
Setelah 3 hari lamanya tidak menginjakkan kaki ke sekolah, Ceila di sambut dengan tiang bendera yang menjulang tinggi di sertai memberi hormat pada sang merah putih.
Selama menjalani hukuman Ceila terus saja menggerutu, pasalnya Alva tidak membangunkannya dan berangkat lebih dulu, alhasil ia terlambat karena itulah sekarang ia berada di bawah teriknya matahari.
Begitu bel istirahat berbunyi Alva langsung menuju lapangan dengan sebotol air dingin di tangannya, ia berjongkok di depan Ceila yang duduk di pinggir lapangan lalu menyodorkan sebotol air yang di bawanya tadi.
Ceila yang sedang menyerka air keringat di dahinya hanya melirik sekilas kemudian memalingkan wajahnya tanda sebuah penolakan.
"Gue tau lo marah tapi lo harus minum" ucap Alva "Anggap aja bukan gue yang ngasih" bujuknya karna sang istri tidak kunjung mengambil air yang ia kasih
Ceila menatap Alva sebentar dan mau tak mau ia meminum air pemberian suaminya itu "Makasih"
"Sama-sama" balas Alva tersenyum "Kantin bareng?"
"Elang!!" teriak Ceila dan yang mempunyai nama menoleh "Tungguin gue" tambahnya kemudian melihat ke Alva "Gue bareng mereka aja" ia berdiri dan berlari menghampiri Elang dengan yang lainnya
Alva tersenyum miring sambil memandangi punggung Ceila yang menjauh
Begitu memasuki kantin Ceila and the genk di sambut dengan tatapan yang beraneka ragam dari sengit, kagum hingga tatapan takut namun yang di tatap tidak menghiraukan hal itu, toh sudah biasa.
"Gimana ceritanya bisa telat?" tanya Elang begitu mereka duduk
"Kan udah tinggal serumah" timpal Leo
"Eh, tapi ini pertama kalinya lo di hukum karna telat, ya walaupun lo sering di hukum" ucap Fanya
Ceila berdecak "Gue lagi males bahas itu sekarang"
Tak lama Caca dan Satya datang dengan masing-masing membawa nampan berisi makanan mereka.
"Ceii-!" panggil Aldo "Yang gue panggil cuma Ceila, kenapa kalian ikutan ngeliat gue?" tambahnya karna bukan hanya sang pemilik nama yang menoleh
"Suka-suka kita dong" sewot Satya kembali menyantap makanannya
"Apa?" tanya Ceila
"Eh, apa ya? kok gue lupa sih?" Aldo menggaruk belakang kepalanya, sedang Ceila memutar bola matanya "Nah iya, gue inget sekarang, karna tadi pagi lo telat, jadi lo harus nemuin Ketos" jelasnya
"Ngapain?"
__ADS_1
Aldo mengangkat kedua bahunya "Nggak tau, gue cuma di suruh kasih tau lo, bye" berlalu pergi
"Ck, gue lagi males liat mukanya, malah di suruh nemuin dia" keluh Ceila tanpa beranjak sedikit pun
"Udah temuin sana" suruh Elang
"Ntar aja deh, jam pelajaran Geografi"
"Bilang aja nggak mau belajar Geografi" tebak Leo
Ceila menjentikkan jarinya "Tepat sasaran
Tok.. tok.. tok..
"Masuk!!"
Perlahan Ceila membuka pintu dan di lihatnya Alva sedang duduk sambil melipat kedua tangannya, ia menutup pintu lalu mulai mendekat kemudian duduk setelah di suruh.
"Gue kan nyuruh lo dateng jam istirahat, kenapa dateng sekarang?"
