Jodoh Dalam Ingatan

Jodoh Dalam Ingatan
bab: 32. buk Yulia bertemu pak Herry


__ADS_3

pak Alex dan pak Herry masih melanjutkan obrolan mereka tentang pernikahan anak anak mereka dan tidak terasa waktu yang diberikan oleh petugas telah habis mereka pun akhirnya mengakhiri pembicaraan.


" sayang sekali waktu sudah habis padahal aku masih ingin ngobrol banyak sama kamu sebelum aku pergi.."keluh Alex dengan nada sedikit kesal.


" sudah lah lain kali kan kita masih bisa ngobrol.." ucap pak Herry dengan tenang


dan pak Alex membalas nya dengan anggukan kecil


" sudah waktunya aku pergi..her ingat pesan ku kamu harus menunggu aku kembali dan tepati janji yang sudah kita buat.." kata pak Alex mengingatkan temannya


" insyaallah " jawab singkat pak Herry


" oh ya satu lagi..semua kebutuhan mu sudah aku siapkan aku sudah meminta pak polisi untuk mengatur semua kebutuhan mu selama di penjara dan kamu tidak akan merasa seperti ditahanan melainkan merasa sedang cuti" beritahu pak Alex untuk menyenangkan temannya itu tapi pak Herry kelihatan tidak senang jika diperlakukan istimewa oleh pak Alex


" tidak usah repot-repot lex.. aku akan menjalani kehidupan dipenjara seperti tahanan yang lainnya dan aku tidak ingin menjadikan hukuman sebagai kesempatan untuk bersantai..." tolak Herry atas perhatian Alex


" aku tidak akan membiarkan kamu menderita disini her... kamu adalah sahabatku,besan ku ,dan juga calon direktur" ucap Alex yang tegas dan berwibawa namun hati pak Herry tetap menolak rasa hormat yang diberikan kepada nya


" tapi aku memang tidak bisa menerima semua ini Lex ini terlalu berlebihan bagiku " pak Herry tetap menolak


" aku tidak peduli kamu menerima atau tidak yang jelas aku tidak akan membiarkan besanku sengsara... " teguh pak Alex dengan pendiriannya


" baiklah kalau kamu memaksa dan jangan salahkan aku kalau kamu akan bangkrut nanti jika kita bersatu .." ledek pak Herry yang mencoba menggoda temannya itu dia tahu Alex sangat mudah emosi dan juga sebalik


" itu lebih bagus.." jawab pak Alex singkat namun tersirat kebahagian dibalik senyumnya yang mengembang


Alex memeluk Herry begitu erat dan Herry membalas pelukannya dengan penuh perasaan entah kenapa mereka merasa seperti akan berpisah untuk selamanya yang tidak akan pernah bertemu lagi..


" Herry..jaga dirimu baik-baik disini dan aku akan kembali secepatnya " !!pinta pak Alex dengan lembut pada temannya


" hmhmm..kamu juga hati hati dan selamat sampai tujuan " angguk pak Herry sambil memegang bahu Alex


" aku pamit ya.. assalamualaikum " salam Alex pamit ke Herry


" wa'alaikumsalam.." jawab Herry sambil tersenyum hangat melihat kepergian temannya


baru diluar pintu Alex sempat menghentikan langkahnya dia menoleh kebelakang merasa berat untuk meninggalkan tempat itu setelah pemikirannya tenang dia kembali melanjutkan perjalanan.


sementara Risa masih bingung dengan pemikirannya antara menemui pak Alex atau menjenguk papanya terlebih dahulu


" sebaiknya aku menemui uncle Alex atau menjenguk papa dulu ya." bimbang Risa


" papa bilang uncle Alex mengunjungi nya ke penjara...apa dia mau membebaskan papa kali secara mereka adalah sahabat pasti uncle Alex tidak tega melihat papa menderita.." perkiraan Risa tentang Alex


" okey..aku harus menemui uncle Alex terlebih dahulu setelah itu baru ketempat papa mudah mudahan uncle mau membantu ku " gumam Risa dengan penuh percaya diri


" ma..Risa berangkat kuliah dulu " ucap Risa bohong pada mamanya


" terus kita kapan menjenguk papa "?? memelas buk Yulia

__ADS_1


" nanti..setelah Risa pulang kuliah kita langsung ketempat papa "!! ucap Risa berbohong lagi..


