Jodoh Dalam Ingatan

Jodoh Dalam Ingatan
bab.25. kehidupan Kania part2


__ADS_3

pak Herry masuk keruang inap isterinya disana dia melihat senyum tawa istrinya bersama Risa


pak Herry tahu kalau istrinya sedang menahan rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya dia memaksa dirinya agar terlihat kuat didepan putri mereka ...


" pah...papa dari mana kok lama sih" tanya Risa begitu papanya masuk dengan sedikit tersenyum pak Herry menutupi kekhawatiran dan kesedihan hatinya


" papa... dari luar beli makanan buat kamu sama mama" ucap pak Herry sembari meletakkan kantong plastik di atas meja dia pergi membeli makanan setelah keluar dari ruangan dokter Vera supaya bisa memberi alasan pada Risa


" dari tadi kamu belum makan apapun kan jadi papa sekalian beli makanan buat kamu....nih" kata pak Herry menyerahkan makanan buat putrinya .


" kamu juga makan ma...biar kamu cepat sembuh " sambung pak Herry menyuapi istrinya walau dalam hatinya dia ingin sekali menangis dan memeluk istrinya tapi dia tidak mau Risa sampai tahu hal ini


" papa...kok matanya merah papa habis nangis y " tanya buk Yulia yang belum tahu kenapa suaminya sedih


" nggak kok ...papa cuman kelilipan tadi diluar banyak debu..nggak usah dipikirkan yang penting sekarang mama harus cepat sembuh ya..." ucapnya yang menutupi kekhawatiran dan kecemasan yang masih mengamuk didalam hati dan pikirannya buk Yulia pun patuh Tampa bertanya apapun lagi .


hari ini sebenarnya buk Yulia sudah boleh keluar tapi karena beberapa alasan terpaksa buk Yulia harus rawat inap beberapa hari lagi


tentu alasan yang dibuat adalah kesepakatan antara dokter Vera dan pak Herry agar buk Yulia mau dirawat inap...


seminggu telah berlalu... buk Yulia akhirnya kembali kerumah karena dia sangat bosan berada dirumah sakit itupun dengan berbagai cara dia membujuk dokter Vera agar diizinkan pulang...


" akhirnya... mama bisa menghirup udara segar ..lega banget rasanya seperti habis keluar dari penjara.. berada di rumah sakit benar benar membosankan apalagi makanan nya harus diatur..nggak boleh ini...nggak boleh itu lah...ckck.." oceh buk Yulia setelah sampai di rumah seperti burung lepas dari sangkarnya..


" ma..nggak boleh gitu tau...itu kan demi kebaikan mama... mereka hanya menjalankan tugasnya sebagai perawat .." ucap Risa menyanggah ucapan mamanya...


" sudah...ayo masuk..mama kan baru keluar dari rumah sakit jadi harus banyak istirahat ..jangan mengoceh terus " potong pak Herry


dring...dring...dring ( bunyi ponsel )


pak Herry mengambil benda pipih dari dalam saku celananya dan melihat layar nya


" kalian masuk dulu...papa mau angkat telepon sebentar "ucap pak Herry sebelum menerima panggilan itu dibalas anggukan dari keduanya


pak Herry langsung menjauh untuk mengangkat telepon itu..


" hallo... assalamualaikum pak " sapa pak Herry pada orang yang sedang melakukan panggilan dengan nya


" waalaikum salam... bagaimana keadaan istri kamu " balas orang tersebut


" Alhamdulillah...sudah membaik pak ..dia sudah keluar dari rumah sakit" jawab pak Herry dengan ramah


" syukurlah kalau begitu... maaf saya tidak bisa datang menjenguk..kamu tau sendiri kan bagaimana keadaan perusahaan sekarang " ucap orang itu dengan nada suara rendah

__ADS_1


" iya pak ...saya mengerti terima kasih atas perhatian pak Alex kepada keluarga saya " balas pak Herry dengan sopan


" kamu ngomong apa sih..saya ini kan atasan kamu sekalian teman kamu jadi kamu nggak usah formal begitu .." sela pak Alex dengan sikap hormat pak Herry


suasana diam sebentar


" ya sudah ..kalau begitu saya tutup dulu..nanti kalau kamu butuh bantuan jangan lupa cari saya " ucap pak Alex


" baik pak..sekali lagi terima kasih " balas pak Herry panggilan pun berakhir .


" bagaimana saya harus minta bantuan sama bapak sedangkan perusahaan dilanda krisis begini " gumam pak Herry ...


dipagi hari buk Yulia mulai membersihkan diri rutinitas nya setiap hari menjelang sarapan


dia menghias diri sambil bersenandung ria


tapi semuanya pudar setelah gumpalan rambut memenuhi sisir pandangan nya jadi sayu


ceklek...( bunyi pintu terbuka)


pak Herry yang baru selesai mandi langsung menghampiri istrinya


" ma...kok diam aja ...bukanya lagi happy" kata pak Herry


" apa ini ma...mama menyembunyikan sesuatu dari papa ..umm?tanya pak Herry menginterogasi istrinya


" i...tu.... aku..." jawab buk Yulia dengan gugup


" mah.. kenapa mama menutupi ini dari papa ..


apa mama sudah tidak percaya lagi sama papa"tanya pak Herry dengan tatapan sendu dia ingin sekali istrinya jujur dan tidak menutupi apapun darinya


" maksud... papa apa sih...mama nggak ngerti apa yang papa omongin...? elak buk Yulia dengan gugup


" gawat...apa papa sudah tau semuanya...tidak mungkin..." batin buk Yulia yang di penuhi rasa cemas dan takut..


