Jodoh Dalam Ingatan

Jodoh Dalam Ingatan
bab.34:


__ADS_3

hari sudah semakin sore Risa dan bik atum kembali kerumah dia memandangi foto mama dan papanya yang bergantungan di dinding kenangan mereka bersama hadir di dalam ingatan Risa.


Risa masuk kekamar sambil memegang album foto keluarga nya dia duduk lalu membuka album foto itu kenangan setiap foto muncul di ingatan nya air mata kembali membasahi pipinya


" non..makan dulu ya..ini bibi masakin makanan kesukaan non.." ucap bik atum yang membawa Napan berisi makanan untuk Risa tapi Risa menolak untuk makan


" non..non harus makan walaupun hanya sedikit.. nanti non sakit " kata bik atum yang khawatir


" biarin aja bik aku sakit dengan begitu aku bisa menyusul mereka.." jawab Risa dengan pasrah


" non..tidak boleh bicara seperti itu " bantah bik atum


" bik...hiks..kenapa mereka pergi begitu cepat bik... aku masih belum percaya tentang ini..hiks kenapa mereka ninggalin aku..apa mereka sudah tidak sayang sama aku bik .." keluh Risa


" bibik juga tidak percaya non..tapi inilah takdir yang harus diterima semua ketentuan ada ditangan Allah " teguh bik atum


seminggu kemudian langit tampak mendung seakan dia bersahabat dengan perasaan Risa saat inj.


hari ini Risa ada jadwal ulangan harian dan presentasi tapi dia seperti akan hal itu kepergian mama dan papanya membuat dirinya hancur tak ada lagi keceriaan diwajahnya sosok mama yang selalu ada setiap pagi dikamarnya, menyiapkan sarapan , memarahinya, teman bercanda.sosok papa yang selalu setia menunggu nya sarapan , memanjakan nya, perhatian ,tempat berkeluh kesah ,ayah yang baik ,selalu membuat ku tersenyum setiap saat walau dia sendiri sedang menahan sakit


kini semuanya telah pergi meninggalkan diriku sendiri.


Risa menguatkan hatinya untuk pergi ke kampus tapi bukannya kekelas malah pergi kekantor kepala yayasan


tok...tok ( suara ketuk pintu)


" masuk.." sahut orang dari dalam


" permisi pak.." sapa Risa dengan ekspresi murung dan kepala yayasan mendongak menatap Risa


" Risa... silahkan duduk " sumringah kepala yayasan saat melihat muridnya itu


" Risa..bagaimana keadaan kamu sekarang ..saya turut berduka cita " ?? tanya kepala yayasan dengan penuh perasaan kasihan


" terima kasih..seperti yang bapak lihat " jawab Risa singkat


" ada perlu apa Risa ?? tanya kepala yayasan dengan sopan


" saya kesini ingin menyerahkan surat ini pak " jawab Risa sambil menyodorkan sebuah amplop kecil


" surat apa ini Risa " ?? tanya nya mengerutkan keningnya lalu membuka amplop dan ekspresi nya langsung berubah terkejut


" ini...kamu serius "?? tanyanya lagi setelah melihat isi surat itu


" saya serius pak " jawabnya dengan ekspresi serius


" kenapa kamu ingin keluar dari kampus apa ada yang jahil sama kamu " !?? tanya kepala yayasan dengan antusias


" tidak ada pak ..semua teman dikampus ini baik " geleng Risa


" lalu kenapa kamu ingin keluar kamu adalah mahasiswi terbaik dikampus semester ini " tanya nya lagi

__ADS_1


" tidak ada alasan pak ..saya hanya ingin melepaskan semuanya untuk apa lagi saya melanjutkan perjalanan ini kalau... orang yang ingin saya bahagia kan sudah tidak ada .." ucap Risa matanya kembali berkaca-kaca dan kepala yayasan mengerti hal itu


