
dengan tangan gemetar Risa mencoba untuk mengambil berkas itu kemudian menguatkan hatinya untuk melihat sekali lagi isi yang tertera pada kertas itu...
" tidak...tidak mungkin...hiks..hiks..aku nggak percaya ini..ini pasti laporan palsu ...mama nggak mungkin... hiks" Risa mencoba untuk membohongi dirinya kalau ini tidak benar
" aku harus tanya sama papa dan mama tentang ini... iya...aku yakin ini pasti salah .." tegas Risa dia menghapus air matanya kemudian pergi menemui orang tua nya sambil membawa berkas itu
pak Herry dan istrinya ternyata pergi keluar dan mereka kembali kerumah namun langkah mereka dihentikan oleh Risa sambil memperlihatkan berkas yang ada ditangan nya kepada orang tua nya itu ... pak Herry dan buk Yulia saling melihat dan mereka tau apa maksud dari putri mereka ini ..
" apa ini pa..ma.. tolong jelaskan sama Risa dan bilang kalau ini semua bohong kan ma..pah..??? tanya Risa memandangi mama dan papanya secara bergantian tapi pak Herry dan istrinya hanya diam membisu
" jawab Risa ma..pah kenapa kalian diam saja..atau jangan-jangan ini semua benar"???sambung Risa bibirnya bergetar menahan air mata
" sayang apa maksud kamu...kami nggak ngerti..dan kenapa kamu menangis ada apa sayang...?? tanya balik buk Yulia yang pura pura tidak tau
" mama...mama...mama sakit kanker kan stadium akhir..Risa udah tau semuanya kenapa kalian menyembunyikan hal ini dari risa" akhirnya Risa mengetahui nya dengan linangan air mata
" sayang kami nggak bermaksud untuk menyembunyikan ini semua dari kamu...kami hanya nggak mau kamu khawatir dan cemas tentang penyakit mama sayang..." ucap buk Yulia memeluk anaknya tapi Risa makin sedih mendengar ucapan mamanya
" Risa ini anak mama dan papa jadi apapun masalah nya kita harus berbagi dan saling terbuka walaupun pada akhirnya Risa tidak bisa bantu tapi itu bisa mengurangi sedikit beban pikiran...hiks..hiks" lirih Risa cegukan
" sayang kamu nggak usah sedih lagi... sekarang mama udah sehat kok..udah nggak sakit lagi .." jelas buk Yulia yang kembali memeluk anaknya
" iya sayang..sekarang mama udah sehat dan sel kanker yang ada ditubuh mama sudah diangkat melalui operasi..." giliran pak Herry menjawab untuk menyakinkan anaknya
" kapan mama operasi...kenapa Risa juga nggak tahu mama masuk rumah sakit ""?? tanya Risa mengernyitkan dahinya sementara pak Herry dan istrinya
hanya tersenyum melihat kebingungan anaknya..
" oooh..atau jangan-jangan waktu mama dan papa pergi keluar negeri dengan alasan liburan sebenarnya pergi beeobatkan...hmm??tebak Risa memicingkan matanya dengan tatapan curiga pada orang tua nya
" hehehe..iya sayang..maafin kami ya.." jawab singkat buk Yulia sambil tersenyum
" papa juga minta maaf ya sayang..udah bohongin kamu waktu itu.."ucap pak Herry
" waktu itu papa terpaksa bohong sama kamu karena saat itu mama sedang melakukan operasi..papa bingung harus bagaimana menjelaskan nya sama kamu ..maafin papa ya nak.." sambung pak Herry kembali
Risa ingin sekali membantah itu dan ingin meminta penjelasan tentang ini tapi diurungkan oleh nya
" aku tidak boleh mendesak mereka lagi yang penting sekarang mama sudah sembuh.. andai saja aku tahu mama sakit aku pasti akan lebih banyak waktu sama mama dan tidak akan membiarkan mereka menanggung beban sendirian..aku benar-benar tidak berguna jadi anak...kenapa aku sampai tidak tau ibuku sakit .."gumam Risa dalam hati dengan sedih,sakit, kecewa, marah menjadi satu
__ADS_1
" iya..yang penting sekarang mama sudah sembuh dan kita tidak perlu membahas itu lagi.....tapi lain kali kalau ada masalah atau semacamnya jangan disimpan sendiri kita harus saling berbagi dan mencari jalan keluar bersama .. itulah gunanya keluarga..pa..ma " ?? walau hati terluka tapi Risa tetap tersenyum memberi semangat kepada orangtuanya dan juga dirinya
" hmmm..kami janji nggak akan ada rahasia diantara kita lagi..iya kan pa" ucap buk Yulia kemudian memandang suaminya untuk membenarkan ucapannya
" haa...i..ii..iya " jawab pak Herry gugup namun masih disertai tawa
" maaf..aku nggak bisa janji sama kalian "batin nya
waktu berlalu dengan cepat sudah saatnya pak Herry mengembalikan pinjaman dari bank
" pinjaman sudah jatuh tempo saya harus mengembalikan uang itu tapi bagaimana caranya" ucap pak Herry sendiri sambil memijit dahinya karena pusing memikirkan hal ini
ting..Ting..( bunyi bel pintu) buk Yulia mendengar seseorang memencet bel lalu dia berjalan kearah pintu
" cari siapa...pak" tanya buk Yulia setelah membuka pintu kepada dua orang yang berpakaian seperti pegawai karena mereka menggunakan kartu identitas
