Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis

Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis
bagian-25 Cemburu


__ADS_3

Ntah sudah berapa kali Ceila menguap mendengar sang Ketos berceloteh, ntah apa yang di sampaikan. Ya cara agar ikut pergi bersama anggota Osis dengan masuk ke dalam tim pendamping, dan alasan itulah Ceila berada di antara manusia - manusia yang tengah berdiskusi.


Sesekali ia menggaruk kulit kepalanya yang tiba-tiba gatal, ini sih lebih pusing dari pelajaran Geografi, fikirnya.


"Bosen ya?"


Ceila langsung menoleh begitu mendengar bisikan di sebelahnya, tapi bukannya menjawab ia malah berbalik tanya "Ngapain lo di sini?"


"Gue masuk tim pendamping" jawab Aldy "Lo sendiri?"


"Sama gue juga masuk tim pendamping"


"Cieeee samaan, jangan - jangan jodoh"


"Apa hubungannya?"


"Ya ada, nih ya-"


Braak......


Sontak semua menatap Alva termasuk Ceila dan Aldy


"Tolong hargai saya selaku Ketua Osis di sini, perhatikan dan simak baik-baik, jika ingin mengobrol silahkan keluar"


Ceila menelan ludah melihat tatapan tajam Alva yang tertuju padanya, ia berdehem dan mengalihkan pandangannya kesegala arah asal tidak bertemu dengan mata elang suaminya itu.


Setelah satu jam akhirnya Ceila bernafas lega karna rapat yang di ikutinya telah selesai. la memijit pangkal hidungnya yang sedikit berdenyut, kalau bukan karna khawatir pada Alva, ia tidak akan mengikuti rapat ini.


Baru satu jam saja kepalanya sudah pusing apalagi setiap hari, hadeh bisa rontok semua rambutnya.


Ceila tetap duduk di kursinya dengan membaringkan kepala ke atas tangan yang telipat di atas meja, bukan karna enggan beranjak melainkan di tahan oleh, siapa lagi kalo bukan Alva.


la mendongak, menyandarkan tubuhnya sambil menatap malas pemuda yang entah sejak kapan duduk di sebelahnya.


"Ayok pulang,"..!!


"Ini kan belom jam pulang"


"Yang pergi besok boleh pulang awal, untuk nyiapin segala kebutuhan yang mau di bawa" jelas Alva


Ceila tersenyum lebar kemudian berdiri "Dengan senang hati, ayok pulang" ujarnya dengan semangat


Alva ikut berdiri "Pulang aja cepet" cibirnya dan tak di hiraukan oleh Ceila, keduanya berlalu meninggalkan ruang Osis.


******


"Emangnya nggak papa kita ke sini? ini kan masih jam sekolah, kalo di tangkap satpam gimana?" tanya Ceila beruntun sambil melepas sealbelt, saat pemuda di sebelahnya itu menghentikan laju mobil di lobi mall dan mengatakan akan berbelanja.


"Nggak, kalo di tangkap bilang aja beli keperluan sekolah"


Alva menggandeng tangan Ceila sembari melangkah masuk ke dalam mall, gadis itu hendak protes namun tatapan yang di berikan seolah berkata di larang protes, dan akhirnya ia membiarkan saja.


"Lo mau buka warung di sana?" komentar Alva melihat troli yang di tinggalnya sebentar untuk mengambil minum ternyata sudah hampir penuh dengan cemilan


Ceila menoleh sekilas pada troli lalu menyengir ke Alva "Sekalian buat di rumah"


Alva mencibir, setelah meletakkan minuman ke dalam troli, ia mendorong troli tersebut di ikuti Ceila

__ADS_1


"Kita cuma beli cemilan?" tanya Ceila


"Sebenarnya sih nggak, tapi ini hampir penuh sama cemilan" sindir Alva


"Ambil lagi aja trolinya"


"Nggak usah, ribet"


"Yaud-"


bugh..... braaakk....


"Eh, sorry - sorry gue nggak sengaja" ucap Ceila sambil membantu seorang gadis yang tak sengaja menabraknya


"Bukan salah lo, gue nya yang nggak liat - liat, maaf ya" kedua gadis itu berdiri dan mata gadis tadi membulat saat melihat "Kak Alva?"


