
pak Herry sangat merindukan Risa entah kenapa anak itu tidak datang mengunjunginya rasa sedih,rindu dan bersalah terpancar dari mata pak Herry
pak Alex mencoba untuk mengembalikan keadaan..
" her..saya yakin Risa tidak membencimu dia anak yang baik pasti ada alasan lain yang membuat dia tidak bisa datang" ucap pak Alex menolak prasangka Herry terhadap Risa
" kecewa...itu pasti ada dalam hati nya untuk mu sebagai seorang anak yang selalu diajarkan kebaikan oleh ayahnya tentu dia akan sangat marah ketika tahu ayah nya telah melakukan kesalahan" sambung pak Alex memberi nasehat kepada temannya itu dan pak Herry makin
merasa bersalah setelah mendengar tuturan Alex.
" maaf..kalau boleh saya tahu apa alasan kamu melakukan hal ini..saya yakin kamu tidak akan berbuat sejauh ini kalau tidak ada alasan yang kuat dan keadaan yang mendesak ??"tutur pak Alex yang mulai menginterogasi pak Herry
pak Herry sempat bimbang antara mengaku atau tidak
" her..kamu adalah teman saya biasanya kamu selalu terbuka terhadap saya begitupun sebaliknya namun kali ini kamu berbeda tidak seperti Herry yang saya kenal..apa kamu sudah tidak percaya lagi sama saya" pak Alex masih mendesak tapi orangnya masih diam
hingga pak Alex habis kesabaran dia bangkit dari tempat duduknya
" baik.. kalau itu yang kamu mau hari ini juga saya akan mencabut laporannya dan kamu akan bebas saya tidak perduli dengan omongan karyawan atau orang lain yang menyebut saya sebagai orang yang tidak berpendirian dan pilih kasih
asalkan kamu bisa kembali berkumpul dengan keluarga mu dan saya lebih rela kehilangan jabatan, perusahaan asalkan saya tidak kehilangan teman seperti mu Herry " ungkap pak Alex dengan tegas menyatakan perasaannya pada teman karibnya itu hingga membuat pak Herry menangis ketika pak Alex hendak pergi melancarkan niatnya dia langsung dicegah oleh pak Herry
" kamu tidak perlu berbuat seperti itu...hukum tetaplah hukum yang bersalah harus bertanggung jawab dan biarkan hal ini menjadi pelajaran bagi orang lain
dan janganlah melakukan sesuatu yang bisa merusak reputasi mu "!! cegah pak Herry
" tapi her..harta bisa dicari pangkat bisa dicari namun teman seperti mu sangat sulit ditemukan didunia ini her " tolak pak Alex
" saya tahu kamu begitu baik terhadap saya dan keluarga saya dan terima kasih kamu masih menganggap saya sebagai temanmu walau saya sudah membuat kamu kecewa" lirih pak Herry dan pak Alex langsung memeluk nya
" kamu ngomong apa sih Her..teman tetap teman okey !! ucap pak Alex menyakinkan temannya itu
" terima kasih Alex...kamu sudah menjadi teman sekaligus saudara bagiku dan maaf sekali lagi atas kesalahan ku Lex"gumam pak Herry didalam hati sambil membalas pelukan hangat dari temannya itu.
dirumah sakit Risa menemani mamanya yang ditemani oleh bik atum Risa ingin sekali bertemu papanya tapi mamanya masih sakit kalau dia pergi mamanya pasti ikut sementara keadaan buk Yulia masih lemah jika dipaksa pergi itu akan memperburuk kondisinya karena hal itulah Risa tidak sempat menjenguk papanya di penjara..
" non.. sebaiknya non makan dulu dari kemaren non belum makan apa-apa biar bibi yang jagain ibuk disini " !! pinta bik atum yang kasihan melihat Risa seorang gadis muda yang harus memikul beban berat yang menimpa keluarganya papanya dipenjara karena kasus korupsi dan Mama nya harus dirawat dirumah sakit..
" nggak usah bik...Risa nggak lapar kok " tolak Risa
" tapi non ..kalau non tidak makan nanti non bisa sakit dan kalau sampai non sakit siapa yang akan jagain ibuk disini " nasehat bik atum mampu membuat hati Risa bergeming dan akhirnya mau makan.
