau dia sangat membenci keluarga itu .
__ADS_1