Ceila melipat kedua tangannya di atas meja "Gini ya pak Ketos yang terhormat saya jelasin, dengerin baik-baik karna saya nggak mau ngulang, jadi saya tadi pagi nggak di bangunin sama orang, saya juga nggak tau kenapa orang itu nggak bagunin saya, jadinya saya kesiangan, nah karna kesiangan saya nggak sempet buat sarapan dan langsung berangkat ke sekolah, setibanya di sekolah saya sudah telat akhirnya di hukum selama 2 jam" ia menjeda ucapannya untuk menghela nafas
"Coba anda pikir, seandainya jam istirahat tadi saya menemui anda, itu artinya saya tidak bisa mengisi perut saya, dan akibatnya saya tidak bisa mengikuti pelajaran dengan fokus karna saya kelaparan, maka dari itu saya menemui anda sekarang, sekian penjelasan dari saya, terima kasih"
"Hm"
"Gue salah, gue bener-bener minta maaf"
Ceila memarik tangannya "Udah selesaikan" ia berdiri dan melangkah pergi
"Ceila!!" panggil Alva dan yang mempunyai nama berhenti namun tidak berbalik "Pulang nanti tungguin gue"
Tanpa menjawab Ceila kembali melanjutkan jalannya
Alva menghela nafas sambil menyadarkan tubuhnya di sertai dengan mengusap wajah kemudian berdiri dan keluar dari ruang Osis, niatnya ingin kembali ke kelas namun indra penglihatannya menangkap sosok sang istri yang sedang berbicara dengan serang pemuda
la berjalan menghampiri Ceila "Kenapa masih di sini bukannya masuk kelas?"
Ceila dan pemuda itu yang ternyata Aldi menoleh "Percuma nggak bakal di izinin masuk" jawabnya
__ADS_1
"Ayok gue anter, biar gue yang ngomong sama guru lo" Alva menoleh pada Aldi "Duluan bro"
"Oke" balas Aldi
"Tapi Vaa, bukannya lo lagi belajar ya, gue nggak ma-"
"Ssstt.. gue anterin lo dulu, baru gue masuk kelas" Alva menarik tangan Ceila dan berjalan bersama
"Va, guru gue yang ngajar gue itu galak loh"
"Itu menurut lo, tapi menurut gue tegas"
Ceila menahan tangan Alva membuat pemuda itu menoleh "Gue cuma nggak mau lo di marahi sama guru gue, serius deh, guru gue itu galak banget"
"Nggak papa, nggak ada guru yang galak sama gue" balas Alva
"Aduh.. duh perut gue" tiba-tiba Ceila meringis sambil memgang perutnya "Perut gue sakit banget, kayaknya gue kebanyakan makan sambel deh di kantin tadi, aduh... sakit..." ia memasang wajah kesakitan
"Makanya kalo makan bakso sambelnya jangan kebanyakan, jadi sakitkan perutnya" omel Alva "Yaudah gue anter ke UKS, biat lo istirahat di sana"
Pelahan Alva membantu Ceila naik ke kasur, kemudian ia mengambil botol berisi pil
"Mau ngapain lo?" tanya Ceila dengan was-was
"Ini obat pereda sakit perut" jawab Alva menyerahkannya pada sang istri "Ayok minum"
Mata Ceila membulat "Eh, nggak usah, gue cukup istirahat aja kok, nggak perlu minum obat"
"Biar sakit perutnya cepet ilang, ayok minum"
"Emh.. perut gue itu agak sensitif, jadi nggak bisa sembarang minum obat, ntar bukannya sembuh malah tambah sakit" balas Ceila
Alva meletakkan pil ke dalam mangkuk, kemudian mendekatkan tubuhnya pada Ceila dan menunduk dengan bertumpu pada pinggiran kasur, menatap sang istri "Lo lagi nggak nyari alasan untuk nggak masuk pelajaran Geografi kan?"
Ceila menelan salivanya dengan susah payah "Ya nggak lah, suuzon aja lo, kan gue udah janji sama lo nggak akan bolos mapel Geografi, jadi mana mungkin gue cari-cari alasan"
"Oke" Alva kembali mengambil pil yang ia letakkan di mangkuk "Kalo gitu minum ini, supaya lo nggak sakit perut lagi"
Ceila memutar otaknya untuk mencari alasan, ia bernafas lega saat mendengar suara bel pertanda pergantian pelajaran "Eh, kayaknya perut gue udah nggak sakit lagi deh, iya nih baik-baik aja, mungkin aja... reflek, kan dari pagi gue belom makan, trus langsung makan pedes, jadi dia kaget"
__ADS_1
la turun dari ranjang "Yaudah kalo gitu gue ke kelas dulu, bye"
Alva tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya itu "Ada-ada aja istri gue"