Jodoh Dalam Ingatan

Jodoh Dalam Ingatan
bab 5 minta izin


__ADS_3

Mentari sarapan bersama ibu dan ayah nya setelah selesai sarapan mentari ingin menyampaikan maksud hati nya kepada kedua orangtuanya .dia ingin pergi ke Jakarta menyusul Tante dan adik nya yang sudah lama tinggal di Jakarta .


"hmmmm.... Bu ayah tari boleh minta sesuatu nggak"tanya mentari dengan sedikit gugup dia takut orang tua nya marah


"emang nya kamu mau minta apa "jawab pak Aris yang baru selesai sarapan.


"tari kan nggak pernah minta apa apa sama ayah dan ibu jadi mentari ingin minta yang satu ini aja ,"ucap dengan tatapan memohon


"iya , jadi kamu mau minta apa, asal kan itu mampu buat kami kabul kan "jawab buk Leni


"benar Bu , tari ingin pergi ke Jakarta


ucap mentari dengan tatapan sendu


"ke Jakarta"jawab kedua orang tuanya secara bersamaan dengan kaget


"iya Bu ,kan Tante sama ridho ada disana tari ingin ke Jakarta Bu," balas tari dengan menatap buk Leni


"tari sayang , kamu harus hubungi Tante kamu dulu ,dan untuk apa kamu ke Jakarta ??ucap buk Leni


"tari sudah menghubungi Tante meli dan besok Tante akan pulang buat jemput tari "lirih mentari


"nak, kamu nggak seharusnya ke Jakarta kami tak ingin melihat mu susah ,cukup adik kamu saja yang putus sekolah untuk membantu kami dan kamu harus lanjut kuliah "ucap pak Aris dengan serius

__ADS_1


"nggak yah , tari nggak mau kuliah kalau hanya ingin bikin ayah susah


tari mau kerja bantuin ayah lagian tari kerja sama Tante kok ,"ucap mentari yang ingin menyakinkan ayah nya


tari ingin membahagiakan ayah dan ibu tari nggak mau bikin kalian susah lagi cukup sampai disini ayah menafkahi tari dan tari yang akan menafkahi ayah sama ibu"batin tari


karna tidak tega melihat tari yang terus memohon,pak Aris dan buk Leni saling memandang dan berdiskusi


tari, tapi bukan nya kamu ingin jadi sarjana dan orang sukses"kata buk Leni


"iya sih Bu,tapi untuk jadi orang sukses nggak perlu sarjana kan banyak orang diluar sana yang jadi sarjana tapi tetap aja pengangguran."ucap mentari dengan penuh ketenangan


"hmmm.... baik lah nak kalau itu yang kamu ingin kan kami bisa apa .


kamu cuma pergi sendirian "tanya pak Aris dengan cemas


"ya sudah kalau begitu "jawab pak Aris dengan pasrah karna dia tidak mau bikin putri kesayangannya sedih


mentari tak pernah bahagia selama ini bahkan sejak dia mengalami kecelakaan ia selalu kesepian dan kami hampir putus asa untuk membawa nya berobat ditambah lagi ketika dia disakiti oleh laki laki brengsek itu tapi untungnya dia memiliki teman-teman yang selalu memberikan semangat untuk nya" batin buk Leni dengan tatapan sendu menatap mentari.


tiga hari kemudian mereka pun berangkat ke Jakarta.


mentari pergi bersama Tante Meri yang baru pulang kemarin yang sengaja untuk menjemput nya dan kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Bu, ayah tari pamit dulu ya doain tari selamat sampai ke Jakarta"ucap mentari dengan memeluk kedua orang tuanya


"iya tari ,ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk mu nak ,jaga diri kamu baik baik kalau sudah sampai beri kabar ya nak,"kata buk Leni dengan mata berkaca-kaca


mentari melepaskan pelukannya


"ingat jangan nakal ,turuti apa kata Tante kamu di Jakarta banyak orang orang jahat jadi kamu harus bisa jaga diri dan jangan merepotkan adik dan Tante kamu apa lagi kedua sahabat mu okey...."ucap pak Aris dengan tegas memberi peringatan kepada mentari.


"siiip... ayah sama ibu nggak usah khawatir aku bisa jaga diri kok mentari kan bisa sedikit bela diri "kata mentari menyakinkan ayah dan ibunya.


"Mbak sama mas , tenang aja kalau sampai mentari nakal aku akan jewer kuping nya" ucap meli sambil menjewer telinga tari dengan lembut


"aduh ..... sakit tau Tante aku bukan anak kecil lagi yang suka di jewer kuping nya" ucap mentari yang pura pura sakit sambil mengusap telinga nya lalu mereka tertawa bersama .


tiba waktunya untuk berpisah dengan putri kesayangannya pak Aris memeluk putri nya sebagai tanda perpisahan dan mentari mencium punggung tangan kedua orangtuanya


"kami berangkat dulu ya mbak mas dan semuanya "ucap meli


"ya, kalian hati hati"jawab pak Aris


kami pun memasuki bandara dan meninggalkan kedua orangtua ku dan juga keluarga teman teman ku yang ikut mengantar kepergian kami


karena ini dimasa pandemi covid 19 maka protokol kesehatan diperlakukan sangat ketat sebelum menaiki pesawat kami memakai masker, mencuci tangan ,menjaga jarak dan diperiksa suhu tubuh .

__ADS_1


Alhamdulillah kami semua sehat dan dipersilahkan masuk beberapa saat kemudian pesawat pun berangkat...


semoga saudara ku semua dalam keadaan sehat ya☺️


__ADS_2