" kamu janji ya cepat pulang biar kita bisa ketemu papa " kata buk Yulia mengingatkan anak nya kembali


" hmmhmm..Risa janji " respon Risa singkat


" Risa berangkat ya ma assalamualaikum " sambung Risa lalu mencium tangan mamanya


" wa'alaikumsalam hati hati sayang " jawabnya


" maafin Risa ma Risa tidak bermaksud bohong sama mama tapi kalau Risa jujur mama pasti tidak akan mengizinkan nya karena mama takut Risa akan berbuat nekat." perasaan bersalah Risa karena telah berbohong pada mamanya


Risa sampai dirumah pak Alex


" assalamualaikum uncle... uncle " panggil Risa begitu sampai dirumah Alex tapi sudah berkali kali dipanggil orang nya tidak muncul


" uncle Alex ini Risa ada yang ingin Risa bicarakan sama uncle ini soal papa..uncle " panggil Risa sekali lagi lalu datang seorang satpam penjaga rumah itu


" maaf ..mbak cari siapa ya ?? tanya satpam itu


" saya mencari pak Alex pak..apa beliau ada dirumah ?? tanya balik Risa


" pak Alex sudah pergi ke Singapura mbak " jawab orang itu


" ke Singapura...kapan pak" kaget Risa


" kira kira kapan beliau kembali "?? tanya Risa kembali


" kalau soal itu saya kurang tahu mbak saya hanya ditugaskan untuk menjaga rumah ini " jawab pak satpam dengan wajah polos tidak tau apa apa


" makasih pak info nya saya permisi dulu maaf sudah merepotkan " ucap Risa dengan sopan lalu pergi dari sana


" hehe..dia pergi setelah berhasil meninggalkan luka di hati keluarga ku dia ..orang yang dibilang baik oleh papa kini telah pergi Tampa menghiraukan perasaan keluarga ku aku kira dia adalah satu-satunya bantuan yang bisa aku harapkan.." sindir Risa yang mulai memendam perasaan benci


" aku bodoh sekali mengharapkan bantuan dari orang yang telah memenjarakan papa jika dia menganggap papa sebagai sahabatnya dia tidak mungkin berbuat seperti itu dia pasti akan memaafkan kesalahan papa sebesar apapun itu..aku memang bodoh " kesal Risa yang memaki diri nya sendiri karena telah percaya pada pak Alex


" oh tuhan apa yang harus hamba lakukan berikanlah aku kekuatan dan petunjuk agar bisa keluar dari masalah ini hanya kepada mu hamba memohon pertolongan.." rintih Risa mengadu kepada Tuhannya dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.


bik atum dan buk Yulia sedang berada di taksi online mereka ingin pergi ke kantor polisi kemudian bik atum melihat seseorang yang mirip dengan Risa


" ibuk ...seperti nya itu non Risa " ucap bik atum kepada buk Yulia sambil menunjuk kearah seseorang yang sedang berada di seberang jalan


" iya itu memang risa..coba kamu panggil dia kesini " pinta buk Yulia ketika dia mengenali kalau orang itu adalah putrinya


bik atum keluar dari mobil dan menghampiri Risa yang berada diseberang jalan.


" non...non Risa " teriak bik atum memanggil Risa lalu Risa menoleh


" bibik...kok bibik bisa ada disini siapa yang menemani mama " ?? tanya Risa kaget serta heran melihat asisten rumah tangga nya diluar

__ADS_1


" ibuk ada disana non.. didalam taksi " tunjuk bik atum memberitahu Risa


" ma..kenapa mama diluar emang nya mama mau kemana " tanya Risa begitu sampai pada mamanya


" mama ingin ketemu papa..perasaan mama makin tidak tenang sebelum ketemu papa " ujar buk Yulia dengan wajah cemas


" apa mama sudah minta izin sama dokter "??? tanya Risa yang khawatir dengan kondisi mama nya dan buk Yulia mengangguk


