
...----------------...
...****************...
Alva dan Ceila ke luar dari rumah tersebut dan kembali masuk ke dalam mobil
"Jadi urusan setiap pagi lo itu, ini?" tanya
Alva
"Iyah"
"Lo dapet makanan itu, dari mana?"
"Dari cafe"
"Maksudnya?"
"Ntar pulang sekolah lo ikut gue, biar gue jelasin semuanya"
"Kemana?"
Ceila menghela nafas "Udah deh ikut aja, jangan banyak nanya, gue nggak fokus nyetir nih"
....
Mereka berjalan beriringan di koridor sekolah, seperti biasa banyak pasang mata yang menatap mereka dengan tatapan yang berbeda-beda, tapi yang di tatap bermasa bodo.
"Belajar yang bener" ucap Alva saat sampai di depan kelas Ceila
"Iya bawel"
"Tugas lo udah di kerjain?"
"Udah"
"Mana sini gue liat" Alva menodongkan
tangannya
"Ada di tas"
"Ya mana? Sini gue liat"
Ceila menghela nafas lalu membuka tasnya dan mengeluarkan buku kemudian memberikan pada Alva
"Bagus" Alva mengembalikan buku itu lalu mengacak pelan rambut sang istri "Gue ke kelas dulu"
"Hm"
"Bye"
"Bye"
...----------------...
Braaak.....
Michelle mendongak melihat orang yang baru saja menggebrak mejanya.
Naya, Cindy, dan Ica. Kakak senior, di takutin adik kelas karna sering ngebully tapi tidak dengan Ceila dan sahabatnya. Penampilannya menor, heboh, songong dan sombong, baju yang super ketat menampakkan lekuk tubuhnya. Naya sang ketua geng menyukai Alva.
__ADS_1
"Ada hubungan apa lo sama Alva?" tanya Naya dengan wajah songongnya
"Bukan urusan lo" jawab Ceila datar
"Belagu banget nih bocah" ujar Ica
Naya mendekatkan wajahnya menatap lekat muka Ceila yang di balas dengan tatapan datar "Gue mau lo jahuin Alva"
"Kalo gue nggak mau? Emang lo siapa nyuruh gue jahuin Alva?"
Naya kembali ke posisi awal "Gue pacarnya Alva" akunya dengan suara yang sedikit di tinggikan
"Hmmmmmprrt" Ceila dan sahabatnya menahan tawa, ia berdiri dari duduknya menatap Naya "Kalo dia pacar lo, kenapa dia jalan sama gue? Kalo mimpi jangan kejauhan kak, ntar nyasar"
"Kurang ajar, berani lo sama gue?" ucap Naya tersulut emosi
"Gue nggak takut sama lo" tantang Ceila kemudian keluar dari kelas di ikuti sahabatnya
"Gila tuh cewek" ucap Cindy
"Dia nggak tau berhadapan dengan siapa?" timpal Ica
"Liat aja ntar, gue akan bikin dia bertekuk lutut sama gue" ucap Naya tersenyum sinis...
......................
Alva dan ketiga sahabatnya ikut bergabung di meja sang istri
"Geser dong" suruh Alva
Meski bergerutu Ceila tetap bergeser. Alva meraih tangan Ceila yang memegang garpu berisi pentol bakso ke dalam mulutnya.
"Bacot" balas Alva
"Gimana?" tanya Fanya pada Caca yang baru saja duduk
"Lancar" jawab Caca
Dengan kompak mereka mengangkat tangan ke atas meja dan menghitung dengan jari
Satu...
Dua...
Tiga...
"Aaaaa" teriakan beberapa gadis menggema di kantin
Seisi kantin melihat ke sumber suara kemudian tertawa terbahak - bahak melihat tingkah konyol Naya dan dayangnya. Karna malu mereka pergi meninggalkan kantin.
Di meja Ceila mereka bertosria sambil tertawa.
