
pak Alex memerintahkan pak Herry untuk mencari tahu siapa yang telah menggelapkan uang perusahaan tentu hal itu membuat pak Herry salah tingkah..
satu Minggu telah berlalu tapi pak Herry belum juga memberi laporan kepada pak Alex dan hal itu membuat pak Alex jengkel dan kesal lalu memerintahkan seluruh karyawan untuk berkumpul
" sudah satu Minggu berlalu tapi mana hasil nya...nihil.." ucap pak Alex dengan mengertakkan gigi nya membuat para bawahannya gemetar dan tidak ada yang sanggup mengangkat kepala semuanya tunduk dan diam mendengarkan amarah atasan mereka..
pak Alex sekilas melirik kearah pak Herry tapi pak Herry tidak menyadari hal itu
"saya ingin tahu.. siapa yang telah berbuat curang di perusahaan ini..apa dia tidak tahu kalau mengambil sesuatu yang bukan haknya sama dengan mencuri dan hukumannya adalah penjara itu baru hukuman didunia sedangkan di akhirat kelak hukumannya adalah api neraka.."tegas pak Alex menginterogasi sambil berjalan bolak balik didepan para karyawan seperti seorang komandan yang memberikan arahan kepada para prajurit...
pak Alex Ferguson dikenal sebagai orang yang lembut , baik hati dan selalu memberikan pencerahan serta nasehat nasehat kepada para karyawan nya terutama masalah agama selalu menjadi prioritas utama bagi perusahaan ini jika ada masalah harus diselesaikan melalui jalur hukum dan agama..
karena itulah semua orang betah kerja disini
" saya beri kalian waktu 2 kali 24 jam untuk menyerahkan diri secara suka rela atau temui saya secara pribadi jika kalian tidak ingin dipermalukan..lebih baik mengaku dan berterus terang sendiri mungkin saya akan memberikan toleransi dan kompensasi tapi jika kalian tidak ada yang mengaku... maka saya sendiri yang akan menangkap dan menjebloskan kalian kedalam penjara ketika saya menemukan pelakunya...saya tidak peduli baik itu saudara,adik ,orang paling berjasa ,menantu, teman , keluarga ,ibu,atau bapak semuanya jika bersalah harus menjalani hukuman yang berlaku..baik tidak sengaja melakukannya maupun di sengaja tetap harus dihukum..kalian mengerti,,"!!!?tegas pak Alex
" kami mengerti pak"!!jawab serentak para karyawan
" bagus...kalau begitu kalian silahkan kembali keruangan masing-masing " ucap pak Alex membubarkan karyawan nya dan mereka kembali bekerja seperti biasa meskipun rasa gugup masih menyelimuti mereka
" aku harap kamu mengaku sebelum terlambat " lirih pak Alex dalam hati saat dia melihat seseorang..
sementara disebuah ruangan seseorang kelihatan sangat gelisah dan ketakutan dia adalah pak Herry sambil memegang kepalanya dan berjalan bolak balik
" ya allah ...apa yang harus hamba lakukan.. haruskah saya mengaku kalau... saya pelakunya namun jika hal itu saya lakukan semua orang akan tahu dan saya pasti dipecat tapi kalau tidak mengaku sampai waktu yang ditentukan mungkin saya benar-benar akan masuk penjara lalu bagaimana nasib Risa dan Yulia kalau saya dipenjara .." resah pak Herry
" tapi tunggu... kenapa Alex berkata seperti itu ya..apa dia memang sudah tahu kalau saya pelakunya " gumam pak Herry teringat kalimat pak Alex yang menyebutkan kriteria pelaku.
dirumah pak Herry
__ADS_1
pagi hari ini keluarga Herry sedang berkumpul bersama entah kenapa Risa merasa sedih melihat keluarga nya bersama dan berkumpul tapi bagi nya seperti kebersamaan yang akan segera berakhir.
