Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis

Jodoh Ku Berawal Dari Tebing Romantis
bagian-14


__ADS_3

...----------------...


...****************...


jam 20:20 menit


Anggota keluarga Kusuma menuju meja makan untuk makan malam.


"Waaah... Seafood" seru Etgar yang menjilat bibirnya sendiri "Tumben - tumbenan Bunda masak seafood"


"Sesekali, mumpung anak sama menantu Bunda ada di sini" ucap Ana


"Oh.... Jadi kalo anak sama menantunya nggak ada di rumah Bunda nggak masak seafood" sahut Arta yang tiba-tiba datang


Ana terkekeh "Nggak gitu Ayah, Alva kan suka seafood, ayok duduk, Bunda panggil mereka dulu"


"Nggak usah Bun" sahut Alva yang datang bersama Ceila


"Eh.... Ayok sayang duduk, kita makan" ucap Ana


Ceila menelan slavinanya, melihat menu makanan yang ada di atas meja, semuanya menu seafood seperti cumi saus tiram, kepiting balado, dan udang goreng, tidak ada makanan yang lainnya. Apa yang harus di lakukan? Pasalnya ia alergi terhadap makanan laut.


"Cei!! Kok diem aja, ayok duduk sayang, cobain masakan Bunda, ini semua kesukaan Alva loh" ucap Ana


Ceila mengangguk dan tersenyum kemudian duduk di samping Alva, sebelum duduk ia mengisi piring suami dengan nasi, cumi saus tiram dan udang goreng.


Semua mulai menyantap makanan masing-masing kecuali Ceila yang hanya menatap piringnya yang berisi nasi dan udang goreng yang belum terkupas.


"Cei, lo kenapa? Kok diem?" tanya Etgar sambil mengunyah


"Nggak papa kok Bang" balas Ceila


Alva mengambil udang yang ada di piring isrtinya lalu mengupas kulitnya "Bilang aja nggak bisa kupas udang"


"Sembarangan, gue bisa kok kupas udang" elak Ceila


"Alah alesan, nih" ucap Alva sambil meletakkan kembali udang yang sudah di kupasnya ke dalam piring sang istri

__ADS_1


"Makasih" ucap Ceila di balas dengan anggukan


Ceila menghela nafas kemudian mulai menyendokkan nasi dan udang ke dalam mulutnya, mengunyah secara perlahan dan menelannya dengan susah payah.


"Gimana? Enak nggak?" tanya Ana


"Enak Bun, enak banget malah" jawab Ceila yang di paksakan tersenyum, Ana ikut tersenyum


"Iyalah masakan Bunda emang paling enak" timpal Alva "Dan lo harus belajar masak seafood, biar bisa masakin gue di rumah" tambahnya


"Iya bawel" balas Michelle


Sudah suapan ke tiga yang masuk ke dalam mulutnya dengan susah payah, Ceila menghela nafas berkali-kali untuk menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam perut, tangannya terkepal kuat dan keringat mulai bercucuran di dahinya.


la sudah tidak bisa menahan lagi, berdiri dan langsung berlari menuju kamar mandi terdekat sambil menutup mulutnya.


Sontak semua yang di sana tersentak, tanpa berkata mereka langsung menyusul Ceila ke kamar mandi.


Hoeek.... Hoeek.... Hoeeek....


"Alva kamu apain menantu Bunda?" tanya Ana panik


"Cei..!! Sayang kamu kenapa nak?" teriak Ana


"Cei..!! Buka pintunya, Cei..!!" Alva ikut berteriak yang menggedor - gedor pintu kamar mandi


"Bunda tenang ya, kita tunggu Cei nya keluar dulu" ucap Arta sambil mengelus-ngelus punggung istrinya.


"Tapi Bunda takut, Bunda takut Ceila kenapa - kenapa" ucap Ana yang sudah ingin menangis


Ceklek....


Ceila berdiri di ambang pintu kamar mandi dengan wajah yang pucat, badan bergetar, mata sayu, ia langsung ambruk dan dengan sigap di tangkap oleh Alva


"Cei..!! Cei..!! Lo kenapa?" tanya Alva menepuk - nepuk pelan pipi Ceila


Semua orang menjadi panik termasuk pembantu rumah tangga

__ADS_1


"Astaga, Cei kamu kenapa sayang?" tanya Ana yang kini sudah menangis


"Sshh.... Dingin.... Sshh.... Dingin...." lirih Ceila dengan badan gemetar, ia meringkuk kedinginan


"Kita bawa ke rumah sakit" saran Etgar


Alva mengangguk dan hendak mengendong Ceila namun langsung di tahan


"Nggak usah.... Ke kamar.... Sshh.... Ke kamar" racau Ceila


"Turutin aja, bawa dia ke kamar" ucap Arta yang di angguki oleh Alva " Etgar kamu telfon om irwan" tambahnya pada Alva yang langsung mengangguk dan langsung menelfon Irwan teman Arta sekaligus dokter keluarga mereka


"Bunda kita ke kamar aja ya, Bunda tenangin diri dulu" ucap Arta lagi sambil menuntun istrinya ke kamar.


Arta mendudukkan Ana di pinggir ranjang


"Yah, Ceila Yah" gumam Ana sambil menangis


"Bunda tenang, menantu kita akan baik - baik saja" ujar Arta memeluk Ana


Di kamar Alva


Alva meletakkan tubuh Ceila yang masih bergetar ke atas ranjang secara perlahan


Ceila meringkuk "Obat gue.... Sshh...." lirihnya


"Sshh.... Di tas.... Sshh...."


"Di mana obat lo?" tanya Alva


Alva langsung menggeledah tas istrinya dan menemukan botol kecil berisi banyak pil, ia membuka botol tersebut mengeluarkan satu butir pil dan meminumkannya pada Ceila.


Ceila mengatur nafasnya, masih meringkuk kedinginan dan badan gemetar ia memejamkan mata. Alva menerik selimut menutupi tubuh sang istri hingga leher, kemudian ia duduk di pinggir ranjang menatap wajah Michelle yang pucat.


....


...----------------...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2