Jodoh Dalam Ingatan

Jodoh Dalam Ingatan
bab 8 pria asing


__ADS_3

hari ini adalah hari pertama aku kerja bantuin ridho adikku, Tante meli dan kedua temanku juga berangkat, sebelum ke toko Tante meli mengantar tari ketempat ridho karna kebetulan toko mereka searah.


"ridho , Tante sudah menjelaskan semua pada kakak kamu tentang apa saja yang harus dia lakukan untuk membantu kamu .! ucap Tante meli sambil melirik kearah mentari.


"terima kasih Tante,nanti kalau kakak nggak ngerti aku akan jelasin lagi kok Tante ? jawab ridho yang ingin meremehkan kakak nya.


"enak aja kamu bilang kakak ngerti, Kakak pasti ngerti lah walau hnaya satu kali penjelasan apalagi ini masalah uang ,jadi apa susah nya sih jadi kasir"balas mentari dengan percaya diri


"kakak kamu tuh anak pintar,apalagi masalah duit dia paling pintar ,"ledek Dina pada mentari dengan senyum kecilnya .


"kok tau sih ," ucap mentari


"sudah..... mentari seperti yang Tante bilang sebelum nya kerja kamu bukan hanya sebagai kasir tapi bantuin adik kamu dan jangan bikin dia repot sementara Dina dan vevi kerja ditempat Tante okey... "!! jelas Tante meli dengan serius karna dia tau kalau keponakan nya itu selalu berantam apalagi ridho sudah mancing mentari dari tadi .


"iya Tante ku sayang , makasih ya atas penjelasan nya tadi," kata tari sambil tersenyum lebar


Tante meli dan kedua sahabatnya pergi dari sana meninggalkan kedua kakak beradik itu setelah itu ridho masuk ketoko di susul mentari .


"kak apa perlu aku jelasin lagi tentang kerja kakak" ucap ridho


"huh..... nggak perlu" ucap mentari dengan menghela nafasnya


" ngomong ngomong kamu disini sendirian, mana teman kamu waktu itu yang sempat vc sama ibu,"kata mentari yang penasaran sambil berjalan mengelilingi toko.


" oh itu , nama nya Roni dia juga berdagang namun jualannya berbeda dengan aku mbak, dan jarak toko kami nggak terlalu jauh makanya dia sering kesini " jelas ridho pada kakaknya


" oh....gitu" jawab singkat mentari


" kenapa kakak nanyain dia " tanya ridho dengan heran

__ADS_1


" nggak ... cuma nanya aja kakak pikir kamu ada teman nya disini ," jawab tari biasa aja.


karna mentari tidak melihat nya .


disaat mereka asyik ngobrol ada pembeli yang datang dia seorang pria kelihatan nya masih muda tampan dan keren sebenarnya laki laki itu sudah memperhatikan mentari sejak dari tadi bahkan ketika dia datang bersama Tante dan kedua sahabatnya, laki laki itu bersama gerombolan nya berbincang


"hehey... lho liat tu bro kumpulan cewek cantik "ucap salah satu temannya


" ya gue liat , tapi gue paling tertarik sama cewek yang manis satu itu, dan gue ingin memiliki nya" ucap beni pimpinan gerombolan yang menunjuk kearah mentari .


" lho benar benar mata keranjang bro, nggak bisa tahan lihat cewek cantik" balas salah satu teman nya yang tau benar sifat playboy bos nya itu.


"lho liat gue, pasti bisa dapatin dia cewek mana sih yang nggak mau sama gue, orang paling ganteng di kompleks sini ." ucap beni dengan angkuhnya.


beni mendekati mentari sambil melihat ke rak sepatu seperti orang yang ingin membeli tapi itu hanyalah trik untuk mendapatkan gadis itu.


" hey... nona manis boleh kenalan nggak , kayak nya aku baru kamu disini ? tanya beni dengan santai sambil mengulurkan tangannya membuat mentari mengerutkan keningnya dan bertanya dalam hati


kenapa orang ini ingin tahu namanya .


" nama ku mentari , aku kakaknya ridho pemilik toko ini ," jawab mentari dengan sedikit senyum dan membalas jabatan tangan beni tapi langsung ditarik .


"nama yang cantik secantik orang nya , aku belum pernah melihat gadis secantik kamu "kata beni dengan rayuan gombal nya dan itu membuat mentari berdengus kesal .


"maaf ya mas, kamu kesini mau beli apa "tanya mentari dengan sedikit kesal .


"nama ku beni , aku kesini mau beli sepatu sekalian minta nomor hp kamu cantik..., ! kata beni dengan santai nya meminta nomor hp tari karna dia yakin mentari tidak akan menolak.


serentak mentari dan ridho kaget ketika mendengar beni pria yang tidak mereka kenal meminta nomor telepon tari .walau ridho sudah lama tinggal disana tapi dia tidak pernah mendengar atau melihat beni dan tentu saja tari menolak memberikan nomor telepon .

__ADS_1


" maaf mas beni, saya nggak bisa " tolak mentari secara halus.


" aku cuma minta nomor telepon kamu, nggak minta yang macam-macam karna aku ingin kenal dengan mu," ucap beni dengan wajah agak merah


" aku tidak mau memberikan nomor hp ku ke orang yang sama sekali tidak aku kenal apalagi kita baru ketemu.? ucap tari yang tak percaya dengan sikap orang ini


karna dia tau pria seperti ini hanya nmenebar virus cinta pada setiap wanita yang ditemui nya dan akan menebar pesona nya sebagai..... playboy


" kita kan sudah kenalan tadi , kalau kamu memberikan nomor mu padaku aku akan menjadi pelanggan tetap ditoko ini ," ucap beni .


" tapi sekali lagi aku bilang aku nggak bisa " jawab mentari dengan nada kesal


" huh.... baik lah kalau begitu kamu harus mau jadi pacar ku Karna tidak ada seorang pun yang bisa menolak apalagi kamu " ucap beni dengan tatapan tajam sambil menarik tangan mentari dan itu membuat mentari terpojok dan ingin melepaskan cengkraman tangannya.


ridho yang dari tadi diam aja melihat tingkah beni udah nggak tahan lagi melihat laki laki itu terus membojoki kakaknya yang hampir ketakutan dia mendekat kearah beni .


" apa yang kamu lakukan terhadap kakak saya " tanya ridho dengan tatapan sinis mentari bersembunyi dibalik tubuh adiknya .


" aku tidak melakukan apa-apa , aku hanya minta nomor handphone nya masa nggak boleh sih," jawab beni sambil mengangkat kedua bahunya.


"untuk apa kamu minta nomor hp kakak ku" tanya Ridho makin curiga.


" supaya aku bisa memesan barang disini" jawab beni dengan bohong.


" kalau untuk memesan barang kenapa nggak catat nomor yang tertera di depan toko ini " ucap ridho dengan tatapan yang masih tajam.


" dan kalau nggak bisa kenapa nggak minta nomor ku saja , kenapa harus nomor kakak ku?


" karna kakak kamu cantik ,jadi aku ingin dia yang melayani disaat aku datang kesini untuk memilih barang yang aku beli " jawab beni

__ADS_1


__ADS_2