"Gila kocak banget" seru Randy
"Iseng banget sih" ucap Alva
"Biarin, siapa suruh ngelawan Ceila Anastasya" ucap Ceila
"Hebat lo Ca, tepat sasaran" puji Elang
"Siapa dulu?" tanya Caca
__ADS_1
"Caca Fradillah" seru mereka bersamaan.
....
Sepulang sekolah Ceila mengajak sahabat, suami, dan sahabat suaminya itu ke cafe miliknya. Sesampai di cafe Ceila menyuruh mereka duduk di meja makan yang ada di dekat jendela dengan pemandangan kota metropolitan.
Beberapa pelayan masuk ke ruangan itu sambil membawa makanan. Selesai makan Ceila mengajak Leo dan Elang ke meja kerjanya, sedangkan yang lainnya masih duduk di tempat makan.
"Ada masalah apa Cei?" tanya Elang
"Keuangan menurun 35%" jawab Ceila "Hah!! Kok bisa!?" tanya Leo heran
"Gue juga nggak tau, makanya gue minta bantuan kalian" ucap Ceila
Tok.... Tok.... Tok....
"Masuk!!"
Mang Diman masuk ke ruangan Ceila sambil membawa beberapa map dan memberikannya pada Ceila "Ini data - datanya non"
"Makasih mang, silahkan kembali bekerja, nanti kalo ada perlu Icel panggil lagi" ucap Ceila
Mang Diman mengangguk dan keluar dari ruangannya
Ceila memberikan map itu kepada Leo untuk di periksa. Karna memang Leo cerdas dalam bidang teknologi, tentu dengan mudah mencari tau semuanya, hal yang paling kecil dan yang di tutup rapat sekalipun.
"Nih, ini dia orangnya" ucap Leo, Ceila dan Elang menoleh pada laptop di hadapannya
"Wiranto Admaja?" tanya Ceila
"Iya, dia juga pernah menggelapkan uang di berbagai perusahan yang menjalin kerja sama dengannya, dalam negeri maupun luar negeri, tapi polisi nggak tau karna dia licik dan menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapat, bahkan intel handal sekalipun" jelas Leo
"Gila hebat juga nih orang, emang dia siapa sih?" tanya Elang sambil memakan cemilan
"Wiranto Admaja, adalah pengusaha besar dalam bidang apapun, salah satunya di bidang properti, pertambangan dan perindustrian, dan sekarang dia mencoba dalam bidang kuliner, dia akan ngelakuin segala cara untuk mendapatkan keuntungan, termasuk penggelapan uang dari perusahaan lain" jelas Leo lagi
"Caranya juga licik, setiap menjalin kerja sama dia menggunakan identitas palsu dan bahkan menggunakan topeng wajah orang lain. Jadi kalo rencananya gagal, dia nggak akan ke tangkap" tambahnya
Leo mengklik satu folder dan munculah 2 foto pria yang berbeda "Nah, ini wajahnya yang sekarang dan ini wajah aslinya" ucap Leo sambil menunjuk layar laptop
"Jadi identitas yang di gunain sekarang ini palsu?" tanya Ceila di angguki Leo
"That's right" jawab Elang
"Wah gawat nih"
"Tenang Cel, lo hadapin masalah ini dengan kepala dingin, setiap bisnis pasti ada cobaannya, dan ini cobaan untuk cafe lo, kita akan bantuin lo" ucap Elang
"Gimana caranya? Kalo gue diem aja, cafe gue bisa bangkrut dan gue nggak mau itu, gila aja, tapi kalo gue laporin ke polisi, percuma" ucap Ceila
"Lo tenang aja, masalah ini serahin ke kita bedua, lo tinggal duduk manis aja, dan tunggu kabar dari kita" ucap Elang
"Yakin lo bedua?" tanya Ceila
"Tenang kita udah khatam dalam hal ini" ucap Leo di angguki Ceila.
....
...****************...
...----------------...
__ADS_1