" kami dari pihak bank ingin bertemu dengan pak Herry...apa beliau ada buk " jawab salah satu dari mereka membuat buk Yulia bingung karena setahu dia mereka tidak pernah berurusan dengan pihak bank manapun
" tunggu sebentar ya..saya panggil dulu suami saya" pamit buk Yulia untuk memanggil suaminya
" pah..ada pihak bank tu.. katanya mereka ingin bertemu sama kamu..emang nya ada apa sih pah.." tanya buk Yulia pada suaminya tapi pak Herry sudah tahu maksud kedatangan mereka
" tidak tahu ma..papa temui mereka dulu .." ucap pak Herry dan dibalas anggukan kepala oleh buk Yulia setelah itu pergi menemui kedua orang itu
" beri saya sedikit waktu...dan saya akan melunasinya secepat mungkin tapi jangan sampai keluarga saya tahu tentang hal ini .." melas pak Herry memohon pada mereka keduanya saling memandang untuk mempertimbangkan permintaan pak Herry
" baiklah..kami kasih waktu satu Minggu ..kalau bapak tidak bisa membayar pada waktu yang ditentukan kami terpaksa menyita seluruh aset bapak karena kami hanya menjalankan tugas.." ucap pegawai itu dengan tegas memperingati pak Herry
" iya...saya janji " ucap pak Herry singkat setelah itu mereka pun pamit undur diri
" aku tidak boleh membiarkan mereka mengambil rumah ini ...aku tidak mau keluarga ku kehilangan tempat tinggal kalau nanti terjadi sesuatu pada ku ..." gundah pak Herry lalu kembali kedalam rumah
" kemana dua orang tadi...apa mereka sudah pergi ..kenapa mereka mencari papa" tanya buk Yulia seketika melihat suaminya
" ooh.. dua orang tadi sudah pergi mereka salah alamat..yang mereka cari pak Herry sudirdja bukan papa..kan mama sendiri tahu kalau kita tidak pernah beurusan dengan pihak bank tentang peminjaman ataupun yang lainnya .." kata pak Herry mengelak dan istrinya percaya itu
ternyata pak Herry memang mengembalikan uang itu kepada bank tepat waktu..
" syukurlah masalah dengan bank sudah selesai " ucap pak Herry setelah keluar dari bank
__ADS_1
" sekarang aku harus memikirkan cara untuk mengembalikan uang perusahaan.. sebelum pak Alex mengetahui hal ini .." sambung nya
didalam ruang kantor pak Alex Ferguson telah mengetahui ada yang ganjil tentang laporan keuangan yang diserahkan oleh pak Herry kali ini..
" Indro ..saya minta laporan hasil penjualan tahap ini..tolong kamu antar keruangan saya " perintah pak Alex pada karyawan nya melalui telepon..
" ini pak... hasil laporannya .." kata Indro menyerahkan berkas itu
" kamu boleh keluar.." ucap pak Alex menyuruh Indro keluar karena dia tidak mau ada orang lain yang mengetahui kalau ada yang korupsi di kantor
beberapa saat pak Alex membandingkan laporan keuangan masuk dan keluar dan ternyata memang benar ada yang curang di perusahaan..
" siapa yang berani melakukan ini...apa dia tidak takut masuk penjara .." ancam pak Alex dengan mengertakkan gigi nya mata nya merah menahan amarah
kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu
" masuk..." ucap pak Alex menyuruh orang itu masuk dan dia adalah pak Herry yang tadi ditelpon oleh pak Alex.. untuk menjelaskan tentang kondisi keuangan
" silahkan duduk.." ucap pak Alex mempersilahkan pak Herry duduk
" ada apa bapak memanggil saya .." kata pak Herry dengan sopan
" kalau hanya ada kita ..kamu tidak perlu seformal itu " kata pak Alex
" maaf ..saya tidak bisa seperti itu.. anda adalah atasan saya walaupun kita berteman saya harus tetap hormat pada anda.." ucap pak Herry dengan sungkan
" terserah kamu.." pasrah pak Alex dengan sikap teman nya itu
" oh..ya saya hampir lupa..alasan saya memanggil kamu kesini untuk menanyakan hal ini " kata pak Alex memperlihatkan berkas yang ada diatas meja kerjanya pada pak Herry
hal itu membuat pak Herry terkejut
" apa dia sudah tahu tentang uang itu ....gawat " batin pak Herry dengan cemas dan takut ketahuan
" kenapa laporan keuangan yang kamu tulis tidak sesuai dengan hasil penjualan kita padahal disini tidak ada pengembalian barang..penundaan pembayaran.. dan kita tidak memiliki hutang di luar..." jelas pak Alex
" atau jangan-jangan ada yang korupsi dikantor Tampa sepengetahuan kita" ucapan pak Alex mampu membuat pak Herry panik hal itu diketahui oleh pak Alex
" kamu kenapa... Herry.. ??tanya pak Alex yang melihat tingkah laku pak Herry seperti orang ketakutan
__ADS_1
" tidak ada apa apa pak... " jawab pak Herry santai mencoba untuk tenang
" hmmm.. sekarang kita harus selidiki kasus ini..uang sebesar itu perusahaan tidak mampu menutupi nya... satu satunya cara kita harus menemukan pelakunya dan meminta dia mengembalikan uang itu...kalau tidak dia akan tahu akibatnya.. .." ancam pak Alex dengan tatapan sinis dan marah terlihat dari sikap nya yang mengepalkan tangan dengan kuat sehingga urat tangan nya terpapar dengan jelas