
...****************...
....
Siang ini Pernikahan berjalan dengan lancar tanpa hambatan, sekarang pasutri muda itu menyeret koper masing-masing memasuki rumah baru mereka yang di berikan kedua orang tua sebagai hadiah pernikahan.
Ceila mengedarkan pandangannya melihat setiap inci dari rumah tersebut. Halaman yang luas terdapat taman kecil dan kolam renang di belakang rumah.
Rumah besar 2 tingkat dengan 3 kamar tamu dan 1 kamar utama, ruang tamu dan ruang keluarga yang cukup luas, serta dapur yang sudah lengkap dengan isinya dan perabotan rumah tangga.
Alva lebih dulu masuk ke kamar sedangkan Ceila masih asik mengamati isi rumah. Setelah Puas ia masuk ke kamar dan melihat Alva yang terbaring di kasur.
Ceila menata bajunya ke dalam lemari dan menata barang-barang yang di bawanya. Selesai dengan aktivitasnya ia mendudukkan diri di sofa dan menyenderkan badannya.
2 jam terlelap Ceila bangun dari tidurnya dan melihat Alva masih di posisinya. Setelah mencuci muka ia turun menuju dapur dan membuka kulkas.
"Not bad" gumamnya
Kemudian Ceila mengeluarkan beberapa bahan makanan untuk di masak. Walaupun bar - bar Ceila pintar memasak. Selesai masak Ceila manatanya di atas meja, ia berniat untuk memanggil Alva tapi.....
"Ngagetin aja lo" ucap Ceila karna Alva sudah ada di belakangnya
"Lo yang masak?" tanya Alva
....
"Siapa lagi?"
Selesai makan mereka kembali istirahat karna kelelahan akibat acara pernikahan tadi siang. Mereka memang satu kamar dan satu kasur, karna menurutnya lebay banget kalau harus pisah ranjang karna alasan di jodohkan.
Alva mengusap-usap wajah bantalnya, duduk sejenak kemudian ia menoleh kesebelahnya yang sudah kosong. Alva beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, selesai bersih-bersih dan merapikan tempat tidur Alva turun ke bawah menuju meja makan.
__ADS_1
la melihat sekotak sarapan dan segelas susu serta secarik kertas yang tertulis
Lo makan ini aja, gue nggak sempet masak, ada urusan
......................
Pesan itu di tulis oleh Ceila
"Urusan apa jam segini?" gumam Alva sambil melihat jam yang melingkar di tangannya menunjukkan pukul 06:40
Tak mau ambil pusing Alva langsung memakan sarapannya.
Sampai di sekolah Alva melihat mobil merah milik sang istri sudah terparkir rapi di tempat khusus mereka, kalian tau sendiri kelakuan Ceila and geng seperti apa di sekolah, jadi tidak ada yang berani mengambil tempat parkir mereka.
Alvin berjalan di lorong koridor sekolah bersama ke 3 sahabatnya. Ia menghentikan jalannya dan menatap sang istri yang besenda gurau bersama sahabat bar - barnya.
"Udah kali liatinnya" goda Randy
Alva kembali melanjutkan langkahnya tanpa berkata apapun dan diikuti ke 3 sahabatnya dan adiknya.
....
Bruukk.... Braakk.....
Ceila menabrak seseorang sampai terjatuh dan kepalanya terbentur dinding sangat kuat hingga mengeluarkan darah.
"Aww..... Aduh jidat gue" ringis Ceila sambil memegang jidatnya "Sial, berdarah lagi" melihat tangannya
"Sorry gue nggak sengaja" ucap pria yang menabraknya
Ceila berdiri dan melihat pria tersebut "Lain kali hati-hati dong, kalo nabrak guru gimana?" omelnya
__ADS_1
"Iya maaf, kita ke UKS sekarang, gue obatin"
"Nggak usah, gue bisa obatin sendiri"
"Tapi lo kayak gini karna gue, gue harus tanggung jawab, kita ke UKS sekarang" ucap pria itu dan langsung menarik tangan Ceila
"lepas, gue bisa jalan sendiri" ujar Ceila menghempas tangan pria tersebut dan berjalan beriringan menuju UKS
"Sshh...." ringis Ceila saat pria itu mengolesi obat merah ke jidatnya
"Sekali lagi sorry ya" ucap pria itu
"Hmm" Ceila memperhatikan wajah pria tersebut
"Nggak usah liatin gue, ntar suka"
"Cih, lo anak baru ya?" tanya ceila
"Iya, hari ini hari pertama gue sekolah" pria itu mengulurkan tangannya "Aldi Mahendra"
Michelle membalas uluran tangan Aldi " Ceila Anastasya"
"Nama lo cantik, kayak orangnya" ucap Aldi sambil tersenyum
"Baru juga ketemu, udah gombal aja lo"
"Itu bukan gombal, tapi kenyataan"
"Terserah, gue duluan, bye"
"Unik" gumam Aldi melihat Ceila yang hilang di telan pintu UKS.
__ADS_1
...****************...