buk Yulia menyadari putri nya sedang merasa sedih
" hei..sayang kamu kenapa... masakan mama nggak enak ya.." ucap buk Yulia membuyarkan lamunan Risa
" hah..nggak kok ma..masakan mama adalah masakan paling enak sedunia yang pernah aku makan karena dimasak dengan kasih sayang dan cinta mama untuk kami " mulut manis Risa memeriahkan suasana di meja makan sementara pak Herry hanya bisa tersenyum melihat istri dan anak nya bercanda ria dan perasaan cemas kembali menghampiri nya
" kamu memang paling pintar ya bermulut manis... ini masakan pertama mama semenjak keluar dari rumah sakit tahu.. rasanya juga biasa saja nggak seperti yang kamu bilang sayang " ucap buk Yulia dengan mencubit kedua pipi putri semata wayangnya itu
"aduduh..duh sakit ma" meronta risa yang pura pura kesakitan sambil mengelus pipi nya
" yang dikatakan Risa benar ma..masakan kamu memang paling enak kok karena pakai cinta dari kamu untuk keluarga jadi semua terasa istimewa meskipun penampilannya biasa tapi rasanya sungguh luar biasa..."!!ucap pak Herry membenarkan ungkapan putrinya
" huh..kalian berdua sama-sama bermulut manis..tapi ..makasih ya atas pujian kalian buat mama..mama akan berusaha lebih giat lagi untuk mengurus kalian berdua " ungkapan hati buk Yulia yang merasa bahagia
" kalau Risa bisa ngurus diri sendiri Risa bukan anak kecil lagi kok" canda Risa
" tentu dong pah..Risa su...apaaaa" teriak Risa yang kaget mendengar ucapan papanya
" apa yang papa bilang barusan...me...menikah " terbata bata ucapan Risa
" iya...menikah bukannya kamu bilang kalau kamu sudah dewasa dan tidak perlu diurus lagi " sambung buk Yulia
" tapi ma..." bantah Risa dengan lembut
" tidak ada komentar...besok papa akan Carikan calon suami buat kamu .. agar dia bisa menjaga kamu kelak" tegas pak Herry dengan wajah serius
" seperti nya papa tidak bercanda dech apa mungkin..." gumamnya dalam hati
__ADS_1
" heheee...Risa masih kecil belum bisa ngurus diri apalagi ngurusin suami hehehe..." cengengesan Risa yang memperlihatkan deretan gigi putihnya sebagai seorang mahasiswi kedokteran Risa selalu menjaga kesehatan
tidak terasa waktu berlalu mereka segera menyelesaikan aktivitas dimeja makan dan bersiap untuk pergi dinas sebelum berangkat Risa memeluk kedua orang tuanya dengan sangat lama dan erat seperti pelukan perpisahan
" ma..pa..Risa harap keluarga kita bisa seperti ini terus bersama selamanya sampai maut memisahkan " ucap Risa setelah melepaskan pelukannya tak terasa air mata nya jatuh berderai
" sayang ... kenapa kamu bicara seperti itu dan kenapa kamu sedih ada apa hmm" kaget buk Yulia melihat putrinya meneteskan air mata
" nggak apa-apa ma..." jawab Risa dengan senyum
" ada apa denganku ...kenapa perasaan ini tidak tenang .. rasanya aku tidak ingin jauh dari mereka dan ingin memeluk mereka lagi.. " gundah hati Risa
" sudah waktunya pergi lho ..nanti kamu terlambat datang kekampus " kata buk Yulia yang merasa heran dengan sikap anaknya
" iya...ma..pa Risa pamit dulu
assalamualaikum..." ucap Risa setelah kembali memeluk dan mencium pipi serta punggung tangan kedua orang tuanya lalu dia pergi, orang tua Risa heran dengan sikap anaknya hari ini
" pa..papa ngerasa aneh nggak dengan sikap Risa hari ini.. dia tidak seperti biasanya " selidik buk Yulia sambil mengerutkan keningnya
" tidak ada yang aneh ..mungkin perasaan mama saja kali " ucap pak Herry yang tidak ambil pusing dengan perubahan sikap anaknya
" papa..juga harus berangkat ke kantor sekarang " ucapan pak Herry sedikit gugup hal itu disadari oleh buk Yulia
" papa berangkat ya ma.." pak Herry langsung pergi setelah istrinya menyadari kalau dirinya gugup Tampa menunggu respon dari buk Yulia
" apa yang terjadi hari ini...kenapa sikap mereka berdua berbeda dari biasanya ini pasti ada yang salah " selidik buk Yulia yang masih merasa heran dan penuh tanda tanya dengan perubahan sikap suami dan anaknya
membelalakkan matanya lalu teriak
__ADS_1
" ya ampun apa jangan-jangan ...karena masakan ku tadi jadi mereka berubah ...
ini baru pertama kalinya aku masak setelah sekian lama sejak Risa SMP pasti mereka keracunan ...apa yang harus aku lakukan...apa yang harus aku lakukan" resah buk Yulia yang mengira perubahan sikap keluarga nya disebabkan oleh masakan dia sendiri...