" papa... sudah tau semuanya .." ucap pak Herry


" ta...tau apa " ucap buk Yulia dengan terbata-bata rasa cemas semakin merasuki dirinya


" soal... penyakit mama.. dokter Vera sudah memberitahu semuanya..." kata pak Herry dengan cepat.. hati terasa sakit mengucapkan kalimat ini dia masih belum percaya dengan kenyataan pahit ini


badannya terasa disambar petir di siang bolong mendengar ucapan suaminya dia tidak menyangka hal ini akan diketahui oleh suaminya secepat ini

__ADS_1


" jadi....papa... sudah tahu semuanya " kata nya dengan bibir gemetar dan air mata tak terasa jatuh begitu saja


" kenapa ma... kenapa kamu menutupi ini dari ku...apa kamu sudah tidak percaya lagi pada ku...hah...jawab ma" bentak pak Herry mengguncang kan tubuh istrinya dia benar benar kecewa dengan sikap istrinya namun buk Yulia hanya bisa menangis Tampa berani menatap wajah suaminya sekarang


" ma...maafin mama..pa.." hanya itu kata yang keluar dari mulut buk Yulia saat ini dia benar benar tidak tau harus bagaimana lagi rasa bersalah karena telah menutupi ini semua dari suaminya


" lihat aku Yulia... " sembari memegang dagu istrinya agar melihat ke arah nya tapi buk Yulia tetap diam dan tidak mau bicara...


" baiklah... kalau itu mau mu...aku tidak akan memaksa..lebih baik aku kasih tahu sama Risa tentang laporan ini.." ucap pak Herry mengambil laporan pemeriksaan buk Yulia lalu melangkah keluar...buk Yulia sangat kaget dengan tindakan suaminya itu dia langsung berlari menghampiri dan memeluk suaminya dari belakang untuk menghentikan langkahnya


" pah.... mama mohon...jangan kasih tahu sama risa...tentang penyakit mama..mama nggak mau Risa jadi sedih " lirih buk Yulia dan itu berhasil membatalkan niat pak Herry sebenarnya itu hanya gertakannya saja dia juga tidak mau anaknya sedih ..


" mama..akan jujur sama papa " ucap buk Yulia saat pak Herry berbalik


" sebenarnya...mama tidak ingin papa dan anak kita sedih serta khawatir tentang kondisi mama... apalagi perusahaan papa sedang ada masalahkan... jadi mama tidak mau menambah beban papa.." terang buk Yulia sontak membuat pak Herry kaget dari mana istrinya tau tentang perusahaannya.


" ma..kita ini suami istri..apa mama lupa janji yang kita buat di depan banyak orang untuk saling menyemangati disaat sulit dan lebih dari itu." ucap pak Herry


" tapi...papa juga tidak jujur sama mama " elak buk Yulia dengan mengerucutkan bibirnya


" itu urusan papa... yang penting sekarang tentang kondisi mama " ucap pak Herry.


sejak perdebatan kecil itu pak Herry selalu mengontrol istrinya minum obat.


setiap akhir pekan pak Herry selalu membawa istrinya kerumah sakit untuk melakukan check up dan hal itu tidak diketahui oleh Risa tentu saja dengan berbagai alasan...


tiga bulan kemudian


perusahaan sudah mulai membaik dan para karyawan kembali beraktivitas seperti biasa...


sementara itu kondisi buk Yulia semakin memburuk..


" gimana dok ..kondisi istri saya " tanya pak Herry pada dokter Vera yang masih sibuk memeriksa kondisi buk Yulia


" seperti nya..tidak ada cara lain lagi selain operasi " ucap dokter Vera


" apa tidak ada cara lain lagi selain operasi dok " tanya pak Herry dan dokter hanya menggeleng sebagai jawaban tidak ada jalan lain


" sel kanker nya sudah menyebar dan ini sangat berbahaya untuk keselamatan buk Yulia...jadi saya mohon bapak segera mengambil keputusan..." tegas dokter Vera .


" baiklah...kalau memang itu satu satunya jalan agar Yulia selamat ... lakukanlah.." pasrah pak Herry


setelah mendapat persetujuan dari pak Herry buk Yulia langsung dibawa ke ruang operasi...

__ADS_1


sementara itu Risa yang lagi sibuk dengan aktivitasnya yang padat dikampus tidak tau kalau ibu nya sedang berjuang antara hidup dan mati di ruang operasi karena papa dan mamanya selalu menyembunyikan masalah itu darinya...


__ADS_2