"baiklah ...kalau memang itu keputusan kamu saya tidak bisa mencegah nya semoga kamu menemukan jalan yang lebih baik..tapi kalau kamu berubah pikiran kampus ini dengan pintu terbuka menerima kamu kembali.." pasrah dengan keputusan mahasiswi terbaik nya itu selain pintar ,baik Risa juga dikenal sebagai orang yang periang dan ramah


" terima kasih pak..kalau begitu saya permisi assalamualaikum .." ucap Risa lalu pamit pergi dan kepala yayasan hanya bisa melepaskan kepergian muridnya itu


" Risa...ris.." panggil teman Risa lalu berbalik ke arah suara itu


" kamu mau kemana ..kenapa tidak masuk sebentar lagi kita mau ulangan lho " ??? tanya temannya begitu menghampiri Risa


" maaf...aku sudah tidak kuliah lagi " sambil tersenyum Risa menjawabnya dengan santai


" maksud kamu.."?? tanyanya binggung


" aku sudah keluar dari kampus " jawabnya singkat


" maksud kamu..kamu berhenti kuliah " tebak nya dan dibalas anggukan oleh Risa


"kenapa ris... kenapa harus berhenti aku tahu kamu sedih atas kepergian kedua orang tua mu tapi ini bukan solusinya "!!?? sambung nya yang mengerti perasaan Risa


" aku hanya ingin sendiri dulu " jawab nya murung namun mewakili seluruh perasaannya


" aku mengerti perasaan kamu " kata temannya yang tidak enak hati melihat risa sedih


" tapi kalau kamu pergi aku sendirian dong nggak ada temannya " ngambek manja sambil memonyongkan bibirnya


" masih banyak yang lain tuh..ada Rika ,Desi, Vira dan yang lainnya " jawab Risa dengan sedikit senyum melihat temannya itu


" tapi mereka nggak kayak kamu..kamu baik ,pintar lagi sedangkan mereka semua sama kayak aku...bodoh " ngambek lagi ngatain diri sendiri


dosen yang ditunggu sudah masuk tapi dia membiarkan Risa dan temannya berbicara Tampa mengganggu dia sudah tahu keputusan Risa dari kepala yayasan


" tuh dosen udah masuk..kamu masuk sana ntar telat lagi " pinta Risa yang melihat dosen masuk


" tapi kamu benar..nggak apa-apa aku tinggal..nanti kalau aku kangen sama kamu gimana " masih manyun


" datang aja kerumah okey.." jawab nya dan dibalas anggukan oleh temannya


" aku masuk ya..ingat jangan pernah lupain aku okey.." ucapnya sambil berlari meninggalkan Risa ditempat dibalas bulatan jari telunjuk oleh Risa


Risa sampai di depan rumah tapi ada beberapa orang yang memasang plang bertuliskan kata " rumah ini disita" Risa kaget dan binggung melihat nya lalu menghampiri orang orang itu


" maaf pak..kenapa rumah saya disita "?? tanya Risa heran


" rumah anda sudah disita oleh perusahaan karena almarhum pak Herry tidak mampu mengembalikan dana yang telah diambil dari perusahaan..." tegas petugas


" bukan hanya rumah tapi seluruh aset yang dimiliki oleh pak Herry akan disita


sebaiknya mbak segera mengosongkan rumah ini dan pergi dari sini .." tegas petugas satunya lagi dengan sedikit garang


" tidak...saya tidak akan pergi dari rumah ini...ini rumah saya hasil jerih payah papa saya.." tegas Risa menolak

__ADS_1


" itu terserah mbak...kami hanya menjalankan tugas dan jangan salahkan kami kalau kami berbuat nekat.." galak petugas itu mengancam Risa


" saya tidak akan membiarkan kalian mengambil rumah saya .." Risa mencoba masuk namun dicegat oleh dua orang itu


" mbak... silahkan pergi dari sini dan mbak tidak diizinkan membawa apapun dari rumah ini " ucap orang itu lagi


" dasar gila kalian..kalian mengambil semua harta keluarga saya dan sekarang kalian tidak mengizinkan aku membawa apapun " kesal Risa


" benar..bahkan pakaian sekali pun " tegas mereka dan hal itu semakin membuat Risa kesal dan marah


" siapa yang memberi kalian perintah "??? tanya Risa dengan amarah


" pak Alex Ferguson sendiri yang memberi perintah " jawabnya dan hal itu membuat Risa tidak percaya dia mengepalkan tangannya dengan kuat tatapan matanya penuh dengan aura kebencian yang sudah meluap.


