Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis

Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis
bagian-13


__ADS_3

...----------------...


...****************...


" Baik atas perhatian dan waktunya saya ucapkan terima kasih, peluncuran menu baru kita ini bertepatan dengan ulang tahun cafe MAStar yang ke-5 bulan, jadi saya harapkan kerjasamanya dan bekerja dengan baik, serta siapkan semuanya mulai dari sekarang, saya tidak mau ada kesalahan sedikit pun, mengerti!!" ucap Ceila dengan tegas


sekarang mereka sedang berada di ruang meeting


"Mengerti!!" balas semua karyawan


"Terima kasih, rapat saya tutup, silahkan kembali bekerja"


Setelah memberi hormat semua karyawan meninggalkan ruang meeting dan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.


Setelah memberi hormat semua karyawan meninggalkan ruang meeting dan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.


Ceila menyenderkan punggungnya, memejamkan mata sejenak, melepaskan rasa lelah, lelah badan, lelah hati dan lelah pikiran.


la terus saja memikirkan bagaimana cara menceritakan masa lalunya pada Alva.


Ceila menarik nafas panjang dan menghembusnya perlahan, kemudian ia beranjak meninggalkan ruang meeting berjalan menuju ruangannya.


....


" Alva duduk termenung di sofa dalam cafe, saat ini ia sedang nongkrong bersama sahabatnya. Raganya memang di tempat tapi pikirannya ntah melayang kemana."


"Woy.... Bengong aja" Hitto menepuk pundak Alva membuatnya tersadar


"Kesambet baru tau rasa lo" timpal Gio


"Muka lo kusut amat, kayak orang nggak di kasih jatah" tambah Randy di sertai dengan tawaan


"Mikirin apa sih? Ada masalah?" tanya Gio serius


Alva menghela nafas "Kalian inget nggak waktu di kantin mereka ngomongin seseorang?"


"Mereka siapa?" tanya Hitto


"Icel, Elang, sama yang lainnya"


"Oh... Yang Satya bilang gede?" tanya Randy di angguki Alva "Trus?"


"Beberapa hari yang lalu gue ketemu sama temennya Ceila, namanya Riyan, dia bilang jangan jauh-jauh dari Cei, bahaya katanya" jelas Alva "Dan gue yakin surat tadi pagi ada hubungannya dengan orang itu"

__ADS_1


"Jadi maksud lo, orang yang mereka ceritain di kantin, terus orang yang di bilang sama Riyan, dan orang yang ngirim surat ke elo tadi pagi, orang yang sama?" tanya Hitto


Alva mengangguk ragu "Bisa di bilang begitu, tapi gue kurang yakin"


"Lo tanya langsung aja ke dia" seru Randy di tambah anggukan oleh Hitto


"Gue udah pernah nanya, tapi dia bilang itu musuh-musuh dia saat tawuran, dan balapan" ucap Alva


"Masuk akal sih, dia kan bar - bar" ujar Randy


"Masalah surat, lo udah nanya?" tanya Gio


"Gue belom ketemu sama dia dari pulang sekolah" jawab Alva


"Gue yakin bini lo, punya rahasia besar" ucap Hitto


Gio menatap Alva dengan serius "Gue saranin lo nggak usah desak dia, cepat atau lambat dia pasti cerita sama lo"


"Setuju, kalian kan nikah karna di jodohin, mungkin dia butuh waktu, toh kalian punya banyak waktu untuk berdua" timpal Randy


"Lo harus bikin dia terbuka sama lo, kalo perlu lo cerita duluan rahasia lo yang orang lain nggak tau, nanti dengan sendirinya dia akan cerita" saran Hitto


Alva terdiam mencerna perkataan sahabatnya.


...----------------...


Ceila memakirkan mobil di halaman rumah mertuanya, ia keluar dari mobil lalu berjalan memasuki rumah.


"Assalamualaikum" salamnya


"Waalaikumsalam" jawab Bi Sita salah satu pembantu rumah tangga di keluarga Kusuma


"Kok sepi, pada kemana?" tanya Ceila


"Ibu di halaman belakang, Bapak belom pulang dari kantor, den Etgar dan den Alva juga belom pulang" jelas Bi Sita


"Oh.... Yaudah kalo gitu, Cei ke kamar dulu Bi"


"Iyah non, Bibi juga mau ke dapur"


Ceila mengangguk dan tersenyum kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar, sampai di kamar ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, memejamkan mata serta menghilangkan rasa lelah.


Alva yang baru pulang melihat mobil istrinya terparkir di halaman rumah, ia masuk ke dalam rumah dengan mengucap salam. Sekedar basa basi dengan sang Bunda yang sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil menikmati acara tv.

__ADS_1


Kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Hal pertama yang ia lihat saat masuk adalah sang istri yang terlelap di atas tempat tidur.


Alva langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. 15 menit ia keluar dengan menggunakan handuk hanya meliliti pinggangnya dan bertelanjang dada. Ia melihat Ceila yang duduk di pinggir ranjang seperti sedang mengumpulkan nyawa.


Ceila menggaruk pelipisnya, dengan mata yang masih terpejam ia berjalan gontai menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri, namun suara deringan handpone membuatnya berpindah haluan menuju nakas.


Tanpa melihat nama yang tertera Ceila langsung menggeser tombol hijau dan meletakkannya di telinga.


"Hm"


(.....)


"Hm"


(.....)


"Jangan sampe dia dateng ke pertunangannya Bang Etgar"


Alva yang sedang memakai baju kaosnya langsung menoleh ketika nama sang kakak di sebut.


"Gimana pun caranya jangan sampe dia dateng, gue nggak mau dia ketemu sama Alva"


Alva yang mendengar namanya di sebut semakin penasaran tentang apa yang sedang di bicarakan Ceila dengan orang di sebrang telfon 'tadi Nama Bang Etgar sekarang nama gue, maksudnya apa sih?' pikirnya


"Oke"


"Telpon terputus"....


Ceila membulatkan mata saat membalikkan tubuhnya, ia melihat Alva yang berdiri di belakangnya dengan melipat kedua tangan di dada, di sertai tatapan intimidasi. Ia menelan slavinanya dengan susah payah.


"Al-Alva... Se-sejak kapan lo berdiri di situ?" tanya Ceila gugup


"Dari hp lo bunyi" jawab Alva yang membuat Ceila semakin gugup


"Oh..." lirih Ceila "Yaudah kalo gitu gue mandi dulu" langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi"


Ceila mengatur nafas begitu masuk ke dalam kamar mandi "Hampir aja, sejak kapan dia pulang".


...----------------...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2