Jodoh Dalam Ingatan

Jodoh Dalam Ingatan
bab: 30 . kekecewaan Risa pada papanya


__ADS_3

pak Alex melihat keadaan risa yang kacau ,mata lembab , penampilan berantakan dan telapak tangan terluka akibat terjatuh tadi saat dia mengejar mobil polisi ingin sekali dia menghibur gadis kecil itu tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk muncul dihadapannya..


berdasarkan sifat gadis itu dia pasti akan marah dan membenci dirinya karena telah menjebloskan papanya kedalam penjara dan pak Alex hanya bisa menyaksikan dari jauh ..


walaupun sebenarnya dia juga tidak ingin melakukan hal ini tapi hukum tetaplah hukum dan juga merupakan prinsip dalam hidupnya.


Risa menyusul ke kantor polisi dan meminta agar papanya dibebaskan dari hukuman..


" pak saya mohon..tolong bebaskan papa saya..dia tidak bersalah ini pasti ada kesalahpahaman " bujuk Risa yang terus memohon kepada polisi


" maafkan kami ..kami hanya menjalankan tugas" ucap pak polisi


karena melihat anaknya yang terus memohon untuk dirinya pak Herry buka suara..


" Risa ...papa minta maaf..ini semua salah papa..papa harap kamu tidak membenci papa nak.." ujar pak Herry dengan mata sendu dan perasaan bersalah


" apa maksud papa..risa tidak mengerti"?? tanya Risa menatap papanya


" papa telah melakukan kejahatan di perusahaan dan papa harus menjalani hukuman atas perbuatan papa " ucap pak Herry mantap walau hati dan perasaan nya sakit


" apa alasannya ..kenapa papa melakukan ini..bukan kah papa selalu mengajarkan Risa tentang mana yang baik dan yang buruk..jawab Risa pah " Risa terus mendesak papanya sementara yang ditanya hanya diam dan menunduk dia tidak sanggup menatap wajah anaknya yang sedang marah dan kecewa padanya..


" papa tidak bisa memberi tahu alasannya " ucap pak Herry pasrah


" hiks..apa..harta kita tidak cukup buat papa senang " tanya Risa sambil menangis


" bukan itu sayang..papa..ada alasan lain " jawab pak Herry lagi dengan gugup


" alasan apalagi sih pa.." teriak Risa dengan sedikit emosi


" Risa kecewa sama papa hiks..hiks" tangis Risa dan pergi meninggalkan papanya pak Herry ingin mengejarnya tapi ditahan oleh polisi


" maafkan papa..Risa ..papa tahu kamu kecewa sama papa..suatu saat kamu akan tahu kenapa papa melakukan ini.. papa harap kamu tidak membenci papa karena papa tidak bisa hidup dengan kebencian mu nak .." ratap pak Herry dalam hati membayangkan putri semata wayangnya itu


disaat yang sama buk Yulia sedang memasak makanan untuk suami dan anaknya dibantu oleh asisten rumah tangga karena dia merasa keluarga nya belum puas dengan hasil masakan nya tadi pagi jadi dia ingin memasak yang lebih spesial lagi disaat memotong bahan tidak sengaja tangannya ikut teriris oleh pisau


" aw..ststt" buk Yulia menghisap darah di jarinya


" hati hati buk..biar saya aja yang lanjutkan" pinta asistennya


" kenapa perasaan ku tidak enak begini " buk Yulia merasa gelisah


kring..kring..kring panggilan telepon membuyarkan lamunannya


" hallo.." jawab buk Yulia saat mengangkat telepon seluler kemudian suaranya seperti terkunci tangan gemetar dan beberapa menit kemudian setelah telepon ditutup buk Yulia langsung pingsan


bruk..


mendengar ada sesuatu yang jatuh asisten rumah tangga berlari keluar dan dia kaget serta panik


" astaghfirullah ...ibuk " sontak pembantunya terkejut melihat majikannya tergeletak dilantai


Risa yang berada dijalan raya sendirian ingin menenangkan pikiran dan memikirkan bagaimana memberitahu mamanya nanti tentang hal yang menimpa papanya

__ADS_1


tiba tiba ponselnya berdering


" hallo ..." jawab Risa singkat


" ini bibi non...non ada dimana " tanya sang pembantu dengan suara panik


" Risa lagi dijalan bik..ada apa kenapa suara bibik seperti orang panik " tanya Risa heran dengan sikap pembantunya lewat telepon


" ibuk non...ibuk " jawab pembantu nya dengan terbata bata Risa semakin heran


" mama...mama kenapa bik .." tanya Risa dengan serius dan mulai cemas


" ibuk tadi pingsan non.." beritahu pembantunya


" apa...pingsan " sontak kaget Risa mendengarnya


" iya non.. Sekarang bibi lagi ada dirumah sakit" jawab pembantunya


" kenapa mama bisa pingsan bik " tanya nya sekali lagi


" nanti bibik ceritakan non..." jawab bibi singkat


" okey... sekarang Risa kesana bik..bibi tolong jagain mama ya " pinta Risa kemudian panggilan berakhir


Risa berlari dan terus memikirkan hal hal yang terjadi hari ini air matanya tidak bisa di bendung


" *mama ...mama harus kuat tidak boleh terjadi sesuatu sama mama..tunggu Risa ma " gumam Risa dalam kesedihannya


tidak* butuh waktu lama Risa sampai dirumah sakit tempat mama nya dirawat


" bik...dimana mama sekarang dan gimana keadaannya " tanya Risa begitu bertemu pembantunya


" ibuk lagi di periksa sama dokter didalam non..." jawabnya


" bik gimana ceritanya..kok mama sampai pingsan padahal tadi pagi mama baik baik saja " tanya Risa lagi yang ingin tahu pokok permasalahan