" sebaiknya aku tidak usah melarang mama kali ini dengan begini bisa mengurangi sedikit kecemasan mama terhadap papa" gumam Risa dalam hati.


mereka bertiga pergi kekantor polisi untuk menemui pak Herry.


pak Herry tidak bisa menahan air mata kebahagiaan begitu melihat keluarga yang sangat dia rindukan dan cintai datang mengunjungi nya dia langsung memeluk istri dan putrinya itu


" akhirnya papa bisa melihat kalian lagi papa kira papa tidak akan pernah bertemu kalian lagi" Isak pak Herry dengan tatapan kerinduan yang mendalam


" maafkan papa ma..Risa papa sudah membuat kalian menderita " ujar pak Herry dengan rasa bersalah


" sudah lah pa..papa tidak perlu minta maaf ini bukan salah papa ini hanya musibah buat keluarga kita" ujar buk Yulia menghibur suaminya


" ma..aku dengar kamu masuk rumah sakit bagaimana keadaan kamu sekarang kamu kelihatan pucat sekali "?? tanya pak Herry yang khawatir sama istrinya


" mama..sudah tidak apa-apa " jawab buk Yulia yang sebenarnya sedang menahan sakit


" mama ingin... papa jujur kenapa papa bisa melakukan hal ini agar mama bisa tenang dan kita bisa mencari solusi dari ini semua" pinta buk Yulia dengan tatapan sendu yang meminta kejujuran dari sang suami. pak Herry ingin sekali jujur tapi mulutnya terasa terkunci rapat seakan tidak ingin memberitahu kebenarannya


" pah.. kalau memang papa tidak ingin bercerita tidak apa apa yang penting sekarang kita bisa berkumpul walau hanya sementara dan mama juga sudah lepas dari kekhawatiran nya sejak kemarin" ucap Risa yang seakan tahu kesulitan ayahnya untuk jujur jadi dia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan..


" papa sama Mama jangan khawatir keadaan ini tidak akan berlangsung lama setelah masalah ini selesai kita tidak akan berpisah lagi bahkan sampai maut memisahkan mama dan papa akan tetap bersama begitu juga Risa " keyakinan Risa yang penuh percaya diri sambil menggenggam erat tangan kedua orang tuanya..


setelah keluarga nya pulang pak Herry kembali memikirkan nasib istri dan anaknya nanti jika dia sudah tidak ada


" uhuk..uhuk.." suara batuk pak Herry dia menutup mulutnya dengan telapak tangan dan dia melihat darah keluar dari mulutnya tapi dia tidak kaget karena hal itu sudah berlangsung sejak lama


" andai kalian tahu sebenarnya papa tidak ingin menyembunyikan hal ini dari kalian tapi papa terpaksa demi kehidupan kalian nantinya karena papa tidak mungkin bisa bertahan hidup lebih lama lagi.." rintih pak Herry dalam ketidak berdayaannya sebagai seorang kepala keluarga


pak Herry menghubungi pak Doni asistennya tidak beberapa lama pak Doni sudah sampai dikantor polisi


" Doni.. saya butuh bantuan kamu untuk melakukan sesuatu apa kamu bisa membantu saya " ?? tanya pak Herry dengan tatapan memohon


" saya akan lakukan apapun untuk bapak sebisa saya " tegas pak Doni


" saya ingin kamu memberikan surat ini untuk Risa anak saya dan satu lagi untuk pak Alex.." !!kata pak Herry sambil memberikan dua pucuk surat dengan warna berbeda


" baiklah saya akan segera memberikan nya kepada mereka setelah kembali dari sini.." ucap pak Doni setelah menerima dua pucuk surat itu


" jangan...jangan sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk memberikan nya saya ingin kamu melakukannya setelah Risa dan Ben bertunangan " cegah pak Herry dan menyampaikan pesan nya.


pak Doni adalah orang kepercayaan pak Alex selain pak Herry sifat nya sama dengan pak Alex Tampa memihak kepada siapapun yang berbuat salah dan dia juga tahu tentang perjodohan anak dari kedua pimpinan nya itu..

__ADS_1


__ADS_2