Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis

Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis
bagian-9


__ADS_3

....


...----------------...


......................


...****************...


15:35


Mereka memutuskan untuk pulang, kecuali Ceila dan Alva.


"Mau di bantuin nggak?" tanya Alva tiba -


tiba


Ceila yang terkejut mengelus dadanya "Ngagetin aja lo"


"Lagian lo terlalu fokus, mau di bantuin nggak?" tanya Alva ke dua kalinya


"Emang ngerti?"


"Kan di ajarin sama lo, siapa tau ntar gue juga bisa buka cafe" jawab Alva


"Yaudah, ambil kursi, sini gue ajarin" Ucap Ceila dan di turuti oleh Alva


Ceilq mulai mengajari dan menjelaskan cara mengerjakan berkas - berkas cafenya. Alva memperhatikan wajah istrinya yang serius, tanpa di sadari ia mengukir senyuman.


"Cantik" gumam Alva


Ceila langsung menoleh "Apanya yang cantik?"


Alva tersadar dari lamunannya "Hah!!.... Itu, cafe lo desainnya cantik" ucapnya gugup


Ceila beroh tanpa suara dan kembali menatap layar komputer.


....


Bugh.....


Alva yang berjalan dari arah toilet tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis cantik.


"Aww..... Sshh" ringis gadis itu karna bokongnya terbentur lantai


"Sorry gue nggak sengaja" ucap Alva datar


"Iya, nggak papa" gadis mencoba berdiri tapi bokongnya terlalu sakit

__ADS_1


Melihat itu Alva berinisiatif untuk membantu, ia mengulurkan tangannya "Sini gue bantu"


Gadis itu mendongak dan menyambut uluran tangan Alva, dengan sengaja ia menyandung kakinya dan jatuh ke pelukan Alva, dengan reflek Alva menangkapnya.


Terjadilah saling tatap di antara mereka. Alva mendorong gadis itu hingga pelukannya terlepas


"Makasih" ucap gadis itu tersenyum semanis mungkin


Alva hanya membalas dengan anggukan kemudian pergi begitu saja, gadis itu menatap punggung Alva yang menjauh dengan seulas senyum liciknya.


"Sialan!!" umpat Ceila yang tidak sengaja melihat kejadian itu


"AAAAAA....." Ceila menjerit saat mati lampu padahal ia sedang mengerjakan tugasnya "ALVAAAA!!"


"Apasih Cei teriak - teriak?" tanya Alva yang berdiri di ambang pintu dengan mengarahkan senter hp ke wajah istrinya


Ceila menghampiri Alva dan mengaitkan tangannya pada lengan sang suami "Gelap, lo belom bayar listrik ya?"


"Kan urusan bayar membayar elo"


"Gue udah bayar kok, tapi kenapa mati lampu ya?" Alva mengangkat bahu "Keluar aja yuk, di luar terang" rengek Ceila mendorong bahu Alva dan mengajaknya keluar


"Kayak mati semua deh" ucap Alva saat berada di luar rumah


"Orang listriknya nggak ada kerjaan apa yak? Matiin lampu" sungut Ceila kesal, karna memang ia tidak suka gelap


"Lo takut?" tanya Alva dengan nada mengejek


"Enak aja, gue emang nggak suka gelap"


Ceila mengubah posisi duduknya dengan bersender pada tembok dan selunjuran. Alvin melepas jaketnya dan ikut duduk di samping Ceila.


"Nih pakek jaket gue" ucap Alva karna melihat tangan sang istri sudah penuh dengan gigitan nyamuk


Ceila mengambil jaket itu dan langsung memakainya "Makasih" Alva mengangguk


15 menit berlalu tapi pasutri itu masih berada di posisinya karna lampu masih belum menyala


"Nih lampu kapan hidupnya sih? Ah elah bikin kesal aja dah" gerutu Ceilw "Wooaamm...."


Alva menarik kepala Ceila untuk bersandar di bahunya "Kalo ngantuk tidur aja"


Ceila mencari posisi ternyaman dan tak lama ia memejamkan mata menuju dunia mimpi. Alva tersenyum ia meletakkan kepalanya di atas kepala Ceila dan ikut ke dunia mimpi.


...----------------...


Ceila, Elang dan Leo terduduk di pinggir lapangan dengan nafas terengah - engah

__ADS_1


"Gila Bu Rik..... Ngasih hukuman..... Nggak tanggung-tanggung...." ucap Ceila dengan nafas terputus-putus


"Iya, biasanya cuma di jemur, lah ini lari keliling lapangan, mana belom sarapan lagi" timpal Elang


"Kaki gue rasanya mau patah, nih lapangan luas juga ternyata" seru Leo


"Dia udah mulai muncul" ucap Ceila


Seketika suasana menjadi serius


"Di mana?" tanya Elang


"Di cafe, dia sengaja nabrakin diri ke Alva"


"Reaksi Alva?" tanya Leo


"Nggak ada, datar kayak biasa"


Kring.... Kring.... Kring....


"Ntar kita pikirin lagi, sekarang isi perut dulu" ujar Elang sambil berdiri di ikuti Ceila dan Leo


Ceila memutar bola matanya, saat melihat 3 siswi di hadapannya.


"Gue udah peringatin lo, tapi lo nantangin gue" ucap Naya


"Gue nggak takut" ucap Ceila datar kemudian ingin beranjak dari toilet


Tapi kakinya seketika berhenti saat merasakan kerah bajunya di tarik hingga membawa badannya terbentur wastafel toilet.


Ceila menatap tajam dan mencoba menahan rasa sakit di pinggangnya karna benturan yang cukup keras.


"Jangan sok deh lo, lo pikir lo itu siapa hah!? Gue akan kasih ko pelajaran"


Naya menarik baju Ceila hingga kancing baju bagian atasnya terjatuh entah kemana, Ceila tidak melawan sama sekali. Tapi saat Naya ingin mencekik lehernya, dengan cepat Ceila meraih tangan Naya dan meletakkan di belakang tubuhnya lalu mengunci pergerakannya.


"Diem lo bedua, atau tangan dia gue patahin" ancam Ceila saat kedua dayangnya ingin membantu dan mereka langsung ciut


"Lo denger ya, gue nggak peduli lo itu siapa, dan gue nggak pernah takut sama lo, sekali lagi lo ngelabrak gue, gue pastiin lo nggak bisa gunain tangan lo lagi" ucapnya dengan penekanan di setiap katanya


Setelah mengatakan itu Ceila pergi dari toilet.


....


...****************...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2