Risa duduk disalah satu kursi ditaman rumah sakit dia rindu dengan papanya dan memutuskan menghubungi kantor polisi untuk bicara dengan papanya.
telepon langsung tersambung
" hallo.." ucap Risa
" ya hallo..ada yang bisa saya bantu " tawar pak polisi
" begini pak saya mau minta tolong apa boleh " !!kata Risa dengan suara memohon
" katakanlah apa yang bisa saya bantu" kata pak polisi
" saya mau bicara sama papa saya pak namanya pak Herry " ucap Risa langsung pada intinya
__ADS_1
" baik tunggu sebentar ya " angguk pak polisi lalu mendatangi sel pak Herry
" pak Herry..ada telepon masuk untuk anda katanya dari anak bapak " serah polisi
" anak ..itu pasti risa " filling pak Herry
" terima kasih pak " ucap pak Herry dibalas anggukan kepala oleh pak polisi
" hallo..Risa " panggil pak Herry
" pah..ini Risa " ucapan Risa terasa gugup mendengar suara papanya begitu pula pak Herry seakan dia tidak mampu mendengar suara putrinya yang sangat dia rindukan
" papa apa kabar..papa baik baik saja kan disana " ??? tanya Risa
" iya sayang papa baik disini kamu gimana nak "!? canggung pak Herry
" Alhamdulillah Risa baik.." jawab Risa singkat
" papa kira kamu tidak mau lagi ketemu sama papa apalagi bicara karena kamu tidak pernah datang mengunjungi papa sejak papa dipenjara " ucap pak Herry dengan nada suara sedih
" maafkan Risa pah...Risa tidak bermaksud marah sama papa tapi waktu itu Risa benar benar tidak bisa mengontrol emosi " ungkap Risa dengan suara rendah dan pak Herry tahu kalau sekarang anaknya sedang menahan air mata
" seharusnya yang minta maaf papa nak.. papa sudah bersalah terhadap kamu dan mama mu " penyesalan pak Herry
" Risa sebenarnya ingin sekali bertemu dengan papa tapi mama lagi sakit sekarang " lirih Risa dan hal itu sontak membuat pak Herry kaget
" apa.....mama kamu sakit " sontak mata pak Herry membulat karena terkejut
" iya pah ..mama pingsan setelah mendengar kasus papa..untung mama cepat dibawa kerumah sakit oleh bik atum " beritahu Risa tentang ibunya
" apa kata dokter tentang kondisi mama mu"???tanya pak Herry dengan sekuat hati menahan kecemasan
" kata dokter..jantung mama lemah dia tidak bisa mendengar sesuatu yang membuat dia terkejut jika hal ini terjadi lagi mungkin...mama bisa struk atau lebih parah lagi " Risa hampir tidak sanggup melanjutkan ucapannya begitu pula dengan pak Herry sambil berpegangan ke jeruji besi untuk memopong tubuhnya agar tidak terjatuh
air mata mereka jatuh secara bersamaan ditempat yang berbeda melalui panggilan telepon mereka saling berduka antara anak dan ayah menanggung beban yang berbeda.
Risa sedih karena ayah nya dipenjara,ibunya dirumah sakit sedangkan dia masih kuliah sementara pak Herry lebih sedih karena keluarga terluka akibat dari perbuatannya sendiri .
" kamu mengambil keputusan yang sangat tepat sayang..pak Alex benar kamu anak yang baik dan hebat papa bangga sama kamu nak !! puji pak Herry pada putrinya itu Risa mengangkat alis nya ketika mendengar nama pak Alex disebut.
" sayang kamu jaga kesehatan jaga diri baik-baik dan tolong jaga mama kamu disaat seperti ini papa tidak ada disamping kalian..!!pinta pak Herry
" iya pah..papa juga harus jaga kesehatan jika papa butuh sesuatu bilang pada pak polisi untuk memberitahu Risa " perhatian Risa pada papanya
" dan Risa janji akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari jalan keluar agar papa bisa bebas dan kalau perlu Risa akan mengadaikan semua aset kita...Risa rela tinggal digubuk reok atau dikolong jembatan sekalipun asalkan kita bisa kembali bersama pah..." tegas Risa dengan keputusan nya dan pak Herry terharu mendengar keputusan nya
" papa percaya sama kamu nak..tapi ingat pesan papa untuk yang terakhir kalinya kamu harus tetap menjadi anak kebanggaan papa apapun yang terjadi kamu harus kuat dan jika ada orang yang menyakiti hati mu jangan pernah berfikir
untuk membalas dendam karena dendam hanya akan menyengsarakan dirimu
kamu paham maksud papa sayang " !!ucap pak Herry menasehati anaknya seperti meninggalkan kesan yang mendalam Risa tidak tahu mau bicara apalagi dia hanya diam dan tenang mendengar nasehat ayahnya seperti mengerti sesuatu .