" tadi bibi lagi bantuin ibuk masak terus ada telepon masuk ibuk berbicara dengan orang itu tapi setelah telepon berakhir ibuk langsung pingsan bibi tidak tau apa yang mereka bicarakan non..." jujur bik atum


" siapa yang menelpon mama...apa ini ada hubungannya dengan masalah papa..apa mungkin uncle Alex " tebak Risa


" dokter bagaimana keadaan mama saya dok " tanya Risa begitu dokter keluar dari ruangan mamanya


" tidak ada yang serius...buk Yulia hanya syok saja " jawab dokter dengan tenang


" syukurlah kalau begitu " respon Risa dengan menghela nafas lega


" tapi kalian sebagai keluarga harus bisa menjaga suasana hatinya karena kalau hal ini terjadi lagi mungkin akan sangat berbahaya bagi nyawanya " peringatan dokter membuat Risa kaget dan binggung


" maksud dokter apa " tanya Risa dengan penuh tanda tanya


" jantung buk Yulia sangat lemah dia mudah sekali pingsan kalau menerima suatu berita yang buruk atau sesuatu yang bisa memancing emosi nya jadi saya saran kan agar kalian bisa menjaga dan mengontrol emosinya..." tegas dokter menceritakan keadaan buk Yulia. Risa seperti tidak kuat mendengar nya tapi dia berusaha kuat.


" baik dok..terima kasih " ucap Risa

__ADS_1


" sama sama.. kalau begitu saya permisi dulu..mari " jawab dokter mengundur diri lalu Risa masuk kedalam dan diikuti pembantunya .


" ma...gimana keadaan mama sekarang...apa ada yang sakit coba Risa lihat " ucap Risa mengontrol dirinya agar tidak terlihat sedih


"tidak sayang mama tidak apa-apa..tapi ada sesuatu yang menimpa papa kamu " kata buk Yulia


" papa kamu tersandung kasus korupsi dan sekarang berada di kantor polisi


kita harus kesana menemani papa kamu dia pasti sangat terpukul..ayo sayang " ajak buk Yulia dia berusaha bangun dari tempat tidur nya walau keadaan nya masih lemah tapi ditahan oleh Risa


" dari mana mama tahu tentang ini " tanya Risa penasaran


" tadi salah satu karyawan kantor menghubungi dan memberitahu tahu mama kalau papa yang menggelapkan uang perusahaan makanya mama syok mendengar nya " jelas buk Yulia dengan mata berkaca-kaca dan dia bangun dari tempat tidur pasien


" jangan ma..mama jangan banyak gerak dulu kondisi mama masih lemah..mama harus istirahat ya " cegah Risa


" tapi ris..mama tidak bisa seperti ini..papa kamu butuh dukungan kita sekarang meskipun mama tidak tahu ada apa sebenarnya " ujar buk Yulia


" mama tidak usah khawatir..Risa jamin papa akan bebas dan Risa yakin Allah bersama kita ma" ucap Risa menenangkan mamanya


" kamu serius sayang..kalau kamu akan berusaha membebaskan papa " harap buk Yulia sambil memegang tangan anaknya dan Risa merintih kesakitan karena tangan lukanya yang dipegang erat oleh mamanya


" hmmm..Risa janji keluarga kita akan kembali seperti semula dan berkumpul bersama " Risa mencoba menahan sakit nya dan memberi ketenangan untuk mamanya


buk Yulia akhirnya mau dibujuk dan kembali istirahat


" non... sebaiknya tangan non diobati dulu..nanti bisa infeksi " prihatin bik atum melihat tangan nonanya terrluka


" tidak usah bik..hanya luka kecil saja kok " tolak Risa


dua hari kemudian..pak Herry mendekam di penjara tapi Risa tidak datang mengunjunginya rasa sedih dan terluka karena telah mengecewakan keluarga nya merasuki jiwa pak Herry...


" pak Herry...ada yang ingin bertemu dengan bapak.." panggil pak polisi yang menjaga sel tahanan dan pak Herry mendongak


" *itu pasti risa.. akhirnya anakku datang " gumamnya dengan gembira yang mengira kalau yang datang adalah putrinya.


setelah* melihat tamu yang datang wajahnya kembali sedih


" hallo.. Herry bagaimana kabar kamu " tanya pak Alex begitu melihat temannya itu dia merasa kasihan kepada mantan karyawan nya itu


" seperti yang anda lihat pak.." ucap Herry dengan dingin bukan Tampa alasan dia bersikap seperti itu dia hanya merindukan putrinya tapi yang datang malah orang lain


" her..saya tahu kamu marah sama saya karena saya yang telah membuat kamu seperti ini " tebak pak Alex


" saya tidak marah sama kamu Alex..ini memang salah saya dan saya harus menerima hukumannya.. seharusnya saya yang minta maaf sama kamu..sa..hiks saya telah merusak kepercayaan kamu Lex " Isak pak Herry dengan penuh penyesalan


pak Alex bangga dengan temannya ini yang mau memanggil nama nya lalu pak Alex memegang tangan pak Herry


" her..kamu itu sahabat saya.. meskipun kamu telah membuat saya kecewa " ucap pak Alex menatap sahabatnya itu


" kalau kamu tidak marah sama saya..lalu kenapa ekspresi wajah mu seperti itu" interogasi pak Alex


" kamu jangan salah paham..saya bersikap begini karena saya merindukan istri dan anak saya..mereka tidak pernah datang sejak kemarin " kerinduan pak Herry pada keluarganya terselip dalam hati.

__ADS_1


kekecewaan Risa pada papanya meninggalkan pukulan yang berat untuk pak Herry...


__ADS_2