
...****************...
...----------------...
....
"Nyari apa?"
Suara berat itu membuat Ceila tersentak, ia menoleh "Emmm... Nyari blender, mau bikin jus, haus" ucapnya canggung
Etgar membuka lemari bagian bawah lalu mengambil blender "Nih"
"Makasih"
"Sama-sama" balas Etgar tersenyum
"Lo mau jus?" tawar Ceila sambil memasukkan mangga yang sudah di kupasnya ke dalam blender
"Boleh" jawab Etgar di angguki Ceila
"Alva mana?"
"Masih di kamar" giliran Etgar yang mengangguk
Ceila celingak celinguk sedang mencari
sesuatu
"Cari apa lagi?" tanya Etgar
"Milk"
Etgar membuka kulkas "Yang cair atau kental?"
"Yang kental"
"Sekarang gue abang lo juga, jadi nggak usah canggung gitu" ucap Etgar menyodorkan kaleng susu, Ceila mengangguk.
"Ada teh?" tanya Michelle
Etgar kembali membuka lemari kaca bagian atas lalu mengambil toples berisi teh celup dan memberikan pada adik iparnya.
Ceila mengambil gelas dan mengisinya dengan air hangat, kemudian ia merobek bungkus teh lalu memasukkan serbuk teh ke dalam gelas.
"Kok di sobek? Kan bisa langsung di celup" ucap Etgar
"Ini tuh, bahaya" balas Michelle
Etgar mengangguk, ia memperhatikan adik iparnya yang mencampurkan susu kental dengan teh hangat, lalu memasukkan ke dalam blender dengan cara menyaringnya.
Ceila menekan salah satu tombol pada blender, ia mengambil 2 gelas dan mengisinya dengan beberapa es batu.
__ADS_1
Setelah mematikan blender Ceila menuangkannya ke dalam gelas yang berisi es batu tadi.
"For you" ucap Ceila menyodorkan satu gelas berisi jus mangga pada kakak iparnya
Etgar menerima gelas tersebut "Thank you"
"Your welcome"
"Buat gue mana?"
Keduanya menoleh
"Lo nggak minta di bikinin" ucap Ceila santai
"Tapi gue mau" balas Alva
"Ini aja bagi dua, gue males bikin lagi"
Alva langsung merampas jus di tangan Ceila saat hendak menuangkan ke gelas lain, dan langsung meminumnya.
"Satu gelas berdua" ujar Alva selesai meminum dan mengembalikannya pada Ceila
ceila kembali mengambil gelas jus dari Alva dan meminumnya, ia mengerutkan keningnya saat Alva mendekat.
"Sekarang ciumannya lewat gelas, besok - besok gue cium langsung" ucap Alva di sertai senyuman mesum
Ceila membulatkan matanya kemudian pergi dengan wajah memerah
"Lo belom cium dia?" tanya Etgar, sang adik menggeleng "Kenapa?"
"Gue sama dia nikah itu karna di jodohin, lo ngertikan maksud gue"
"Lo nggak pengen gitu?"
"Gue normal ya"
"Trus? Kenapa nggak coba?"
Alva kembali menggeleng "Gue mau dia sendiri yang ngasih" Etgar mengangguk
....
Selesai makan malam dan berbincang - bincang hangat di ruang keluarga, mereka masuk ke kamar masing-masing.
"Lo nggak mau jelasin sesuatu gitu?" tanya Alva yang duduk di pinggir kasur dengan bersender pada kepala ranjang
Ceila yang tadinya mengibas - ngibas selimut memperlambat gerakannya, mendengar pertanyaan yang amat sangat ia hindari.
"Jelasin apa?" tanya Ceila pura-pura tidak tau "Gue nggak balapan, nggak tawuran, ngg-"
"Ucapan Riyan" potong Alva
__ADS_1
"Hah!?" Ceila menggaruk pelipisnya "Em.... Yaa lo tau sendirikan gue itu orangnya kek apa, gue sering balapan, tawuran, ja - jadi maksud dia bahaya itu.... Yaaa gitu.... Ngerti sendiri lah" ucapnya terbata - bata "Udah ya, gue ngantuk mau tidur, lo juga ngantukkan? Nah ayok tidur" ajaknya kemudian merebahkan dirinya membelakangi Alva
Alva menghela nafas, mungkin sang istri butuh waktu untuk menjelaskan segalanya. Alva ikut merebahkan dirinya, dan tanpa ragu-ragu ia memeluk Ceila dari belakang, membuat si empu tersentak namun tidak memberi penolakan, terlalu hangat.....
Alva dan Ceila keluar dari kamar dan menuruni anak tangga berjalan menuju meja makan. Di sana semua anggota keluarga sudah berkumpul, bahkan braham dan Mona pun juga ada.
"Papiii!!!" seru Ceila langsung berhambur ke pelukan braham
"Hay sayang, kamu apa kabar?" tanya Braham membalas pelukan sang putri
"Baik, Cei kangen banget sama Papi" ucap
Ceila dengan manja
"Papi juga kangen sama putri kesayangan Papi ini" balas Braham
"Nggak adil banget, kemarin ketemu sama Mami nggak kayak gitu " sindir Mona dengan wajah cemberut.
"Dih si Mami, kayak anak abg aja, cemburu gitu" ucap Ceila melepas pelukannya dengan sang Papi
"Mami kan juga mau di peluk sama putri kesayangan Mami"
Ceila tersenyum lebar dan langsung memeluk wanita yang berstatus Maminya dengan manja.
"Udah dong pelukannya, yang jomblo jadi pengen nih" celetuk Etgar, semua tertawa
"Ayo - ayo, kita sarapan" ucap Arta
Semua duduk di samping pasangan masing -masing kecuali Etgar (wkwkwkwk)
"Cei!!" panggil Mona, Ceila mendongak "Ambilin sarapan untuk suami kamu"
"Alva kan bisa ambil sendiri Mi" balas Ceila
"Tapi itu tugas seorang istri, ayok" tegas Mona
Ceila mengehela nafas lalu menoleh pada Alva "Mau sarapan apa?" tanyanya lembut
Alva tertegun mendengar suara lembut Ceila "Emm.... Na - nasi goreng sama sosis"
Ceila mengangguk kemudian mengambil mangkok yang berisi nasi goreng lalu menuangkannya ke dalam piring Alva serta menaruh 2 potong sosis.
"makasih" ucap Alva di angguki Ceila
Kedua orang tua tersenyum dan mereka mulai sarapan dengan tenang.
....
...----------------...
...****************...
__ADS_1