" papa tutup dulu telponnya lain kali kita sambung lagi " kata pak Herry yang hendak mengakhiri panggilan mereka
" oke pa..tapi lain kali bukan melalui telepon Risa yang akan datang kesana " ucap Risa lega
__ADS_1
" assalamualaikum pa .." salam Risa
" wa'alaikumsalam .." jawab pak Herry dengan senyum bahagia dan panggilan pun berakhir
keesokan harinya pak Alex datang lagi mengunjungi pak Herry dipenjara mereka berpelukan seperti biasa kemudian duduk
" Herry..ada hal yang ingin saya sampaikan sama kamu sekalian saya mau pamit " kata pak Alex
" pamit..memang nya kamu mau kemana ?? tanya pak Herry penasaran
" aku mau ke Singapura untuk menjemput keluarga ku agar kita bisa mempercepat pernikahan anak anak kita " pak Alex menyampaikan maksudnya secara detail
sedangkan pak Herry kaget serta dibuat binggung
" pernikahan anak anak kita.... maksud kamu "??tanya pak Herry dengan perasaan makin binggung
" Risa sama Ben ..apa kamu lupa kalau kita sudah menjodohkan mereka berdua dan pernikahan mereka akan diadakan setelah pemilihan calon bupati ditetapkan " ujar pak Alex mengingatkan pak Herry tentang perjanjian yang pernah mereka buat
Flash back off
Herry dan Alex sedang bermain bulu tangkis mereka berbincang tentang keluarga masing-masing sampai pada akhirnya tersirat niat untuk menjalin hubungan persahabatan menjadi keluarga
" her..aku ingin sekali menjodohkan anak ku dengan anak mu Risa sama Ben bagaimana menurutmu tentang pendapatku " ?? tanya Alex mengutarakan maksud nya dan meminta pendapat
" aku setuju...aku lihat kayak nya mereka cocok anak mu tampan dan anak ku cantik mereka bakal menjadi pasangan yang serasi " Herry langsung menyetujui pendapat Alex sambil memegang dua foto anak anak mereka yang masih remaja saat itu
" bagaimana kalau pernikahan mereka kita adakan setelah pemilihan kandidat calon bupati " ucap Alex dengan penuh semangat
" tapi lex...mereka belum pernah bertemu apa kata mereka nanti kalau tiba-tiba mereka dijodohkan oleh kita " kata Herry yang sempat ragu dengan keputusan mereka
" kamu tenang aja.. aku yakin mereka setuju dengan keputusan kita soal pertemuan nanti kita atur " kata Alex menyakinkan temannya itu
" baiklah.. aku menurut saja apa yang terbaik untuk mereka"
flash back on
" apa kamu sudah ingat her" ?? tanya pak Alex membuyarkan lamunan pak Herry
" iya aku sudah ingat..kita pernah berjanji untuk menjalin hubungan persahabatan menjadi keluarga" angguk pak Herry membenarkan pernyataan pak Alex
" dan sekarang saat yang tepat untuk mewujudkan impian kita itu lebih cepat lebih baik.." senyum kebahagiaan tersendiri bagi pak Alex dan pak Herry membalas dengan senyuman hangat yang berarti dia setuju .
" setelah aku pulang dari Singapura kamu akan bebas dan aku jamin itu kita akan membentuk sebuah keluarga yang sangat bahagia dengan menyatukan kedua anak kita...haish aku sudah tidak sabar ingin mengendong cucu " senyum pak Alex membayangkan impian nya itu dan pak Herry tertawa melihat tingkah nya ini pertama kalinya pak Herry tertawa lepas semenjak dari istri nya sakit sampai dia masuk penjara...
" oh ya her...kamu harus menepati janji kamu untuk mendampingi aku diacara pemilihan okey..dan kalau aku menang kamu yang akan memimpin perusahaan'!! pinta pak Alex dengan yakin
" itu nggak mungkin Lex...aku sudah melakukan pencurian diperusahaan masa iya aku yang menjadi pemimpin lebih baik kamu serahkan kepada orang yang tepat yaitu putra mu Ben" tolak pak Herry yang kembali mengingat kesalahan nya.
" nggak ada yang nggak mungkin...semua karyawan sudah tahu akan hal ini dan mereka semua setuju hanya tinggal persetujuan dari kamu" tutur pak Alex
" apa kamu yakin sudah semuanya " ??? tanya pak Herry dengan tatapan tidak yakin
" heheee ..belum semuanya hanya beberapa orang tapi kamu tidak usah khawatir mereka semua pasti setuju dengan keputusan ku tidak ada yang bisa menolak kalau ada yang menolak mereka siap siap saja angkat kaki dari perusahaan " ancam pak Alex yang awalnya tertawa kemudian menjadi garang didepan pak Herry yang ditujukan untuk karyawan nya.
" terserah kamu aja deh " pasrah pak Herry.
__ADS_1