Risa pergi dari rumah itu Tampa berkata namun kebencian dan amarah melebur menjadi satu didalam dirinya yang ditujukan untuk satu orang


" Alex ...orang yang menjunjung tinggi nilai persahabatan lebih dari segalanya ternyata hanya lah manusia berhati iblis dia tidak pantas menjadi sahabat papa .. aku bersumpah akan membalas rasa sakit ini kepadanya bahkan berkali-kali lipat " ancam Risa dengan dendam membara di hatinya..


" awalnya aku masih ingin memaafkan kesalahan uncle Alex dan percaya kalau...ini adalah takdir tapi...hiks kenapa dia melakukan hal ini,apa dia belum puas dengan kematian kedua orang tua ku dan sekarang ingin menghancurkan aku juga apa salah kami sehingga kau melakukan ini..kami selalu mengganggap mu sebagai orang baik...aku sangat membenci mu ..Alex Ferguson...bajingan " gumam Risa dengan rapuh.


Risa pergi ke makam orang tuanya dan menangis sejadi-jadinya disana


" ma..pa..hiks...Risa nggak kuat lagi ..Risa ingin bertemu kalian Risa ingin berkumpul bersama kalian kenapa kalian jahat sama Risa..hiks..kalian pergi meninggalkan Risa sendirian disini..Risa takut pa..ma..Risa udah nggak punya tempat tinggal..rumah kita disita pah..aku benci Alex pah...aku benci dia.." rintih Risa meluapkan emosi nya


" Sekarang Risa harus kemana Risa tidak punya teman..bik atum juga udah pergi ninggalin Risa hiks.." lirih Risa cengukan dan dia tertidur disamping makam orang tuanya


" astaghfirullah...siapa itu " ucap pak ustadz yang kebetulan lewat dan membangunkan Risa


" nak Risa..bangun ..ayo bangun " ucap pak ustadz menepuk pundak Risa agar bangun


" kenapa kamu tidur disini.." ??tanya pak ustadz setelah Risa bangun dan Risa hanya diam


" sebaiknya kamu bapak antar pulang sebentar lagi hujan tidak baik disini " ajak pak ustadz


" tidak usah pak...saya sudah tidak punya rumah...rumah saya sudah disita " jawabnya memelas


" kalau begitu kamu ikut kerumah bapak aja " tawaran pak ustadz


" tidak usah pak..saya tidak mau merepotkan bapak sekeluarga saya bisa hidup sendiri" tolak Risa dengan sopan


" saya permisi pak.. assalamualaikum " pamit Risa begitu saja


" kasihan kamu nak ..kamu anak yang baik..sopan dan santun terhadap orang tua " gumam pak ustadz melihat kesedihan Risa yang merupakan salah satu santrinya dulu ..


setelah Risa pergi dari TPU dua orang tiba disana dengan nafas terengah-engah mencari seseorang lalu menghampiri pak ustadz


" pak ustadz...apa ustadz melihat Risa atau bertemu dengan nya disini " tanya pak Doni langsung


" dia baru saja pergi dari sini dia kelihatan sedih dan murung katanya rumahnya disita apa itu benar " jawab pak ustadz sambil bertanya


" cerita nya panjang pak ustadz...dan ini salah paham " jawab pak Doni dengan frustasi dia kelihatan panik sekali

__ADS_1


" dipendekkin aja cerita " gumam pak ustadz yang mulai ngacok


" gawat...aku bisa mati kalau pak Alex tahu tentang ini dan Risa tidak ditemukan kita semua bisa habis " stress pak Doni mengacak-acak rambutnya..


__ADS_2