"Gina!!" gumam Alva


Ceila tertegun saat melihat gadis yang mengaku Gina itu berhambur ke pelukan Alva yang hanya diam tanpa membalas atau menolak, mungkin ia juga terkejut


"Kak Alva apa kabar? Gina kangen banget sama kakak" tanya Gina setelah melepas pelukannya


Alva berdehem "Gue baik kok, lo sendiri?"


"Gina baik juga, kak Alva ngapain di sini? sama siapa?"


"Sama gue" sela Ceila yang langsung mengalungkan tangannya ke lengan Alva "Ceila Anastasya, pacarnya Alva" sedikit berjinjit dan


cup....


"Duluan ya, bye, ayok" sebelum pergi ia memberikan senyuman termanisnya pada Gina yang masih tercengang, serasa jauh Ceila melepaskan rangkulannya


"Malu di liatin orang"


"Cih... tadi aja nyosor, sekarang bilangnya malu"


Ceila berdecak, malu mengingat kelakuan yang di buatnya beberapa menit yang lalu "Emang dia siapa sih? akrab banget"


"Cemburu yaaa?


"Gue cemburu ke lo? nggak guna"


"Ngaku aja kalo cemburu nggak usah malu gitu"


"Di bilangin nggak cemburu, ya nggak cemburu"


"Iya deh iya, susah amat ngakunya"


"Bodo"


"Namanya Giania Rahma, masih ada hubungan saudara sama Gio, anak SMA GARUDA" jelas Alva, Ceila merespon dengan anggukan acuh "Cieee cemburu, seneng gue tuh"


"Gue nggak cemburu"


"Iya juga nggak papa"


"Terserah, kita makan di sini aja ya, gue males masak"

__ADS_1


"Oke"


******


Dengan tenang sambil memainkan ponselnya Ceila menunggu pesanan mereka, beberapa saat kemudian yang di tunggu mendarat di atas meja, asap yang masih mengepul membuat cacing dalam perut meronta - ronta.


Baru 3 sendok makanan itu masuk ke dalam lambungnya, kedatangan seseorang mengganggu cacing - cacing dalam perut yang sedang menikmati santap siangnya.


"Gina boleh gabung nggak?"


yups, seseorang itu Giania Rahma, Alva menoleh pada Ceila seolah meminta persetujuan yang mau tak mau di jawab "Boleh kok, silahkan"


Ya kali di usir, Ceila tidak sekejam


itu ferguso. Seketika nafsu makannya


musnah apalagi melihat gadis yang dengan


santainya duduk manis di samping Alva


"Kak Alva masih suka seafood?" tanya Gina memecah keheningan


"Masih" jawab Alva singkat


"Nih, Kak Alva cobain deh cumi saus tiramnya, ini enak banget loh, Gina yakin Kak Alva pasti suka" Gina menyodorkan sesendok cumi ke Alva


Alva melirik Ceila yang tampak menahan kesal plus amarah dan plus - plus lainnya yang akan meledak, ia menoleh pada gadis di sampingnya yang masih menyodorkan sendok.


Alva mengambil sendoknya sendiri kemudian memindahkan cumi itu dari sendok Gina ke sendoknya, lalu memasukkan ke dalam mulut "lya enak" komennya


Gina membalas dengan tersenyum canggung, kembali memakan makanannya sedangkan Ceila berusaha keras menahan tawa yang akan meledak


"Kak Alva masih tinggal di perumahan Anggek atau udah pindah?"


"Udah pindah"


"Pindah kemana? kenapa pindah?"


"Ke perumahan Green House, karna ada sedikit masalah, makanya pindah" jelas Alva


Gina mengangguk paham "Kapan - kapan boleh kan Gina main ke rumah kak Alva?"


"Vaa!! pulang yuk" ajak Ceila


"Oh, ayok" Alva menoleh pada Gina "Lo pulang sama siapa?"


"Gina juga nggak tau pulang sama siapa"


"Lah, lo ke sini sama siapa?"


"Sendiri, naik taksi"


"Mau gue telfonin Gio, supaya jemput lo"


"Gimana kalo kak Alva aja yang anterin Gina pulang, kasian kak Gio kalo harus bolak balik"


Ceila menghela nafas panjang dengan kasar, nih anak maunya apa sih? geramnya "Maaf ya Gina, Alva nggak bisa anter lo,karna pulang dari sini kita mau ke kandang singa buat nontonin dia cara menerkam mangsa dengan baik dan benar, permisi"

__ADS_1


Ceila menarik tangan Alva dan berjalan cepat meninggalkan Gina.......


__ADS_2